alexametrics
23 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Anggaran Proyek Tugu Jati Dipertanyakan

BLORA – Pembangunan Tugu Jati di Blok T Blora dipertanyakan asal-usul anggarannya. Termasuk pembangunan selter untuk mewadahi sejumlah pedagang mobil bekas di Blok T tersebut. Sebab anggarannya tidak ditemukan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018.

Kabid Kelistrikan dan Pertamanan Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Langgeng Warsito mengaku, tidak tahu anggaran untuk pembangunan monumen tersebut dan minta ditanyakan langsung ke Bupati Blora. Karena dia mengaku hanya diminta mengawasi saja. 

Termasuk kemungkinan akan dianggarkan pada perubahan APBD 2018, Langgeng juga tidak bisa menjawab. “Saya tidak tahu Mas, saya hanya diperintah,” ujarnya kemarin (12/6).

Dia hanya menjelaskan, dirinya diminta bupati untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum para pemudik pulang ke Blora. “Dulu harapannya Tugu Jati itu sudah bisa menyambut para pemudik yang tiba di Blok T” ujarnya.

Baca Juga :  Pengisian Waduk Gongseng Proses Perizinan

Terpisah, Staf ahli DPR RI Seno Margo Utomo mengatakan, pembangunan fisik atau nonfisik di Pemkab Blora harus melalui mekanisme penganggaran oleh pihak eksekutif dan legislatif.  “Jika itu tidak ada pengganggaran di APBD, patut ditanyakan dan diduga itu proyek ilegal,” jelasnya.

Bahkan,  lanjut dia, apabila kegiatan tersebut kelak dianggarkan di perubahan APBD, maka pihak legislatif atau DPRD bisa dikatakan turut terlibat dalam proyek ilegal dan melakukan perbuatan melawan hukum. “Proyek tidak boleh dijalankan sebelum mengetahui pos anggaran. Apa susahnya menjelaskan dari mana sumber anggaran tersebut,” ujarnya.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menjelaskan, glondongan utuh pohon jati untuk monumen tersebut sudah ada beberapa waktu lalu di halaman belakang Kantor Sekda Blora. “Itu hanya di pindah saja untuk dibangun monumen Pohon Jati di Blok T,” katanya. 

Baca Juga :  Minat Baca Buku di Wilayah Pelosok Blora Butuh Sentuhan

Komang memastikan, pembangunan monumen Pohon Jati itu tidak akan dianggarkan di APBD perubahan. “Tidak akan (dianggarkan dalam APBD perubahan,red). Nanti dilihat saja sekarang era keterbukaan,’’ tandasnya.

BLORA – Pembangunan Tugu Jati di Blok T Blora dipertanyakan asal-usul anggarannya. Termasuk pembangunan selter untuk mewadahi sejumlah pedagang mobil bekas di Blok T tersebut. Sebab anggarannya tidak ditemukan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2018.

Kabid Kelistrikan dan Pertamanan Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora Langgeng Warsito mengaku, tidak tahu anggaran untuk pembangunan monumen tersebut dan minta ditanyakan langsung ke Bupati Blora. Karena dia mengaku hanya diminta mengawasi saja. 

Termasuk kemungkinan akan dianggarkan pada perubahan APBD 2018, Langgeng juga tidak bisa menjawab. “Saya tidak tahu Mas, saya hanya diperintah,” ujarnya kemarin (12/6).

Dia hanya menjelaskan, dirinya diminta bupati untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut sebelum para pemudik pulang ke Blora. “Dulu harapannya Tugu Jati itu sudah bisa menyambut para pemudik yang tiba di Blok T” ujarnya.

Baca Juga :  Program Keluarga Harapan Blora Tahap Dua Tersalur 40 Ribu Jiwa

Terpisah, Staf ahli DPR RI Seno Margo Utomo mengatakan, pembangunan fisik atau nonfisik di Pemkab Blora harus melalui mekanisme penganggaran oleh pihak eksekutif dan legislatif.  “Jika itu tidak ada pengganggaran di APBD, patut ditanyakan dan diduga itu proyek ilegal,” jelasnya.

Bahkan,  lanjut dia, apabila kegiatan tersebut kelak dianggarkan di perubahan APBD, maka pihak legislatif atau DPRD bisa dikatakan turut terlibat dalam proyek ilegal dan melakukan perbuatan melawan hukum. “Proyek tidak boleh dijalankan sebelum mengetahui pos anggaran. Apa susahnya menjelaskan dari mana sumber anggaran tersebut,” ujarnya.

Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Blora Komang Gede Irawadi menjelaskan, glondongan utuh pohon jati untuk monumen tersebut sudah ada beberapa waktu lalu di halaman belakang Kantor Sekda Blora. “Itu hanya di pindah saja untuk dibangun monumen Pohon Jati di Blok T,” katanya. 

Baca Juga :  Pencetakan E-KTP Dilimpahkan ke Kecamatan

Komang memastikan, pembangunan monumen Pohon Jati itu tidak akan dianggarkan di APBD perubahan. “Tidak akan (dianggarkan dalam APBD perubahan,red). Nanti dilihat saja sekarang era keterbukaan,’’ tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/