alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bangun Kawasan dengan Penguatan Infrastruktur

KONEKSITAS antardaerah dengan penguatan infratruktur menjadi konsentrasi Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati.
Satu persatu pembangunan infratruktur yang diimpikan masyarakat Blora mulai terwujud. Salah satunya Bandara Ngloram yang kini sudah bisa dimanfaatkan, penerbangan sudah dibuka sejak 26 November lalu.
Selanjutnya bakal diresmikan Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah. Kemudian pembangunan infrastrktur jalan terus galakkan dan semakin dikuatkan di 2022 dan 2023.
Pembangunan ini untuk membuat Blora bisa terkoneksi baik dengan daerah lain di sekitar Blora. Agar menumbuhkan sektor perekonomian, investasi, kesehatan dan pendidikan. Bupati Blora terus menggaungkan membangun kawasan.
Menurut Bupati Blora Arief Rohman, dengan sudah dibangunnya Bandara Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu dengan penerbangan dari Jakarta ke Cepu tersebut bisa membangkitkan sektor ekonomi dan berbagai sektor strategis lainnya.
Seperti sektor pariwisata, investasi, kesehatan, dan dunia pendidikan . ‘’Karena Cepu ini adalah kota pendidikan migas,’’ ujar bupati.
Selain itu, dengan adanya bandara mengajak para alumni dan diaspora dari Cepu, serta Blora untuk memanfaatkan penerbangan Jakarta-Cepu untuk pulang menengok Blora.
Terwujudnya penerbangan komersial di Bandara Ngloram yang bekerjasama dengan Citilink. Ini menjadi semua mimpi yang terwujudkan karena sejak sekitar tahun 1970an dan akhirnya di 2021 Bandara Ngloram bisa diaktifkan kembali.
‘’Semoga bermanfaat dan mohon terus dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Blora baik yang ada di perantauan maupun di Blora,’’ imbuhnya.
Meski Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Bupati menegaskan bandara ini tidak hanya milik Blora namun merupakan kado dari pemerintah pusat kepada beberapa kabupaten di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.  
‘’Ini merupakan akses transportasi udara untuk kawasan. Semoga bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan Blora, Rembang, Grobogan, Ngawi, Bojonegoro, dan Tuban. Kita optimistis kawasan ini akan menjadi pusat ekonomi baru. Apalagi banyak proyek strategis nasional di kawasan ini,’’ bebernya.
Hadirnya Bandara Ngloram tentu membawa peluang investasi dan pembangunan di kawasan perbatasan Jateng dan Jatim. Mendorong Bupati Blora untuk kembali membangkitkan Cepu Raya sebagai kawasan pusat studi migas nasional.
Bahkan, gagasan ini pun disampaikan Bupati kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian ESDM, Dr. Ir. Ego Syahrial, M.Sc, ketika bertemu di PPSDM Migas Cepu beberapa waktu lalu.
‘’Cepu ini punya banyak historis tentang pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Apalagi di sini (Cepu) potensi dan fasilitasnya lengkap, mulai dari sejarah pertambangan mulai yang tradisional hingga modern ada, sekolah pendidikan migas, diklat permigasan, hingga industrinya ada di sini semua. Maka tidak salah jika ingin membangkitkan Cepu menjadi kawasan pusat studi migas nasional,’’ bebernya lagi.
Rencana ini, menurut Bupati juga didukung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, saat kunjungan ke Blora Agustus lalu bersama Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan,.
Beberapa pekan lalu Pemkab Blora juga telah melakukan MoU dengan Rektor Universitas Pertamina, Prof Wiratmaha Puja. Harapannya Universitas Pertamina juga bisa hadir ke Blora, menjadikan Cepu sebagai lokasi studi penelitian dan praktik lapangan.
Dengan semakin banyak kegiatan migas di Cepu ini, ekonomi akan ikut terdongkrak.  ‘’Keberadaan bandara pun akan dirasakan manfaatnya bagi daerah, tidak hanya bagi Cepu, Blora namun Cepu Raya, Cepu dan sekitarnya. Di samping belajar migas, juga banyak diaspora migas yang ingin nostalgia di sini. Seperti yang disampaikan Pak Mensesneg beberapa waktu lalu, konsep pembangunan kawasan Cepu Raya,’’ lanjut Bupati.
Selain Bandara Ngloram, ada proyek strategis nasional (PSN) lain di Blora, yakni Bendungan Randugunting yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah.
Nanti manfaat untuk masyarakat, tidak hanya untuk Blora saja, namun juga Rembang dan Pati. Bupati Arief berharap setelah pengisian ini berjalan lancar, di akhir Desember 2021 atau awal Januari 2022 nanti bisa diresmikan Presiden Jokowi.
‘’Karena ini proyek strategis nasional yang ada di Kabupaten Blora, bersamaan dengan Bandara Ngloram. Maka kami berharap di akhir Desember atau awal Januari nanti bisa diresmikan langsung oleh Bapak Presiden,’’ harapnya.
Untuk masyarakat Kalinanas, Gaplokan dan sekitarnya, mari diminta menjaga kelestarian hutan di sekitar bendungan ini agar usianya bisa awet, kita cegah sedimentasi dengan menjaga kelestarian hutan di sekitar bendungan. Akan kita sinergikan dengan Perhutani,” tambah Bupati.
Pembangunan dibiayai langsung dari APBN Pusat dengan luas lahan yang dibebaskan sebanyak 192,111 Ha (lahan Perhutani KPH Mantingan), 1,198 Ha (lahan perusahaan milik BUMN), dan 32,402 Ha (lahan masyarakat). Pembangunan mulai dilakukan pada tahun 2018 lalu dengan nilai kontrak Rp 858,7 miliar, didanai dari APBN Tahun Jamak 2018-2022.
Sektok kesehatan akan dibangun dua rumah sakit baru di Blora selatan dan wilayah barat.  Satu rumah sakit di wilayah selatan, Randublatung, diupayakan agar bisa dibangun dengan APBD.
Sedangkan untuk wilayah barat, Kunduran, kita akan kerjasama dengan Mabes Polri untuk mendirikan rumah sakit Bhayangkara.

