alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Alokasi Pupuk Subsidi Berkurang Drastis

BLORA, Radar Bojonegoro – Petani sedang memulai musim tanam padi, namun alokasi pupuk subsidi tahun ini berkurang. Jatah tahun ini 102.003 ton, sedangkan tahun lalu 113.331 ton. Pengurangan drastis jenis pupuk SP36, NKP, ZA, dan pupuk organik cair (POC). Sedangkan, ada kenaikan untuk jenis Urea dan pupuk organik tidak cair. 

Kabid Tanam Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Lilik Setyawan menjelaskan, tahun ini menadapatkan jatah pupuk subsidi 102.003 ton. Terdapat beberapa jenis pupuk tidak sesuai usulan seperti jenis Phonska. “Hanya terealisasi sekitar 35 persen dari usulan,” jelasnya. 

Secara keseluruhan alokasi pupuk subsidi tahun ini berkurang dibanding tahun lalu. Namun, terdapat peningkatan di pupuk jenis Urea, tahun lalu 42.440 ton menjadi 71.498 ton. Pupuk organik tidak cair meningkat dari 8.527 ton menjadi 21.934 ton. “Pupuk subsidi Urea tahun ini meningkat banyak,” terangnya.

Baca Juga :  Faktor Perselingkuhan Mendominasi Perceraian

Dari data diterima, pembagian dilakukan provinsi. Jumlah pupuk mengalami pengurangan yakni jenis SP36 dari 4.900 ton menjadi 192 ton. ZA 17.983 ton menjadi 414 ton, NPK 34.682 ton menjadi 26.423 ton. Sedangkan, jenis POC tahun ini tidak tersedia.  

Lilik menjelaskan, pupuk akan dibagikan kepada petani telah masuk pada rencana detail kebutuhan kelompok elektronik (e-RDKK). Hal itu disesuaikan aturan di atasnya seperti peraturan menteri pertanian (permentan) dan tentang alokasi dari provinsi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sugeng menjelaskan, akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk penyaluran pupuk awal tahun ini. “Minggu-minggu ini kami akan mulai membahas penyaluran,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, penyaluran tidak ada kendala. Sebaliknya, kendala terjadi saat pertengahan tahun. Pupuk tidak kunjung diambil petani. Rerata saat pertengahan tahun, petani tidak menenam padi. “Rerata tanah di Blora bero (tidak ditanami) kalau pertengahan tahun,” ungkap dia. (luk)

Baca Juga :  Tewas Tersengat Listrik di Atas Pohon

Naik Turun Jatah Pupuk Bersubsidi

Jenis Pupuk                2021 2022

SP36                     4.900 ton 192 ton. 

ZA                   17.983 ton 414 ton

NPK                   34.682 ton    26.423 ton.

Urea                   42.440 ton    71.498 ton 

Pupuk organik tidak cair     8.527 ton    21.934 ton

BLORA, Radar Bojonegoro – Petani sedang memulai musim tanam padi, namun alokasi pupuk subsidi tahun ini berkurang. Jatah tahun ini 102.003 ton, sedangkan tahun lalu 113.331 ton. Pengurangan drastis jenis pupuk SP36, NKP, ZA, dan pupuk organik cair (POC). Sedangkan, ada kenaikan untuk jenis Urea dan pupuk organik tidak cair. 

Kabid Tanam Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Lilik Setyawan menjelaskan, tahun ini menadapatkan jatah pupuk subsidi 102.003 ton. Terdapat beberapa jenis pupuk tidak sesuai usulan seperti jenis Phonska. “Hanya terealisasi sekitar 35 persen dari usulan,” jelasnya. 

Secara keseluruhan alokasi pupuk subsidi tahun ini berkurang dibanding tahun lalu. Namun, terdapat peningkatan di pupuk jenis Urea, tahun lalu 42.440 ton menjadi 71.498 ton. Pupuk organik tidak cair meningkat dari 8.527 ton menjadi 21.934 ton. “Pupuk subsidi Urea tahun ini meningkat banyak,” terangnya.

Baca Juga :  Baru Dua Pendaftar

Dari data diterima, pembagian dilakukan provinsi. Jumlah pupuk mengalami pengurangan yakni jenis SP36 dari 4.900 ton menjadi 192 ton. ZA 17.983 ton menjadi 414 ton, NPK 34.682 ton menjadi 26.423 ton. Sedangkan, jenis POC tahun ini tidak tersedia.  

Lilik menjelaskan, pupuk akan dibagikan kepada petani telah masuk pada rencana detail kebutuhan kelompok elektronik (e-RDKK). Hal itu disesuaikan aturan di atasnya seperti peraturan menteri pertanian (permentan) dan tentang alokasi dari provinsi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Sugeng menjelaskan, akan segera berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk penyaluran pupuk awal tahun ini. “Minggu-minggu ini kami akan mulai membahas penyaluran,” ungkapnya.

Menurut Sugeng, penyaluran tidak ada kendala. Sebaliknya, kendala terjadi saat pertengahan tahun. Pupuk tidak kunjung diambil petani. Rerata saat pertengahan tahun, petani tidak menenam padi. “Rerata tanah di Blora bero (tidak ditanami) kalau pertengahan tahun,” ungkap dia. (luk)

Baca Juga :  Usulkan Jalan Nasional Cepu - Purwodadi

Naik Turun Jatah Pupuk Bersubsidi

Jenis Pupuk                2021 2022

SP36                     4.900 ton 192 ton. 

ZA                   17.983 ton 414 ton

NPK                   34.682 ton    26.423 ton.

Urea                   42.440 ton    71.498 ton 

Pupuk organik tidak cair     8.527 ton    21.934 ton

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/