alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Tahun Depan Bisa Didarati pesawat ATR 42

CEPU – Rencana pengaktifan kembali Bandara Ngloram di Desa Ngloram dimulai dengan kegiatan fisik tahun ini. Dan tahun depan landasan pacu pesawat juga akan diperpanjang hingga 1.200 meter. Saat ini hanya 900 meter.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono mengatakan, tahun ini akan mulai dilakukan kegiatan fisik di bandara Ngloram.

Diawali pemagaran aset bandara yang selama ini banyak digarap menjadi sawah oleh warga sekitar. Selain itu juga akan dilakukan perbaikan landasan, dengan aspal hotmix. ‘’Setelah dihotmix, sudah bisa dibuat landasan pesawat kecil, skala pesawat latih,’’ ujarnya minggu (14/1). 

Menurut dia, tahun depan landasan akan diperpanjang hingga 1.200 meter. Perpanjangan landasan itu untuk merubah status dari bandara khusus menjadi bandara umum kelas empat. Perpanjangan itu dilakukan  Pemerintah Kabupaten Blora. ‘’Pembebasan tanahnya akan dilakukan Pemkab Blora, kemudian akan dihibahkan ke pemerintah pusat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Kapolres Imbau Tunggu Hasil Resmi dari KPU

Dia mengungkapkan, setelah diperpanjang 1.200 meter, bandara akan bisa digunakan pesawat ATR 42 atau pesawat carter. Ditargetkan untuk melayani perusahaan yang ada di Blora, Bojonegoro, Tuban, Rembang dan Ngawi. ‘’Apalagi banyak perusahaan migas, semen dan perusahaan lain yang ada di lima daerah itu,’’ tukasnya.

Menurut dia, setelah diperpanjang menjadi 1.200 meter, secara bertahap akan diperpanjang lagi menjadi 1.800 meter, yang bisa digunakan untuk pesawat ATR 72. ‘’Targetnya hingg 2.500 meter sampai bisa digunakan untuk pesawat boing atau turbo jet,’’ ungkapnya.

Djati menjelaskan, semua pembebasan lahan untuk landasan pacu hingga 2.500 meter dilakukan pemkab Blora. Namun Pemkab Blora masih belum tahu perannya pada bandara itu. ‘’Ada beberapa opsi sebagai bahan MoU dengan menteri perhubungan,’’ ujarnya tanpa menyebut opsinya.

Baca Juga :  Oknum PNS Disanksi Nonaktif

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman Dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Samsul Arif mengatakan, terkait perencanaan pengaktifan bandaran Ngloram, saat ini sudah ada di tangan kementerian perhubungan.

‘’Kegiatan fisik tahun ini berupa pemagaran wilayah dan overlay landasan pacu,’’ ujarnya.Serta, tambah dia, bagian perencanaan kemehub juga akan melakukan penyempurnaan masterplan Bandara Ngloram.

CEPU – Rencana pengaktifan kembali Bandara Ngloram di Desa Ngloram dimulai dengan kegiatan fisik tahun ini. Dan tahun depan landasan pacu pesawat juga akan diperpanjang hingga 1.200 meter. Saat ini hanya 900 meter.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono mengatakan, tahun ini akan mulai dilakukan kegiatan fisik di bandara Ngloram.

Diawali pemagaran aset bandara yang selama ini banyak digarap menjadi sawah oleh warga sekitar. Selain itu juga akan dilakukan perbaikan landasan, dengan aspal hotmix. ‘’Setelah dihotmix, sudah bisa dibuat landasan pesawat kecil, skala pesawat latih,’’ ujarnya minggu (14/1). 

Menurut dia, tahun depan landasan akan diperpanjang hingga 1.200 meter. Perpanjangan landasan itu untuk merubah status dari bandara khusus menjadi bandara umum kelas empat. Perpanjangan itu dilakukan  Pemerintah Kabupaten Blora. ‘’Pembebasan tanahnya akan dilakukan Pemkab Blora, kemudian akan dihibahkan ke pemerintah pusat,’’ terangnya.

Baca Juga :  Belum Berani Bertindak┬áTemuan Suplemen Mengandung DNA Babi

Dia mengungkapkan, setelah diperpanjang 1.200 meter, bandara akan bisa digunakan pesawat ATR 42 atau pesawat carter. Ditargetkan untuk melayani perusahaan yang ada di Blora, Bojonegoro, Tuban, Rembang dan Ngawi. ‘’Apalagi banyak perusahaan migas, semen dan perusahaan lain yang ada di lima daerah itu,’’ tukasnya.

Menurut dia, setelah diperpanjang menjadi 1.200 meter, secara bertahap akan diperpanjang lagi menjadi 1.800 meter, yang bisa digunakan untuk pesawat ATR 72. ‘’Targetnya hingg 2.500 meter sampai bisa digunakan untuk pesawat boing atau turbo jet,’’ ungkapnya.

Djati menjelaskan, semua pembebasan lahan untuk landasan pacu hingga 2.500 meter dilakukan pemkab Blora. Namun Pemkab Blora masih belum tahu perannya pada bandara itu. ‘’Ada beberapa opsi sebagai bahan MoU dengan menteri perhubungan,’’ ujarnya tanpa menyebut opsinya.

Baca Juga :  Bekuk Pengedar di Stasiun, Bandar di Surabaya

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman Dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Samsul Arif mengatakan, terkait perencanaan pengaktifan bandaran Ngloram, saat ini sudah ada di tangan kementerian perhubungan.

‘’Kegiatan fisik tahun ini berupa pemagaran wilayah dan overlay landasan pacu,’’ ujarnya.Serta, tambah dia, bagian perencanaan kemehub juga akan melakukan penyempurnaan masterplan Bandara Ngloram.

Artikel Terkait

Most Read

Target Sehari Hafal Lima Ayat

Lapas Kekurangan Surat Suara

Fitra: Money Politics Paradigma Lama

Artikel Terbaru


/