alexametrics
33.4 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Penumpang Kereta Jarak Jauh

Diperketat Lagi, Vaksin Booster atau Tes PCR

- Advertisement -

’’Penumpang di bawah usia 6 tahun tidak perlu menunjukan tes PCR hanya pendampingnya saja.’’

KRISBIYANTORO, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang

CEPU, Radar Bojonegoro – Penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai diperketat protokol kesehatan (prokes). Penumpang usia 18 tahun ke atas harus sudah vaksin booster. Jika belum booster, diharuskan tes PCR. Pengetatan prokes ini diterapkan per kemarin (15/8).

 

Manajer Humas Kereta Api Indoensia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang Krisbiyantoro menjelaskan, penumpang KA jarak jauh belum mendapatkan vaksinasi ketiga (booster) wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam. “Kami mendukung seluruh kebijakan pemerintah perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinkes Lamongan Penuhi Target Kemendagri

 

Aturan tersebut menyesuaikan terbitnya surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 80 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 pada 11 Agustus 2022. “Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan kembali penyebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Wisnu.

- Advertisement -

 

Begitu juga dengan tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Serta hasil negatif tes PCR. Sedangkan penumpang kereta api lokal hanya dibuktikan vaksinasi dosis pertama.

 

“Penumpang di bawah usia 6 tahun tidak perlu menunjukan tes PCR hanya pendampingnya saja,” jelasnya.

 

Dia menjelaskan, masa transisi sosialisasi aturan baru, khusus penumpang dengan tiket keberangkatan (15/8) hingga (17/8) yang membatalkan tiket, biaya dikembalikan sepenuhnya.

Baca Juga :  Hanya Empat Madrasah di Blora Terapkan Kurikulum Merdeka

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edi Widayat saat dikonfirmasi terkait cakupan vaksinasi di daerah belum memberikan jawaban. Namun, berdasar laman resmi dinasnya kemarin (15/8) terdapat 4 pasien Covid-19 melakukan isolasi mandiri. (luk/rij)

’’Penumpang di bawah usia 6 tahun tidak perlu menunjukan tes PCR hanya pendampingnya saja.’’

KRISBIYANTORO, Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang

CEPU, Radar Bojonegoro – Penumpang kereta api (KA) jarak jauh mulai diperketat protokol kesehatan (prokes). Penumpang usia 18 tahun ke atas harus sudah vaksin booster. Jika belum booster, diharuskan tes PCR. Pengetatan prokes ini diterapkan per kemarin (15/8).

 

Manajer Humas Kereta Api Indoensia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang Krisbiyantoro menjelaskan, penumpang KA jarak jauh belum mendapatkan vaksinasi ketiga (booster) wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR 3×24 jam. “Kami mendukung seluruh kebijakan pemerintah perjalanan kereta api di masa pandemi Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga :  Kankemenag Blora: Waspada Tawaran Biro Travel Abal-Abal

 

Aturan tersebut menyesuaikan terbitnya surat edaran (SE) Kementerian Perhubungan Nomor 80 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 pada 11 Agustus 2022. “Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan kembali penyebaran Covid-19 di masyarakat,” kata Wisnu.

- Advertisement -

 

Begitu juga dengan tidak atau belum divaksin dengan alasan medis, penumpang wajib menunjukkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah. Serta hasil negatif tes PCR. Sedangkan penumpang kereta api lokal hanya dibuktikan vaksinasi dosis pertama.

 

“Penumpang di bawah usia 6 tahun tidak perlu menunjukan tes PCR hanya pendampingnya saja,” jelasnya.

 

Dia menjelaskan, masa transisi sosialisasi aturan baru, khusus penumpang dengan tiket keberangkatan (15/8) hingga (17/8) yang membatalkan tiket, biaya dikembalikan sepenuhnya.

Baca Juga :  Terbanyak Jabatan Kadus yang Kosong

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Edi Widayat saat dikonfirmasi terkait cakupan vaksinasi di daerah belum memberikan jawaban. Namun, berdasar laman resmi dinasnya kemarin (15/8) terdapat 4 pasien Covid-19 melakukan isolasi mandiri. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/