Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bendungan Todanan Butuh Lahan 98 Hektare

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
Photo
Photo
BLORA, Radar Bojonegoro - Pemerintah pusat bakal kembali membangun bendungan di Kota Sate. Rencananya bendungan bakal dibangun di Kecamatan Todanan. Anggarannya mencapai Rp 571 miliar. Tahun ini mulai pembebasan lahan.

 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora Samgautama Karnajaya membenarkan hal itu. Bendungan itu akan membendung Sungai Cabean di Kecamatan Todanan. Anggaran disiapkan pemerintah pusat mencapai Rp 571 miliar. Semuanya disiapkan pemerintah pusat.

 

‘’Daerah tidak dibebani biaya, seluruh pembiayaan pembangunan Bendungan Cabean dari pemerintah pusat," jelasnya kemarin (12/4).

 

Kepala Bidang Sumber daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat memaparkan, pembangunan dilakukan oleh PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pembangunan dilaksanakan bertahap mulai tahun ini hingga ditargetkan selesai 2027.

 

Tahun ini akan difokuskan pembebasan lahan. Meliputi kawasan hutan dan tanah hak milik warga yang berupa ladang persawahan. Tidak ada kawasan permukiman yang terkena proyek tersebut.

 

‘’Setelah selesai perencanaan semuanya, tentu nanti masyarakat akan diberikan sosialisasi,’’ jelanya.

 

Lahan yang terkena pembebasan berada di Desa Karanganyar dan Desa Todanan, Kecamatan Todanan. Bendungan ini akan membendung aliran Sungai Cabean yang berhulu di wilayah Kecamatan Todanan, Blora, dan mengalir ke hilir wilayah Kabupaten Pati.

 

Sementara itu, Kepala BBWS Pamali Juana Adek Rizaldi memaparkan,  nantinya genangan bendungan akan mencapai 52,92 hektare. Sedangkan kebutuhan total lahan adalah 98,7 hektare. Itu sudah termasuk genangan, greenbelt, bangunan perkantoran, jalan, hingga fasilitas umum bendungan.

 

"Insyaallah bulan Juni nanti akan dilakukan lelang dan penandatanganan kontrak. Oleh sebab itu, kami hadir bertemu bupati dan jajaran untuk mensinergikan tahapan pembebasan lahannya," ujar Rizaldi.

 

Bupati Blora Arief Rohman mendukung rencana pembangunan Bendungan Cabean tersebut. Dia  berpesan agar sebelum proses pembangunan dilakukan, terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan menyelesaikan pembebasan lahan untuk tahap awal pembangunan bendungan. Dibahas bersama Badan Pertanahan,  BPPKAD, dan Bagian Hukum.

 

‘’Pada prinsipnya Pemkab siap mendukung. Kami berharap proses pembebasan lahan bisa dilaksanakan dengan baik. Kemudian disosialisasikan kepada masyarakat sebelum pembangunan dimulai,’’ ujarnya. (luk/zim)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

62 Titik KDKMP di Kabupaten Blora Masih Terkendala Lahan

62 Titik KDKMP di Kabupaten Blora Masih Terkendala Lahan

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Blora terus dikebut. Dari total 295 KDKMP yang telah berbadan hukum, sebanyak 233 titik telah rampung dibangun.

Petani Pilih Jadi Buruh hingga Merantau, Dua Tahun Sawah Diteror Tikus

Petani Pilih Jadi Buruh hingga Merantau, Dua Tahun Sawah Diteror Tikus

Dua tahun berturut-turut gagal memanen membuat sebagian petani di Kecamatan Todanan, Blora, mulai meninggalkan sawah dan menjadi buruh hingga merantau. Bukan karena tak ingin bertani, melainkan lelah terus merugi akibat serangan hama tikus

Proyek Pengadaan Lahan Rp 118 M, DPRD Sebut Banyak Faskes Bukan Aset Pemkab

Proyek Pengadaan Lahan Rp 118 M, DPRD Sebut Banyak Faskes Bukan Aset Pemkab

Kepala Bidang (Kabid) Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro Andik Panca mengatakan, anggaran pengadaan lahan mengalami penambahan di P-APBD 2026. Namun, tak semua OPD menerima tambahan. Ada yang berkurang. 

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer