alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Berharap Ada Penataan PKL 

- Advertisement -

CEPU, Radar Bojonegoro – Taman Seribu Lampu (TSL) sudah selesai dibangun. Kini taman 3, 4, dan 5, menjadi tempat kunjungan baru. Bahkan ketika malam, di taman 3 menjadi magnet berswafoto. Ada bangunan setengah lingkaran berlampu terang. 

Lampu hias itulah yang membuat warga Kecamatan Cepu dan sekitarnya mengincarnya untuk mengabadikan foto. Diperlukan tata kelola di TSL yang menjadi destinasi warga ini dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL).

Anisa Tri Suryaningrum, salah satu pengunjung mengatakan, lokasi taman cukup instagramable. ’’Saya baru kali pertama di sini,’’ ujar pengunjung asal Kecamatan Cepu tersebut. 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, rerata pengunjung TSL tidak sendirian. Mereka berkelompok. Bersama keluarga hingga teman-temannya. Saling bergantian memfoto. Anisa mengakui bersama teman-temannya dengan pede berfoto di semua sisi TSL. Apalagi di spot ada lampunya yang mendukung berfoto ketika malam. 

Baca Juga :  Pergantian Antarwaktu Tunggu Inkracht

Menurut Anisa, TSL yang baru dibangun ini akan menjadi tempat kunjungan bagi warga. Dia berharap tata kelola diutamakan untuk menunjang TSL. Sehingga, disayangkan jika TSL yang sudah dibangun dengan baik ini akan menjadi tempat pedagang kaki lima (PKL). Menurutnya, saat ini ada beberapa tempat menjadi spot foto bagus. Yakni, di lokasi lampu hias, kereta api, dan di taman 6. 

- Advertisement -

Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, TSL ini memang dikonsep menjadi taman tematik. Seperti terdapat sumur angguk. Dan sekarang ada kereta tua di taman 6.  ’’Syukur-syukur kalau nanti diberi pesawat juga biar lebih lengkap,’’ imbuhnya.

Selesainya TSL, menurut Luluk, ke depannya agar menjadi tempat kunjungan bagi warga Cepu dan sekitarnya di akhir pekan. ’’Bisa tempat beristirahat sembari berswafoto,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Sebanyak 82 Aparatur Sipil Negara Bakal Pensiun

Disinggung penataan PKL yang dulu menempati taman 3, 4, dan 5? Dia mengatakan, sampai saat ini masih belum mengetahui untuk tindak lanjutnya. ’’Kalau awal, bupati mengizinkan PKL berjualan, nggak tahu untuk sekarang,’’ ungkap dia. (fud/rij)

CEPU, Radar Bojonegoro – Taman Seribu Lampu (TSL) sudah selesai dibangun. Kini taman 3, 4, dan 5, menjadi tempat kunjungan baru. Bahkan ketika malam, di taman 3 menjadi magnet berswafoto. Ada bangunan setengah lingkaran berlampu terang. 

Lampu hias itulah yang membuat warga Kecamatan Cepu dan sekitarnya mengincarnya untuk mengabadikan foto. Diperlukan tata kelola di TSL yang menjadi destinasi warga ini dengan kehadiran pedagang kaki lima (PKL).

Anisa Tri Suryaningrum, salah satu pengunjung mengatakan, lokasi taman cukup instagramable. ’’Saya baru kali pertama di sini,’’ ujar pengunjung asal Kecamatan Cepu tersebut. 

Pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, rerata pengunjung TSL tidak sendirian. Mereka berkelompok. Bersama keluarga hingga teman-temannya. Saling bergantian memfoto. Anisa mengakui bersama teman-temannya dengan pede berfoto di semua sisi TSL. Apalagi di spot ada lampunya yang mendukung berfoto ketika malam. 

Baca Juga :  Sebanyak 82 Aparatur Sipil Negara Bakal Pensiun

Menurut Anisa, TSL yang baru dibangun ini akan menjadi tempat kunjungan bagi warga. Dia berharap tata kelola diutamakan untuk menunjang TSL. Sehingga, disayangkan jika TSL yang sudah dibangun dengan baik ini akan menjadi tempat pedagang kaki lima (PKL). Menurutnya, saat ini ada beberapa tempat menjadi spot foto bagus. Yakni, di lokasi lampu hias, kereta api, dan di taman 6. 

- Advertisement -

Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariadi mengatakan, TSL ini memang dikonsep menjadi taman tematik. Seperti terdapat sumur angguk. Dan sekarang ada kereta tua di taman 6.  ’’Syukur-syukur kalau nanti diberi pesawat juga biar lebih lengkap,’’ imbuhnya.

Selesainya TSL, menurut Luluk, ke depannya agar menjadi tempat kunjungan bagi warga Cepu dan sekitarnya di akhir pekan. ’’Bisa tempat beristirahat sembari berswafoto,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Khawatir Verifikasi BPNT Berdasar Kedekatan

Disinggung penataan PKL yang dulu menempati taman 3, 4, dan 5? Dia mengatakan, sampai saat ini masih belum mengetahui untuk tindak lanjutnya. ’’Kalau awal, bupati mengizinkan PKL berjualan, nggak tahu untuk sekarang,’’ ungkap dia. (fud/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/