alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Keluhkan Air PDAM Keruh, Warga Gunakan Air Galon untuk Masak 

CEPU – Seminggu terakhir air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Cepu keruh. Dampaknya, para pelanggan tak berani menggunakan air tersebut untuk memasak. Mereka terpaksa menggunakan air isi ulang di galon. 

Menurut Ninin, air PDAM tak layak dikonsumsi. Sehingga, untuk memasak maupun kebutuhan lainnya menggunakan air isi ulang. Kondisi air terlihat keruh di Gang 6 Kelurahan Cepu. Air nampak kecokelatan. Air di kamar mandi sudah sejak dua hari terakhir pun demikian. Bahkan, sempat dikuras warna air yang keluar masih dengan warna yang cokelat kemerahan. 

“Padahal ini sudah saya kasih penyaring dari kain. Tapi tetap tidak bepengaruh,” ujar Ninin saat ditemui di rumahnya kemarin (15/11). 

Baca Juga :  Siapkan Tim Urai Kemacetan di Bojonegoro

Ninin menjelaskan, meski kondisi air tidak layak tetapi tidak berbau. Dia mengaku, saat melihat warnanya yang begitu keruh membuatnya tidak nyaman untuk menggunakan air. “Mau dipakai sikat gigi itu gak bisa,” ujarnya.

Yayuk warga Lorong 6 Kelurahan Cepu yang lain mengatakan, sejak seminggu terahir kondisi air di rumahnya tidak jernih “Kalau mau saya pakai saya biarkan mengendap dulu di bak selama dua hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Amerta Cepu Muhamad Ali menjelaskan, dari keruhnya air PDAM Cepu kemungkinan karena adanya endapan lumpur di ujung pipa penyaluran. Agar kembali jernih pihaknya akan melakukan wash out atau membuang endapan lumpur di ujung pipa. 

Baca Juga :  Belum Ada ­Peraturan Betor 

Ali melanjutkan, jika penyebab keruh itu karena pencemaran Sungai Bengawan Solo akibat pembuangan limbah, maka tidak bisa dilakukan penjernihan. “Meskipun diberi cairan pembersih sebanyak mungkin, kualitas airnya tetap keruh,” ungkapnya. 

CEPU – Seminggu terakhir air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Amerta Cepu keruh. Dampaknya, para pelanggan tak berani menggunakan air tersebut untuk memasak. Mereka terpaksa menggunakan air isi ulang di galon. 

Menurut Ninin, air PDAM tak layak dikonsumsi. Sehingga, untuk memasak maupun kebutuhan lainnya menggunakan air isi ulang. Kondisi air terlihat keruh di Gang 6 Kelurahan Cepu. Air nampak kecokelatan. Air di kamar mandi sudah sejak dua hari terakhir pun demikian. Bahkan, sempat dikuras warna air yang keluar masih dengan warna yang cokelat kemerahan. 

“Padahal ini sudah saya kasih penyaring dari kain. Tapi tetap tidak bepengaruh,” ujar Ninin saat ditemui di rumahnya kemarin (15/11). 

Baca Juga :  Siswa Baru Ditoleransi Selama 2 Bulan

Ninin menjelaskan, meski kondisi air tidak layak tetapi tidak berbau. Dia mengaku, saat melihat warnanya yang begitu keruh membuatnya tidak nyaman untuk menggunakan air. “Mau dipakai sikat gigi itu gak bisa,” ujarnya.

Yayuk warga Lorong 6 Kelurahan Cepu yang lain mengatakan, sejak seminggu terahir kondisi air di rumahnya tidak jernih “Kalau mau saya pakai saya biarkan mengendap dulu di bak selama dua hari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PDAM Tirta Amerta Cepu Muhamad Ali menjelaskan, dari keruhnya air PDAM Cepu kemungkinan karena adanya endapan lumpur di ujung pipa penyaluran. Agar kembali jernih pihaknya akan melakukan wash out atau membuang endapan lumpur di ujung pipa. 

Baca Juga :  Belum Ada ­Peraturan Betor 

Ali melanjutkan, jika penyebab keruh itu karena pencemaran Sungai Bengawan Solo akibat pembuangan limbah, maka tidak bisa dilakukan penjernihan. “Meskipun diberi cairan pembersih sebanyak mungkin, kualitas airnya tetap keruh,” ungkapnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Tes Perangkat Diundur

Harga Tanah Jauh Meroket di atas NJOP

Bertambah Tiga Cabor Baru

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/