alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

PPDB SMK Tidak Ada Zonasi

BLORA – Tidak semua sekolah menerapkan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Meski SMA menerapkan zonasi, namun SMK memastikan tidak memberlakukan.Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Blora Suhardini mengatakan, pelaksanaan PPDB SMK tidak ada zonasi, karena berbeda dengan SMA. Di dalam satu kabupaten, setiap SMK tidak ada jurusan yang sama antara sekolah satu dan lainnya. “Jadi kalau ingin memilih jurusan harus memilih sekolahnya juga,” ujarnya.

Meski tidak ada zonasi, PPDB SMK ada perbedaan. Sebab, memasuki dalam jurusan dituju salah satu peserta didik harus lolos kesehatan. Objek tes kesehatan berbeda-beda. “Ada yang mengecek kesehatan mata, tinggi badan, bertato atau tidak, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pendaftar SMK-SMP Berdatangan

Ketua MKKS SMA Sudarmanto mengatakan, PPDB SMA tahun ini menggunakan sistem zonasi. Dalam klasifikasi zonasi terbagi dalam 3 zona. Yakni, zona 1 terdiri wilayah kecamatan di tempat satuan pendidikan berada, atau kecamatan lain berbatasan dengan satuan pendidikan bersangkutan baik di dalam maupun di luar kabupaten atau provinsi yang ditetapkan oleh kepala dinas.  

Zona 2 terdiri wilayah di luar zona 1 dan berada dalam satu kabupaten. Dan luar zona, adalah wilayah di luar ketentuan zona 1 dan zona 2 di dalam satu wilayah provinsi atau luar Jawa Tengah. “Penerimaan peserta didik baru diatur, jika dalam zona 1 paling sedikit 50 persen dari daya tampung satuan pendidikan,” ujarnya.

Dengan zonasi ini semakin leluasa, karena kecamatan luar Blora bisa masuk. Seperti di Kecamatan Padangan dan Kasiman Bojonegoro ikut zona SMAN 1 Cepu. Untuk pelaksanaan PPDB tahun ini sama dengan tahun sebelumnya dilakukan sistem online dimulai 1 Juli mendatang.

Baca Juga :  Pilih Wilayah Pinggiran, Empat SMA di Bojonegoro ini Layaknya SMK

BLORA – Tidak semua sekolah menerapkan zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Meski SMA menerapkan zonasi, namun SMK memastikan tidak memberlakukan.Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Blora Suhardini mengatakan, pelaksanaan PPDB SMK tidak ada zonasi, karena berbeda dengan SMA. Di dalam satu kabupaten, setiap SMK tidak ada jurusan yang sama antara sekolah satu dan lainnya. “Jadi kalau ingin memilih jurusan harus memilih sekolahnya juga,” ujarnya.

Meski tidak ada zonasi, PPDB SMK ada perbedaan. Sebab, memasuki dalam jurusan dituju salah satu peserta didik harus lolos kesehatan. Objek tes kesehatan berbeda-beda. “Ada yang mengecek kesehatan mata, tinggi badan, bertato atau tidak, dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga :  Melintas Jalan Kawasan Hutan

Ketua MKKS SMA Sudarmanto mengatakan, PPDB SMA tahun ini menggunakan sistem zonasi. Dalam klasifikasi zonasi terbagi dalam 3 zona. Yakni, zona 1 terdiri wilayah kecamatan di tempat satuan pendidikan berada, atau kecamatan lain berbatasan dengan satuan pendidikan bersangkutan baik di dalam maupun di luar kabupaten atau provinsi yang ditetapkan oleh kepala dinas.  

Zona 2 terdiri wilayah di luar zona 1 dan berada dalam satu kabupaten. Dan luar zona, adalah wilayah di luar ketentuan zona 1 dan zona 2 di dalam satu wilayah provinsi atau luar Jawa Tengah. “Penerimaan peserta didik baru diatur, jika dalam zona 1 paling sedikit 50 persen dari daya tampung satuan pendidikan,” ujarnya.

Dengan zonasi ini semakin leluasa, karena kecamatan luar Blora bisa masuk. Seperti di Kecamatan Padangan dan Kasiman Bojonegoro ikut zona SMAN 1 Cepu. Untuk pelaksanaan PPDB tahun ini sama dengan tahun sebelumnya dilakukan sistem online dimulai 1 Juli mendatang.

Baca Juga :  Sistem Zonasi, Tempat Kos Sepi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/