alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pengunjung Objek Wisata Blora Dibatasi 75 Persen

BLORA, Radar Bojonegoro – Objek wisata sudah beroperasi saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Namun, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora membatasi pengunjung maksimal 75 persen.
Kepala Dinporabudpar Blora, Kunto Aji mengatakan, selama pelaksanaan pemantauan pariwisata mengacu pada Pemendagri Nomor 66 Tahun 2021. Bahwa tempat wisata tetap dibuka, dibatasi dengan satu tempat wisata tidak diisi 100 persen. ‘’Boleh dibuka dengan kapasitas 75 persen,’’ ujarnya.
Selain itu, tempat wisata harus menerapkan prokes ketat dengan 5 M, tujuannya mencegah Covid-19, karena hingga saat ini pandemi masih belum selesai.
Selain itu, dalam kesiapan Nataru, jika mengacu pada Perda 5 Tahun 2017 tentang Kepariwisataan, tempat hiburan seperti karaoke dibatasi.
Perda tempat hiburan karaoke yang resmi sesuai perda di hari besar keagamaan seperti pada 25 Desember nanti harus tutup. ‘’Untuk pelaksanaan dan pengawasannya akan berkerja sama dengan satpol PP untuk pegawasan. Terutama di tempat karaoke,’’ ungkapnya.
Dinporabudpar masih menunggu regulasi terbaru menjelang peringatan Nataru. Karena, sampai saat ini belum ada surat edaran untuk pencegahan Covid-19, sebelumnya sempat ada rencana penetapan PPKM tapi kemudian gagal. ‘’Maka ini masih menggunakan regulasi yang sudah ada saja,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  Memoles Harta Karun yang Terpendam

BLORA, Radar Bojonegoro – Objek wisata sudah beroperasi saat liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Namun, Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora membatasi pengunjung maksimal 75 persen.
Kepala Dinporabudpar Blora, Kunto Aji mengatakan, selama pelaksanaan pemantauan pariwisata mengacu pada Pemendagri Nomor 66 Tahun 2021. Bahwa tempat wisata tetap dibuka, dibatasi dengan satu tempat wisata tidak diisi 100 persen. ‘’Boleh dibuka dengan kapasitas 75 persen,’’ ujarnya.
Selain itu, tempat wisata harus menerapkan prokes ketat dengan 5 M, tujuannya mencegah Covid-19, karena hingga saat ini pandemi masih belum selesai.
Selain itu, dalam kesiapan Nataru, jika mengacu pada Perda 5 Tahun 2017 tentang Kepariwisataan, tempat hiburan seperti karaoke dibatasi.
Perda tempat hiburan karaoke yang resmi sesuai perda di hari besar keagamaan seperti pada 25 Desember nanti harus tutup. ‘’Untuk pelaksanaan dan pengawasannya akan berkerja sama dengan satpol PP untuk pegawasan. Terutama di tempat karaoke,’’ ungkapnya.
Dinporabudpar masih menunggu regulasi terbaru menjelang peringatan Nataru. Karena, sampai saat ini belum ada surat edaran untuk pencegahan Covid-19, sebelumnya sempat ada rencana penetapan PPKM tapi kemudian gagal. ‘’Maka ini masih menggunakan regulasi yang sudah ada saja,’’ pungkasnya.

Baca Juga :  ASN Manipulasi Absensi di Blora Belum Terdata

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/