alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Pasar Induk Mulai Dibangun, 12 Pedagang Direlokasi

- Advertisement -

CEPU, Radar Bojonegoro – Pasar Induk Cepu akan mulai dibangun. Pembangunannya menghabiskan dana Rp 1,5 miliar, berasal dari pendamping Dana Alokasi Umum (DAU) 2019 Kabupaten Blora. Dari dana itu rencananya untuk membangun 20 kios di sebelah barat bangunan baru, yang dibangun sebelumnya. Konsekuensi dari pembangunan pasar tersebut, sebanyak 12 pedagang harus direlokasi. 

Kepala UPT Wilayah II Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Blora Sofaat mengatakan, ada 12 pedagang yang masih bertempat di Pasar Induk. Mereka akan direlokasi di sebelah timur pasar. ’’Tanggal 10 Agustus harus bersih, tanggal 15 Agustus mulai bongkar,’’ ujarnya kemarin (13/8).

Koordinator Pasar Rakyat Cepu Sagi mengatakan, sebelumnya pedagang yang kiosnya terdampak pembangunan dikumpulkan dan diberi sosialisasi terkait rencana pembangunan pasar. ’’Pedagang yang terdampak sementara dipindah di sebelah timur kantor,’’ujarnya.

Baca Juga :  Menunggu Kepastian Jadwal CAT

Lebih lanjut, Sagi juga menjelaskan beberapa pedagang juga ada yang menaruh barang dagangannya di kios terminal. Pedagang yang direlokasi tersebut berjualan pakaian, sepatu, dan sembako. ’’Rencananya dikerjakan pada pertengahan Agustus. Sehingga kami berharap 10 Agustus kiosnya sudah harus bersih,’’ jelasnya.

Pembangunan Pasar Induk Cepu dibarengkan dengan pembangunan dua pasar lainnya. Yakni Pasar Beras di Kelurahan Sidomulyo dengan anggaran Rp 2,5 miliar dan Pasar Mulyorejo juga dengan dana Rp 2,5 miliar. Selain dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebelumnya, Pasar Induk Cepu akan dibangun lagi tahun ini. Untuk bangunan pasar bagian barat hingga ke bagian utara. Dimungkinkan September tahun ini anggaran akan cair. Pengajuan anggarannya Rp 6 miliar.

Baca Juga :  Terbitkan Ratusan Surat Jalan Hewan di Blora

CEPU, Radar Bojonegoro – Pasar Induk Cepu akan mulai dibangun. Pembangunannya menghabiskan dana Rp 1,5 miliar, berasal dari pendamping Dana Alokasi Umum (DAU) 2019 Kabupaten Blora. Dari dana itu rencananya untuk membangun 20 kios di sebelah barat bangunan baru, yang dibangun sebelumnya. Konsekuensi dari pembangunan pasar tersebut, sebanyak 12 pedagang harus direlokasi. 

Kepala UPT Wilayah II Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Blora Sofaat mengatakan, ada 12 pedagang yang masih bertempat di Pasar Induk. Mereka akan direlokasi di sebelah timur pasar. ’’Tanggal 10 Agustus harus bersih, tanggal 15 Agustus mulai bongkar,’’ ujarnya kemarin (13/8).

Koordinator Pasar Rakyat Cepu Sagi mengatakan, sebelumnya pedagang yang kiosnya terdampak pembangunan dikumpulkan dan diberi sosialisasi terkait rencana pembangunan pasar. ’’Pedagang yang terdampak sementara dipindah di sebelah timur kantor,’’ujarnya.

Baca Juga :  Belum Tentukan Dasar Hukum Gudang Pasar

Lebih lanjut, Sagi juga menjelaskan beberapa pedagang juga ada yang menaruh barang dagangannya di kios terminal. Pedagang yang direlokasi tersebut berjualan pakaian, sepatu, dan sembako. ’’Rencananya dikerjakan pada pertengahan Agustus. Sehingga kami berharap 10 Agustus kiosnya sudah harus bersih,’’ jelasnya.

Pembangunan Pasar Induk Cepu dibarengkan dengan pembangunan dua pasar lainnya. Yakni Pasar Beras di Kelurahan Sidomulyo dengan anggaran Rp 2,5 miliar dan Pasar Mulyorejo juga dengan dana Rp 2,5 miliar. Selain dengan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) sebelumnya, Pasar Induk Cepu akan dibangun lagi tahun ini. Untuk bangunan pasar bagian barat hingga ke bagian utara. Dimungkinkan September tahun ini anggaran akan cair. Pengajuan anggarannya Rp 6 miliar.

Baca Juga :  Ibu Sempat Melarang, Nekat Berlatih hingga Meraih Emas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/