alexametrics
32.5 C
Bojonegoro
Thursday, August 11, 2022

Harga Cabai Tak Stabil

BLORA – Harga cabai selalu naik turun. Tapi seminggu terakhir harga cabai terus alami penurunan. Khususnya cabai keriting merah dan hijau. Kemarin harga cabai Rp 9.000 sampai Rp 10.000  per kilogram. Harga cabai tersebut sudah dianggap biasa oleh pedagang. Karena selama ini harga cabai tidak pernah stabil.

Sadi, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Blora mengatakan, dia mengambil dari tengkulak seharga Rp 8.000 per kilogram. Lalu dia jual ke pembeli dari harga Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kilogram. Harga ini menurutnya sangat turun daripada satu bulan lalu. “Sekitar sebulan lalu cabai merah keriting satu kilonya bisa sampai Rp 15.000 sampai Rp 25.000,” ujarnya.

Baca Juga :  Anak Yatim Korban Covid Diberi Kuota

Berbeda dengan Suparni, pedagang cabai yang berada di sepanjang Jalan Mr Iskandar Blora. Kemarin menjual cabai merah kisaran harga Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kilogram. Sedangkan cabai hijau Rp 8.000.

Terpisah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Blora kemarin (17/1) melakukan kegiatan borong cabai dari petani  sebagai bentuk perhatian, solidaritas, dan peduli kepada petani cabai. Hal itu dilakukan untuk membantu mendongkrak harga cabai dari petani agar tidak terlalu merugi saat dibeli dengan harga rendah oleh tengkulak. Anggota DWP Blora membeli langsung dari petani di Desa Turirejo, Kecamatan Jepon. “Saya rasa cabai itu dibutuhkan, apalagi ibu-ibu,” ujar Ketua DWP Blora Ratnasari Komang Gede Irawadi.

Baca Juga :  Pelunasan Biaya Haji Tunggu Keppres

Pihaknya tidak membeli cabai tersebut seperti harga tengkulak. Tapi menggunakan harga pasar. “Dibeli oleh tengkulak bekisar antara Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, tapi kami membeli Rp 15.000 per kilogram,” terangnya. (fud/aam)

BLORA – Harga cabai selalu naik turun. Tapi seminggu terakhir harga cabai terus alami penurunan. Khususnya cabai keriting merah dan hijau. Kemarin harga cabai Rp 9.000 sampai Rp 10.000  per kilogram. Harga cabai tersebut sudah dianggap biasa oleh pedagang. Karena selama ini harga cabai tidak pernah stabil.

Sadi, salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Blora mengatakan, dia mengambil dari tengkulak seharga Rp 8.000 per kilogram. Lalu dia jual ke pembeli dari harga Rp 9.000 sampai Rp 10.000 per kilogram. Harga ini menurutnya sangat turun daripada satu bulan lalu. “Sekitar sebulan lalu cabai merah keriting satu kilonya bisa sampai Rp 15.000 sampai Rp 25.000,” ujarnya.

Baca Juga :  DLH Telaah Dua Laporan Dugaan Pencemaran Lingkungan

Berbeda dengan Suparni, pedagang cabai yang berada di sepanjang Jalan Mr Iskandar Blora. Kemarin menjual cabai merah kisaran harga Rp 11.000 sampai Rp 12.000 per kilogram. Sedangkan cabai hijau Rp 8.000.

Terpisah, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Blora kemarin (17/1) melakukan kegiatan borong cabai dari petani  sebagai bentuk perhatian, solidaritas, dan peduli kepada petani cabai. Hal itu dilakukan untuk membantu mendongkrak harga cabai dari petani agar tidak terlalu merugi saat dibeli dengan harga rendah oleh tengkulak. Anggota DWP Blora membeli langsung dari petani di Desa Turirejo, Kecamatan Jepon. “Saya rasa cabai itu dibutuhkan, apalagi ibu-ibu,” ujar Ketua DWP Blora Ratnasari Komang Gede Irawadi.

Baca Juga :  Satu Yayasan, Sekolah Tidak Terganggu UNBK dan USBN Bersamaan

Pihaknya tidak membeli cabai tersebut seperti harga tengkulak. Tapi menggunakan harga pasar. “Dibeli oleh tengkulak bekisar antara Rp 6.000 hingga Rp 8.000 per kilogram, tapi kami membeli Rp 15.000 per kilogram,” terangnya. (fud/aam)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Laga Berakhir di Titik Putih

Tim Kota Lamongan Saling Sikut

Berharap Dihelat Setiap Tahun

16 Besar Digelar tanpa Penonton


/