alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Blora Kota Jadi Pusat Kegiatan Lokal

Cepu Dikonsep Mengoneksi Antarwilayah

- Advertisement -

Pembahasan Rencana Detail Tata Ruang

BLORA, Radar Bojonegoro – Wilayah Blora perkotaan dan Kecamatan Cepu mulai dikonsep dalam rencana detail tata ruang (RDTR). Dua kecamatan progres laporan pendahuluan. Rencananya Kecamatan Cepu jadi pusat kegiatan wilayah (PKW). Sedangkan, Kecamatan Blora pusat kegiatan lokal (PKL).

 

Pembahasan RDTR akan melibatkan aparatur desa di Kecamatan Cepu. Sekaligus menerima usulan agar pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. “Dalam pembahasan nanti akan menggali data dari bawah, langsung dari masyarakat. Sehingga pembangunan kawasan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Camat Cepu Budiman kemarin (15/8).

 

Budiman membenarkan jika ke depan akan ada pembahasan di kecamatan tindak lanjut RDTR. Pihaknya akan mengundang perwakilan tiap desa. Meliputi kepala desa (kades) dan kepala urusan (kaur).

Baca Juga :  Mobil Pengiriman Rusak, Tidak Jualan Pertalite 10 Jam
- Advertisement -

 

Menurut dia, Kecamatan Cepu menjadi isu strategis. Sebab terdapat Bandara Ngloram, stasiun, dan terminal. Melayani aktivitas warga antarprovinsi. Selain itu, pesatnya perkembangan Cepu menjadi penting untuk penataan tata kelola wilayah.

 

Kecamatan Cepu dalam pembahasan RDTR akan diproyeksikan menjadi PKW. Sedangkan untuk Kecamatan Blora diproyeksikan sebagai PKL. “Cepu kategorinya pusat kegiatan wilayah, kawasan perkotaan Cepu melayani kegiatan skala provinsi dan antarkabupaten,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Banar Suharjanto menjelaskan, pembahasan RDTR dua kecamatan tahun ini tahap pembahasan laporan pendahuluan. Sebelumnya proses lelang selesai.

 

Rencananya akan ada dua kali pembahasan dengan stakeholder tiap kecamatan. Banar Suharjanto menargetkan tahun ini bisa terealisasi sesuai kontrak yakni pembuatan rancangan peraturan kepala daerah (raperkada).

Baca Juga :  Dua Anak Berhadapan Hukum di Blora

 

“Pembahasan pertama kemungkinan September. Kedua belum kami jadwalkan lihat progres pekerjaannya dulu, syukur jika bisa lebih dari itu, misalnya sudah bisa konsultasi ke kementerian,” jelasnya. (luk/rij)

Pembahasan Rencana Detail Tata Ruang

BLORA, Radar Bojonegoro – Wilayah Blora perkotaan dan Kecamatan Cepu mulai dikonsep dalam rencana detail tata ruang (RDTR). Dua kecamatan progres laporan pendahuluan. Rencananya Kecamatan Cepu jadi pusat kegiatan wilayah (PKW). Sedangkan, Kecamatan Blora pusat kegiatan lokal (PKL).

 

Pembahasan RDTR akan melibatkan aparatur desa di Kecamatan Cepu. Sekaligus menerima usulan agar pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat. “Dalam pembahasan nanti akan menggali data dari bawah, langsung dari masyarakat. Sehingga pembangunan kawasan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Camat Cepu Budiman kemarin (15/8).

 

Budiman membenarkan jika ke depan akan ada pembahasan di kecamatan tindak lanjut RDTR. Pihaknya akan mengundang perwakilan tiap desa. Meliputi kepala desa (kades) dan kepala urusan (kaur).

Baca Juga :  Kolam Terbengkalai dan Kekurangan SDM  
- Advertisement -

 

Menurut dia, Kecamatan Cepu menjadi isu strategis. Sebab terdapat Bandara Ngloram, stasiun, dan terminal. Melayani aktivitas warga antarprovinsi. Selain itu, pesatnya perkembangan Cepu menjadi penting untuk penataan tata kelola wilayah.

 

Kecamatan Cepu dalam pembahasan RDTR akan diproyeksikan menjadi PKW. Sedangkan untuk Kecamatan Blora diproyeksikan sebagai PKL. “Cepu kategorinya pusat kegiatan wilayah, kawasan perkotaan Cepu melayani kegiatan skala provinsi dan antarkabupaten,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Banar Suharjanto menjelaskan, pembahasan RDTR dua kecamatan tahun ini tahap pembahasan laporan pendahuluan. Sebelumnya proses lelang selesai.

 

Rencananya akan ada dua kali pembahasan dengan stakeholder tiap kecamatan. Banar Suharjanto menargetkan tahun ini bisa terealisasi sesuai kontrak yakni pembuatan rancangan peraturan kepala daerah (raperkada).

Baca Juga :  Indeks Pembangunan Manusia Blora Tumbuh 0,53 Persen

 

“Pembahasan pertama kemungkinan September. Kedua belum kami jadwalkan lihat progres pekerjaannya dulu, syukur jika bisa lebih dari itu, misalnya sudah bisa konsultasi ke kementerian,” jelasnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Kinerja PPDP Diawasi dan Dikawal PPL

Pasar Batik Masih Terbatas

Kantongi Dua Nama Kades

Ayo, Libas Bajol Ijo 

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/