alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Petugas Razia Apotik, Tak Temukan PCC

BLORA – Sejumlah petugas gabungan Satreskoba Polres dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora melakukan razia di sejumlah apotek kemarin (17/9).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya peredaran paracetamil caffein carisoprodol (PCC).

’’Pemeriksaan ini kami lakukan untuk memastikan di Blora tidak beredar obat PCC yang penyalahgunaannya bisa berhalusinasi tingkat tinggi seperti puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara,’’ kata Kasatreskoba Polres Blora AKP Suparlan. 

Razia tersebut dilakukan di beberapa tempat, seperti di Apotek K24, Apotek Sinar Sehat, Apotek Farma Kamolan, Apotek Kaliwangan, Apotik Bima, Apotek Viva Generik, Apotek Kusuma Bakti, Apotek Wahyu Sejati, Apotek Medika Farma, Apotek Rajawali, dan Apotek Saras.

Seluruh apotek yang ada di Kota Sate tersebut tak luput dari razia petugas gabungan. Walaupun tidak ditemukan adanya PCC atau obat lainnya yang mengandung karisoprodol, tetapi petugas juga melakukan pembinaan agar tidak memperjualbelikan obat tersebut.

Baca Juga :  Sopir Nyambi Jual Carnopen

Jika ditemukan, kata dia, maka akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin usahanya.

Menurut Suparlan, obat yang mengandung karisoprodol ini sebenarnya sudah dilarang beredar sejak 2013 dan ditarik dari peredaran. Namun, obat seperti PCC kembali beredar dan menelan korban di Kendari.

’’Kami selaku dari pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan dinkes dan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk antisipasi masuknya obat PCC.

Karisoprodol ini merupakan bahan baku obat keras yang efek sampingnya sangat berbahaya jika digunakan tanpa petunjuk dokter, ’’ terang dia. 

Selain PCC, petugas juga memeriksa jenis obat lainnya yang rawan disalah gunakan seperti tramadol, hexymer, dan lain-lain. ’’Pengawasan secara rutin kami lakukan.

Baca Juga :  Ringkus Bandar Carnopen di Baturetno

Selain melakukan tindakan penangkapan, apabila ada pihak yang terbukti menyalah gunakan PCC, kami juga memberikan pembinaan,’’ tandasnya.

BLORA – Sejumlah petugas gabungan Satreskoba Polres dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora melakukan razia di sejumlah apotek kemarin (17/9).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan adanya peredaran paracetamil caffein carisoprodol (PCC).

’’Pemeriksaan ini kami lakukan untuk memastikan di Blora tidak beredar obat PCC yang penyalahgunaannya bisa berhalusinasi tingkat tinggi seperti puluhan remaja di Kendari, Sulawesi Tenggara,’’ kata Kasatreskoba Polres Blora AKP Suparlan. 

Razia tersebut dilakukan di beberapa tempat, seperti di Apotek K24, Apotek Sinar Sehat, Apotek Farma Kamolan, Apotek Kaliwangan, Apotik Bima, Apotek Viva Generik, Apotek Kusuma Bakti, Apotek Wahyu Sejati, Apotek Medika Farma, Apotek Rajawali, dan Apotek Saras.

Seluruh apotek yang ada di Kota Sate tersebut tak luput dari razia petugas gabungan. Walaupun tidak ditemukan adanya PCC atau obat lainnya yang mengandung karisoprodol, tetapi petugas juga melakukan pembinaan agar tidak memperjualbelikan obat tersebut.

Baca Juga :  Liburan, Perketat Keamanan Wisata

Jika ditemukan, kata dia, maka akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin usahanya.

Menurut Suparlan, obat yang mengandung karisoprodol ini sebenarnya sudah dilarang beredar sejak 2013 dan ditarik dari peredaran. Namun, obat seperti PCC kembali beredar dan menelan korban di Kendari.

’’Kami selaku dari pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan dinkes dan melakukan pemeriksaan secara rutin untuk antisipasi masuknya obat PCC.

Karisoprodol ini merupakan bahan baku obat keras yang efek sampingnya sangat berbahaya jika digunakan tanpa petunjuk dokter, ’’ terang dia. 

Selain PCC, petugas juga memeriksa jenis obat lainnya yang rawan disalah gunakan seperti tramadol, hexymer, dan lain-lain. ’’Pengawasan secara rutin kami lakukan.

Baca Juga :  Awas Rawan Calo Perangkat Desa¬†

Selain melakukan tindakan penangkapan, apabila ada pihak yang terbukti menyalah gunakan PCC, kami juga memberikan pembinaan,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan


/