alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tahun Depan Digelar 244 Pilkades

BLORA – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang dilakukan pada 2017 sebanyak 27 desa. Giliran pada 2019 nanti, akan kembali dilaksanakan pilkades serentak. Nantinya, pilkades akan ada 244 desa.Kasubag Tata Pemerintahan Desa Pemdes Setda Blora Dwi Edy Setiawan mengatakan, pilkades serentak merupakan momen dilakukan setiap dua tahun sekali. Dan, desa peserta Pilkades Serentak 2019 merupakan sisa desa tidak ikut pilkades pada 2017 lalu. “Juga, yang masa jabatannya habis pada 2019 nanti,” jelasnya.

Pilkades Serentak 2019 rencana pelaksanaannya dilakukan Juli atau Agustus 2019. Saat ini sudah ada beberapa desa dengan kades memasuki masa jabatan habis. Seperti Oktober nanti, sudah ada empat kades masa jabatannya habis. Yakni, Kades Sambongrejo, Kecamatan Ngawen; Kades Pengkoljagong, Kecamatan Jati; Kades Semampir, Kecamatan Jepon; dan Kades Padaan, Kecamatan Japah. “Dari empat kades ini SK berakhirnya masa jabatannya sudah ada sekarang,” ucapnya.

Baca Juga :  Bisa Untungkan Cakades Petahana saat Pilkades di Bojonegoro

Namun, menurut Dwi, dari data bagian pemdes pemkab setempat, desa yang akan mengikuti pilkades serentak sebanyak 244 desa itu bisa saja berubah. Karena data itu dihitung dari SK kades akan habis hingga 2019 nanti. Tapi bisa saja jumlah itu bertambah. Mendekati Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, kemungkinan banyak kades ikut serta mencalonkan diri dalam pileg. Pada kasus tahun-tahun sebelumnya selalu ada kades mundur karena mengikuti pileg. “Karena jika mendaftar caleg harus mengundurkan diri dari kades,” tuturnya. 

Namun, ketika ada kades kosong, ditinggal menjadi calon legislatif (caleg), bukan berarti desa itu harus ikut pilkades pada 2019. Tapi, harus melihat masa jabatan yang ditinggalkan kades. Apakah masa jabatannya masih lebih satu tahun atau kurang dari satu tahun. 

Baca Juga :  51 Perempuan Bersaing Kursi Kades

Sebab, jika jabatan ditinggalkan kurang dari satu tahun, seperti desa ikut Pilkades 2013 lalu, pasti pada 2019 akan mengikuti pilkades serentak. “Kalau jabatannya masih lebih dari satu tahun sampai pelaksanaan Pilkades Serentak 2019, akan di PAW-kan,” ujarnya. Sementara sekarang, untuk kades yang kosong jabatan juga akan diisi penjabat (Pj). Waktu Pj pun akan memakan waktu satu bulan ataupun lebih. Hingga ada kades baru.

BLORA – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak yang dilakukan pada 2017 sebanyak 27 desa. Giliran pada 2019 nanti, akan kembali dilaksanakan pilkades serentak. Nantinya, pilkades akan ada 244 desa.Kasubag Tata Pemerintahan Desa Pemdes Setda Blora Dwi Edy Setiawan mengatakan, pilkades serentak merupakan momen dilakukan setiap dua tahun sekali. Dan, desa peserta Pilkades Serentak 2019 merupakan sisa desa tidak ikut pilkades pada 2017 lalu. “Juga, yang masa jabatannya habis pada 2019 nanti,” jelasnya.

Pilkades Serentak 2019 rencana pelaksanaannya dilakukan Juli atau Agustus 2019. Saat ini sudah ada beberapa desa dengan kades memasuki masa jabatan habis. Seperti Oktober nanti, sudah ada empat kades masa jabatannya habis. Yakni, Kades Sambongrejo, Kecamatan Ngawen; Kades Pengkoljagong, Kecamatan Jati; Kades Semampir, Kecamatan Jepon; dan Kades Padaan, Kecamatan Japah. “Dari empat kades ini SK berakhirnya masa jabatannya sudah ada sekarang,” ucapnya.

Baca Juga :  Lelang Delapan Kursi Kepala Dinas

Namun, menurut Dwi, dari data bagian pemdes pemkab setempat, desa yang akan mengikuti pilkades serentak sebanyak 244 desa itu bisa saja berubah. Karena data itu dihitung dari SK kades akan habis hingga 2019 nanti. Tapi bisa saja jumlah itu bertambah. Mendekati Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, kemungkinan banyak kades ikut serta mencalonkan diri dalam pileg. Pada kasus tahun-tahun sebelumnya selalu ada kades mundur karena mengikuti pileg. “Karena jika mendaftar caleg harus mengundurkan diri dari kades,” tuturnya. 

Namun, ketika ada kades kosong, ditinggal menjadi calon legislatif (caleg), bukan berarti desa itu harus ikut pilkades pada 2019. Tapi, harus melihat masa jabatan yang ditinggalkan kades. Apakah masa jabatannya masih lebih satu tahun atau kurang dari satu tahun. 

Baca Juga :  Tahapan Pilkades di Bojonegoro Diundur, Coblosan Tetap 26 Oktober

Sebab, jika jabatan ditinggalkan kurang dari satu tahun, seperti desa ikut Pilkades 2013 lalu, pasti pada 2019 akan mengikuti pilkades serentak. “Kalau jabatannya masih lebih dari satu tahun sampai pelaksanaan Pilkades Serentak 2019, akan di PAW-kan,” ujarnya. Sementara sekarang, untuk kades yang kosong jabatan juga akan diisi penjabat (Pj). Waktu Pj pun akan memakan waktu satu bulan ataupun lebih. Hingga ada kades baru.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/