alexametrics
27.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Ada 17 Titik Diajukan ke Kementerian ESDM

Blora Kaya Wisata Alam Geosite

BLORA, Radar Bojonegoro – Kawasan Blora ternyata menyimpan potensi wisata alam. Terdapat 17 titik geosite yang diajukan menjadi geoheritage. Saa tini masih proses pengajuan kepada kementerian. Diproyeksikan menjadi wisata alam dengan nilai sejarah, lokasinya tersebar di beberapa klaster wilayah.

 

Geosite ini situs atau tempat diidentifikasi pengembangan ilmu kebumian ataupun daya tarik wisata. “Ini masih melakukan pengajuan kepada kementerian,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji.

 

Dia menjelaskan, 17 geosite telah diajukan ke Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk diverifikasi dan ditetapkan menjadi geoheritage. Ke depannya akan menjadi destinasi wisata alam bernuansa sejarah.

Baca Juga :  Pendapatan Pajak Bumi Bangunan Blora Lebihi Target

Tahun lalu, sebanyak 17 titik diajukan sudah dilakukan penelitian oleh tim ahli. Lokasinya tersebar di beberapa wilayah, dan dibagi menjadi klaster timur laut, barat laut, tenggara, dan barat daya.

 

Menurut Kunto, wilayah Blora mempunyai banyak kebudayaan masa lampau. Sehingga berpotensi penemuan-penemuan bersejarah lainnya. “Seperti replika fosil gajah purba dan beberapa benda bersejarah lain. Kami taruh di museum,” ungkap dia.

 

17 titik geosite meliputi Bukit Pencu, Bukit Kunci, Sabrangan Forest Park, Gunung Manggir, Gua Terawang, Gua Kidang dan Gua Sentono. Berikutnya, Singkapan Batuan Fm Selorejo, Singkapan Batuan Fm Ngrayong, Singkapan Batuan Fm Ledok, Singkapan Batuan Fm Mundu Oro-Oro Kesongo, Kracakan Ngloram, Situs Ngandong, Situs Fosil Gajah Purba, Banyu Geni dan Sungai Braholo.

Baca Juga :  Usulkan Jalan Nasional Cepu - Purwodadi

 

Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, potensi wisata alam begitu melimpah. Blora merupakan daerah dengan lapangan minyak bumi produktif. Hal ini membuat Blora memiliki keragaman geologi kompleks yang hanya dimiliki beberapa kabupaten.

 

“Banyak peristiwa geologi menarik perlu dijadikan sebagai warisan geologi. Supaya tetap terjaga kelestariannya,” jelasnya.

 

Tahun lalu, pemkab telah mulai pengumpulan data 17 titik dengan menggali data sekunder memiliki potensi sebagai situs warisan geologi (geosite) dengan memperhatikan keunikan dan keragaman geologi (geodiversity), budaya, dan bioekologi. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Kawasan Blora ternyata menyimpan potensi wisata alam. Terdapat 17 titik geosite yang diajukan menjadi geoheritage. Saa tini masih proses pengajuan kepada kementerian. Diproyeksikan menjadi wisata alam dengan nilai sejarah, lokasinya tersebar di beberapa klaster wilayah.

 

Geosite ini situs atau tempat diidentifikasi pengembangan ilmu kebumian ataupun daya tarik wisata. “Ini masih melakukan pengajuan kepada kementerian,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji.

 

Dia menjelaskan, 17 geosite telah diajukan ke Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk diverifikasi dan ditetapkan menjadi geoheritage. Ke depannya akan menjadi destinasi wisata alam bernuansa sejarah.

Baca Juga :  JPO Pasar Induk Dibongkar

Tahun lalu, sebanyak 17 titik diajukan sudah dilakukan penelitian oleh tim ahli. Lokasinya tersebar di beberapa wilayah, dan dibagi menjadi klaster timur laut, barat laut, tenggara, dan barat daya.

 

Menurut Kunto, wilayah Blora mempunyai banyak kebudayaan masa lampau. Sehingga berpotensi penemuan-penemuan bersejarah lainnya. “Seperti replika fosil gajah purba dan beberapa benda bersejarah lain. Kami taruh di museum,” ungkap dia.

 

17 titik geosite meliputi Bukit Pencu, Bukit Kunci, Sabrangan Forest Park, Gunung Manggir, Gua Terawang, Gua Kidang dan Gua Sentono. Berikutnya, Singkapan Batuan Fm Selorejo, Singkapan Batuan Fm Ngrayong, Singkapan Batuan Fm Ledok, Singkapan Batuan Fm Mundu Oro-Oro Kesongo, Kracakan Ngloram, Situs Ngandong, Situs Fosil Gajah Purba, Banyu Geni dan Sungai Braholo.

Baca Juga :  Vonis Rendah, Kejari Blora Ajukan Banding

 

Sebelumnya, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, potensi wisata alam begitu melimpah. Blora merupakan daerah dengan lapangan minyak bumi produktif. Hal ini membuat Blora memiliki keragaman geologi kompleks yang hanya dimiliki beberapa kabupaten.

 

“Banyak peristiwa geologi menarik perlu dijadikan sebagai warisan geologi. Supaya tetap terjaga kelestariannya,” jelasnya.

 

Tahun lalu, pemkab telah mulai pengumpulan data 17 titik dengan menggali data sekunder memiliki potensi sebagai situs warisan geologi (geosite) dengan memperhatikan keunikan dan keragaman geologi (geodiversity), budaya, dan bioekologi. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/