alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Kebakaran Mengancam, Perlu Tampungan Air Per Kecamatan

BLORA – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Blora berharap ada tampungan air di setiap kecamatan. Tampungan ini sangat vital ketika ada kebakaran di wilayah kecamatan tersebut, agar tidak terlambat atau kesulitan melakukan upaya pemadaman.

Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Blora Pujo Catur Susano mengatakan, selama ini tampungan air itu belum ada di setiap kecamatan. Padahal tandon air itu sangat penting saat ada kejadian kebakaran di kecamatan tertentu. Petugas pemadam tidak kesulitan mencari sumber air untuk melakukan pemadaman. ’’Saat air mobil suplai air habis, bisa langsung menuju penampungan itu, sehingga tak menghabiskan waktu mencari air,’’ ujarnya kemarin (14/7).

Menurut Pujo, jangan sampai suatu bangunan habis terbakar karena petugas pemadam kesulitan mencari air. ’’Apalagi saat musim kemarau seperti saat ini. Seringkali harus berebut dengan warga untuk mendapatkan air saat musim kemarau seperti ini,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Kasus DBD Meningkat, 6 Orang Meninggal di Blora

Dia mengungkapkan, saat ini baru di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, ada penampungan air. ’’Di kecamatan lain belum ada,’’ ujarnya.

Pujo menjelaskan, damkar sangat membutuhkan dukungan fasilitas sepert itu. Karena kebakaran merupakan bencana yang tidak bisa diprediksikan kapan datangnya. Namun, dampaknya sangat besar bagi warga. ’’Jika ada tandon air besar di setiap kecamatan, bahkan pihak kecamatan yang menyediakan, juga menjadi pengamanan bagi kantor kecamatan sendiri,’’ tukasnya.

Seperti diketahui, angka kebakaran di Blora hingga hingga kemarin (14/7) terjadi 20 kasus. Penyebab kebakaran umumnya karena kelalaian manusia. Terbaru, kebakaran di Desa Temurejo, Kecamatan Blora Jumat (12/7) lalu. Yang menyebabkan kebakaran tanaman tebu.

BLORA – Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Blora berharap ada tampungan air di setiap kecamatan. Tampungan ini sangat vital ketika ada kebakaran di wilayah kecamatan tersebut, agar tidak terlambat atau kesulitan melakukan upaya pemadaman.

Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Blora Pujo Catur Susano mengatakan, selama ini tampungan air itu belum ada di setiap kecamatan. Padahal tandon air itu sangat penting saat ada kejadian kebakaran di kecamatan tertentu. Petugas pemadam tidak kesulitan mencari sumber air untuk melakukan pemadaman. ’’Saat air mobil suplai air habis, bisa langsung menuju penampungan itu, sehingga tak menghabiskan waktu mencari air,’’ ujarnya kemarin (14/7).

Menurut Pujo, jangan sampai suatu bangunan habis terbakar karena petugas pemadam kesulitan mencari air. ’’Apalagi saat musim kemarau seperti saat ini. Seringkali harus berebut dengan warga untuk mendapatkan air saat musim kemarau seperti ini,’’ tukasnya. 

Baca Juga :  Kasus DBD Meningkat, 6 Orang Meninggal di Blora

Dia mengungkapkan, saat ini baru di Desa Kamolan, Kecamatan Blora, ada penampungan air. ’’Di kecamatan lain belum ada,’’ ujarnya.

Pujo menjelaskan, damkar sangat membutuhkan dukungan fasilitas sepert itu. Karena kebakaran merupakan bencana yang tidak bisa diprediksikan kapan datangnya. Namun, dampaknya sangat besar bagi warga. ’’Jika ada tandon air besar di setiap kecamatan, bahkan pihak kecamatan yang menyediakan, juga menjadi pengamanan bagi kantor kecamatan sendiri,’’ tukasnya.

Seperti diketahui, angka kebakaran di Blora hingga hingga kemarin (14/7) terjadi 20 kasus. Penyebab kebakaran umumnya karena kelalaian manusia. Terbaru, kebakaran di Desa Temurejo, Kecamatan Blora Jumat (12/7) lalu. Yang menyebabkan kebakaran tanaman tebu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/