alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Elpiji Diprediksi Naik 4 Persen

BLORA – Pengajuan usulan kuota alokasi elpiji 3 kilogram (kg) pada 2018 diprediksi hanya dinaikkan 4 persen. Padahal, sebelumnya mengusulkan penambahan 30 persen. Staf Bagian Perekonomian Setda Blora Tulus Prasetiyo mengatakan, pengajuan alokasi tabung gas elpiji bersubsidi tahun ini sekitar 30 persen. Yakni 6.580.798 tabung gas, dari sebelumnya 5.593.334 tabung. 

Namun, usulan alokasi ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, dari pengajuan 30 persen, melihat APBN 2018 ini, dia pesimistis akan terealisasi. ‘’Kalau melihat APBN 2018, mungkin naiknya hanya 4 persen,” ujar Tulus sapaannya.

Mengacu kebutuhan elpiji bersubsidi tahun lalu, kata dia, kenaikan 4 persen dinilai sudah cukup. Selain itu, pengawasan elpiji juga semakin diperketat. Dengan membentuk pangkalan di desa. Hanya, penetapan alokasi elpiji 3 kilogram ini dilakukan Maret dan April nanti. Karena, Pemkab Blora perlu mengajukan usulan kuota ke pemerintah provinsi, lalu diteruskan ke Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Disdag Awasi Tiga Pangkalan Elpiji Melanggar

Meski kuota saat ini belum ditetapkan, menurut Tulus, menjamin distribusi elpiji tidak ada kendala. Sebab, Pertamina diberikan tugas menjaga pasokan elpiji dan menjamin tidak terjadi kelangkaan.

Indikasinya, kata dia, kebutuhan elpiji Januari ini diukur jumlah alokasi pada Juni 2017. Karena Juni 2017, jumlah alokasi paling banyak. ‘’Jadi Pertamina sudah menjamin kesediaan tabung elpiji 3 kilogram meskipun belum disahkan,’’ ujarnya.

Realisasi penyaluran elpiji 3 kilogram pada 2017 ini tidak mengalamai over kuota. Dari kuota 2017 sebanyak 5.593.334 tabung, realisasinya hanya 5.505.640 tabung. Berbeda dengan 2016 lalu mengalami over kuota.

BLORA – Pengajuan usulan kuota alokasi elpiji 3 kilogram (kg) pada 2018 diprediksi hanya dinaikkan 4 persen. Padahal, sebelumnya mengusulkan penambahan 30 persen. Staf Bagian Perekonomian Setda Blora Tulus Prasetiyo mengatakan, pengajuan alokasi tabung gas elpiji bersubsidi tahun ini sekitar 30 persen. Yakni 6.580.798 tabung gas, dari sebelumnya 5.593.334 tabung. 

Namun, usulan alokasi ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, dari pengajuan 30 persen, melihat APBN 2018 ini, dia pesimistis akan terealisasi. ‘’Kalau melihat APBN 2018, mungkin naiknya hanya 4 persen,” ujar Tulus sapaannya.

Mengacu kebutuhan elpiji bersubsidi tahun lalu, kata dia, kenaikan 4 persen dinilai sudah cukup. Selain itu, pengawasan elpiji juga semakin diperketat. Dengan membentuk pangkalan di desa. Hanya, penetapan alokasi elpiji 3 kilogram ini dilakukan Maret dan April nanti. Karena, Pemkab Blora perlu mengajukan usulan kuota ke pemerintah provinsi, lalu diteruskan ke Kementerian ESDM.

Baca Juga :  Mendesak, Pangkalan Elpiji Khusus Nelayan  

Meski kuota saat ini belum ditetapkan, menurut Tulus, menjamin distribusi elpiji tidak ada kendala. Sebab, Pertamina diberikan tugas menjaga pasokan elpiji dan menjamin tidak terjadi kelangkaan.

Indikasinya, kata dia, kebutuhan elpiji Januari ini diukur jumlah alokasi pada Juni 2017. Karena Juni 2017, jumlah alokasi paling banyak. ‘’Jadi Pertamina sudah menjamin kesediaan tabung elpiji 3 kilogram meskipun belum disahkan,’’ ujarnya.

Realisasi penyaluran elpiji 3 kilogram pada 2017 ini tidak mengalamai over kuota. Dari kuota 2017 sebanyak 5.593.334 tabung, realisasinya hanya 5.505.640 tabung. Berbeda dengan 2016 lalu mengalami over kuota.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/