alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Usai Merdeka Diganti Sekolah Rakyat

- Advertisement -

PEMERHATI sejarah dan kebudayaan Cepu Temy Setiawan membenarkan jika ada pengiriman guru dari pihak Belanda. Namun hanya sebagai pengajar anak-anak Eropa dan yang mempunyai agama Kristen. Ia menjelaskan bahwa sentral pendidikan di Cepu tidak jauh dari keramaian di sekitar kantor Jalan Diponegoro saat ini.

 

“SDN 1 itu memang bangunan Belanda. Dahulu ada pengiriman guru-guru di Cepu namun hanya untuk anak-anak Eropa saja,” jelasnya.

 

Namun, identitas HIS mulai diganti sejak Indonesia merdeka. HIS kemudian berubah menjadi Sekolah Rakyat. Sutrimo penjaga sekolah SDN 1 Cepu mengatakan, bangunan SDN tersebut sudah pernah diperbaiki. Namun tidak mengubah bentuk aslinya. Hanya menambal tembok mulai keropos. Serta menambah penyangga di bawahnya bangunan agar lebih kuat.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat dan Dinamika Berebut Siswa
- Advertisement -

 

“Kalau dulu di bawah bangunan ini bolong, jadi dibuat mainan saat kecil,” jelasnya.

 

Selain bangunan sekolah, menurut Sutrimo terdapat bangunan yang digunakan sarana olahraga bagi orang-orang Eropa. Dari bangunan yang melingkar segi empat dua bangunan di selatan dan utara digunakan untuk pendidikan. Sedangakan bangunan di timur dan barat digunakan untuk sarana olahraga.

 

“Dulu banyak alat-alat olahraga disana (gedung),” jelasnya. (luk/rij)

PEMERHATI sejarah dan kebudayaan Cepu Temy Setiawan membenarkan jika ada pengiriman guru dari pihak Belanda. Namun hanya sebagai pengajar anak-anak Eropa dan yang mempunyai agama Kristen. Ia menjelaskan bahwa sentral pendidikan di Cepu tidak jauh dari keramaian di sekitar kantor Jalan Diponegoro saat ini.

 

“SDN 1 itu memang bangunan Belanda. Dahulu ada pengiriman guru-guru di Cepu namun hanya untuk anak-anak Eropa saja,” jelasnya.

 

Namun, identitas HIS mulai diganti sejak Indonesia merdeka. HIS kemudian berubah menjadi Sekolah Rakyat. Sutrimo penjaga sekolah SDN 1 Cepu mengatakan, bangunan SDN tersebut sudah pernah diperbaiki. Namun tidak mengubah bentuk aslinya. Hanya menambal tembok mulai keropos. Serta menambah penyangga di bawahnya bangunan agar lebih kuat.

Baca Juga :  Bupati Tak Setuju Impor Beras
- Advertisement -

 

“Kalau dulu di bawah bangunan ini bolong, jadi dibuat mainan saat kecil,” jelasnya.

 

Selain bangunan sekolah, menurut Sutrimo terdapat bangunan yang digunakan sarana olahraga bagi orang-orang Eropa. Dari bangunan yang melingkar segi empat dua bangunan di selatan dan utara digunakan untuk pendidikan. Sedangakan bangunan di timur dan barat digunakan untuk sarana olahraga.

 

“Dulu banyak alat-alat olahraga disana (gedung),” jelasnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/