alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Seorang Anak Tenggelam di Kali Gandu

BLORA, Radar Bojonegoro – Seorang anak berusia 13 ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di Bendungan Kali Gandu Desa Gandu, Kecamatan Sambong, kemarin (13/1). Dwi Yoga Putra, ditemukan sekitar pukul 09.30 kemarin (13/1) setelah sejak Rabu malam dilakukan pencarian. Korban tenggelam saat mandi bersama enam temannya. 

Kepala Desa (kades) Gandu Andik Subeno menjelaskan, kronologi korban tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di bendungan Rabu sore (12/1). Saat itu hanya korban sendiri yang belum pulang. Padahal teman-temannya sudah mengajak kembali ke rumah karena sudah hampir petang. 

“Kata teman-temannya korban ini belum mau diajak pulang, mau membilas (membersihkan badan) lagi,” terangnya. 

Saat teman-temannya pulang, lanjut Subeno, diketahui korban belum kembali ke rumah. Akhirnya disusul ke lokasi tempat mandi, ternyata motor, pakaian, dan sandal milik korban masih ada. Sehingga, saat itu juga pihak desa meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. 

Baca Juga :  Beri Teguran Produsen Kerupuk di Blora

“Sore itu juga BPBD datang untuk membentuk tim pencarian,” jelasnya.

Pencarian terus dilakukan hingga kemarin pagi. Akhirnya korban ditemukan kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 09.30. Korban segera dibawa ke tempat evakuasi dan dilakukan penanganan tim BPBD.  “Sekitar ada 550 warga saat itu ikut menyisir sepanjang kali dari hulu hingga hilir,” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Slamet widodo mengatakan, korban ditemukan di bawah bendungan, dengan peralatan diterjunkan berupa tali, jangkar, dan light tower karena pencariannya malam. 

Menurut Slamet, tahun lalu tidak ada korban tenggelam. Dari penuturan warga korban pandai berenang, namun penyebab tenggelamnya belum diketahui secara pasti. (luk)

BLORA, Radar Bojonegoro – Seorang anak berusia 13 ditemukan tak bernyawa setelah tenggelam di Bendungan Kali Gandu Desa Gandu, Kecamatan Sambong, kemarin (13/1). Dwi Yoga Putra, ditemukan sekitar pukul 09.30 kemarin (13/1) setelah sejak Rabu malam dilakukan pencarian. Korban tenggelam saat mandi bersama enam temannya. 

Kepala Desa (kades) Gandu Andik Subeno menjelaskan, kronologi korban tenggelam saat mandi bersama teman-temannya di bendungan Rabu sore (12/1). Saat itu hanya korban sendiri yang belum pulang. Padahal teman-temannya sudah mengajak kembali ke rumah karena sudah hampir petang. 

“Kata teman-temannya korban ini belum mau diajak pulang, mau membilas (membersihkan badan) lagi,” terangnya. 

Saat teman-temannya pulang, lanjut Subeno, diketahui korban belum kembali ke rumah. Akhirnya disusul ke lokasi tempat mandi, ternyata motor, pakaian, dan sandal milik korban masih ada. Sehingga, saat itu juga pihak desa meminta bantuan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. 

Baca Juga :  Jamur Janggel Kesulitan Pemasaran

“Sore itu juga BPBD datang untuk membentuk tim pencarian,” jelasnya.

Pencarian terus dilakukan hingga kemarin pagi. Akhirnya korban ditemukan kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 09.30. Korban segera dibawa ke tempat evakuasi dan dilakukan penanganan tim BPBD.  “Sekitar ada 550 warga saat itu ikut menyisir sepanjang kali dari hulu hingga hilir,” tuturnya.

Kepala Pelaksana BPBD Slamet widodo mengatakan, korban ditemukan di bawah bendungan, dengan peralatan diterjunkan berupa tali, jangkar, dan light tower karena pencariannya malam. 

Menurut Slamet, tahun lalu tidak ada korban tenggelam. Dari penuturan warga korban pandai berenang, namun penyebab tenggelamnya belum diketahui secara pasti. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Hari Raya Idul Fitri Potensi Bareng

Nihil, Hasil Operasi Narkoba

Sebar 422.637 Lembar Pamflet

Jaga Lokajaya biar Tetap Perawan 

Artikel Terbaru

/