alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Kades Keberatan Tukar Guling

CEPU – Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyorejo, Kecamatan Cepu, bersikukuh mempertahankan pasar di desanya.

Sebagai aset desa tercatat di buku C, pemdes menyoroti tukar guling dilakukan Pemkab Blora dianggap tidak seimbang. Karena itu, mereka tetap menganggap Pasar Mulyorejo aset desa.

Kades Mulyorejo Joko Purwanto mengatakan, akan mempertahankan Pasar Mulyorejo sebagai aset desa, meskipun Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora mengklaim sebagai aset pemkab.

Secara administratif tidak tertulis, Pasar Mulyorejo itu milik desa. 

Meski BPPKAD memastikan adanya tukar guling dengan tanah berada di Desa Tambakromo, kata Joko, itu sangat tidak seimbang.

Karena tanah berada di Pasar Mulyorejo ini dengan tanah di Desa Tambakromo jika dihitung secara ekonomi tidak sebanding. Meskipun, luas tanah di Desa Tambakromo lebih besar. 

Baca Juga :  Bupati Blora Komitmen Bangun Infrastruktur Wilayah Selatan

”Lihat toh mana ada yang mau tanah seperti di Desa Mulyorejo dengan tanah yang strategis ditukarkan dengan tanah di tengah perkebunan yang tandus,” tegasnya.

Paling tidak, lanjut kades, jika ada tukar guling tanah setidaknya harus memiliki nilai sama. Yakni, sama-sama memiliki nilai ekonomis dan untuk kontribusi desa. Jangan sampai itu tidak memilik kontribusi apa-apa.  

Selain itu, pemdes saat ini ingin membuat BUMDes yang nantinya memberikan pemasukan ke desa. Inginnya dari desa menjadikan Pasar Mulyorejo menjadi pasar desa yang menjadi BUMDes.

Meskipun BPPKAD tetap bersikukuh mengakui jika itu aset pemkab, dia tetap mempertahankan, jika tidak ada pengganti yang seimbang. ”Kami juga memiliki bukti jika pasar itu milik desa,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Dua Pohon Tua Ditebang

CEPU – Pemerintah Desa (Pemdes) Mulyorejo, Kecamatan Cepu, bersikukuh mempertahankan pasar di desanya.

Sebagai aset desa tercatat di buku C, pemdes menyoroti tukar guling dilakukan Pemkab Blora dianggap tidak seimbang. Karena itu, mereka tetap menganggap Pasar Mulyorejo aset desa.

Kades Mulyorejo Joko Purwanto mengatakan, akan mempertahankan Pasar Mulyorejo sebagai aset desa, meskipun Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora mengklaim sebagai aset pemkab.

Secara administratif tidak tertulis, Pasar Mulyorejo itu milik desa. 

Meski BPPKAD memastikan adanya tukar guling dengan tanah berada di Desa Tambakromo, kata Joko, itu sangat tidak seimbang.

Karena tanah berada di Pasar Mulyorejo ini dengan tanah di Desa Tambakromo jika dihitung secara ekonomi tidak sebanding. Meskipun, luas tanah di Desa Tambakromo lebih besar. 

Baca Juga :  Harga Minyak Goreng Stabil, Waswas Kelangkaan Terulang di Cepu

”Lihat toh mana ada yang mau tanah seperti di Desa Mulyorejo dengan tanah yang strategis ditukarkan dengan tanah di tengah perkebunan yang tandus,” tegasnya.

Paling tidak, lanjut kades, jika ada tukar guling tanah setidaknya harus memiliki nilai sama. Yakni, sama-sama memiliki nilai ekonomis dan untuk kontribusi desa. Jangan sampai itu tidak memilik kontribusi apa-apa.  

Selain itu, pemdes saat ini ingin membuat BUMDes yang nantinya memberikan pemasukan ke desa. Inginnya dari desa menjadikan Pasar Mulyorejo menjadi pasar desa yang menjadi BUMDes.

Meskipun BPPKAD tetap bersikukuh mengakui jika itu aset pemkab, dia tetap mempertahankan, jika tidak ada pengganti yang seimbang. ”Kami juga memiliki bukti jika pasar itu milik desa,’’ ucapnya.

Baca Juga :  Dua Pohon Tua Ditebang

Artikel Terkait

Most Read

Bagi Gadis ini Perempuan Harus Tangguh!

Tak Perlu Pikirkan Laga Arema FC

Banjir, 104 Pelajar SD Libur

Blewah Mulai Diburu Masyarakat

Artikel Terbaru


/