Baca Juga :  Listrik Padam, Pelayanan E-KTP Ngadat

KONEKSITAS antardaerah dengan penguatan infratruktur menjadi konsentrasi Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati.
Satu persatu pembangunan infratruktur yang diimpikan masyarakat Blora mulai terwujud. Salah satunya Bandara Ngloram yang kini sudah bisa dimanfaatkan, penerbangan sudah dibuka sejak 26 November lalu.
Selanjutnya bakal diresmikan Bendungan Randugunting di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah. Kemudian pembangunan infrastrktur jalan terus galakkan dan semakin dikuatkan di 2022 dan 2023.
Pembangunan ini untuk membuat Blora bisa terkoneksi baik dengan daerah lain di sekitar Blora. Agar menumbuhkan sektor perekonomian, investasi, kesehatan dan pendidikan. Bupati Blora terus menggaungkan membangun kawasan.
Menurut Bupati Blora Arief Rohman, dengan sudah dibangunnya Bandara Ngloram di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu dengan penerbangan dari Jakarta ke Cepu tersebut bisa membangkitkan sektor ekonomi dan berbagai sektor strategis lainnya.
Seperti sektor pariwisata, investasi, kesehatan, dan dunia pendidikan . ‘’Karena Cepu ini adalah kota pendidikan migas,’’ ujar bupati.
Selain itu, dengan adanya bandara mengajak para alumni dan diaspora dari Cepu, serta Blora untuk memanfaatkan penerbangan Jakarta-Cepu untuk pulang menengok Blora.
Terwujudnya penerbangan komersial di Bandara Ngloram yang bekerjasama dengan Citilink. Ini menjadi semua mimpi yang terwujudkan karena sejak sekitar tahun 1970an dan akhirnya di 2021 Bandara Ngloram bisa diaktifkan kembali.
‘’Semoga bermanfaat dan mohon terus dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Blora baik yang ada di perantauan maupun di Blora,’’ imbuhnya.
Meski Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Bupati menegaskan bandara ini tidak hanya milik Blora namun merupakan kado dari pemerintah pusat kepada beberapa kabupaten di kawasan perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.  
‘’Ini merupakan akses transportasi udara untuk kawasan. Semoga bisa menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kawasan Blora, Rembang, Grobogan, Ngawi, Bojonegoro, dan Tuban. Kita optimistis kawasan ini akan menjadi pusat ekonomi baru. Apalagi banyak proyek strategis nasional di kawasan ini,’’ bebernya.
Hadirnya Bandara Ngloram tentu membawa peluang investasi dan pembangunan di kawasan perbatasan Jateng dan Jatim. Mendorong Bupati Blora untuk kembali membangkitkan Cepu Raya sebagai kawasan pusat studi migas nasional.
Bahkan, gagasan ini pun disampaikan Bupati kepada Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementerian ESDM, Dr. Ir. Ego Syahrial, M.Sc, ketika bertemu di PPSDM Migas Cepu beberapa waktu lalu.
‘’Cepu ini punya banyak historis tentang pertambangan minyak dan gas bumi di Indonesia. Apalagi di sini (Cepu) potensi dan fasilitasnya lengkap, mulai dari sejarah pertambangan mulai yang tradisional hingga modern ada, sekolah pendidikan migas, diklat permigasan, hingga industrinya ada di sini semua. Maka tidak salah jika ingin membangkitkan Cepu menjadi kawasan pusat studi migas nasional,’’ bebernya lagi.
Rencana ini, menurut Bupati juga didukung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, saat kunjungan ke Blora Agustus lalu bersama Menteri BUMN dan Menteri Perhubungan,.
Beberapa pekan lalu Pemkab Blora juga telah melakukan MoU dengan Rektor Universitas Pertamina, Prof Wiratmaha Puja. Harapannya Universitas Pertamina juga bisa hadir ke Blora, menjadikan Cepu sebagai lokasi studi penelitian dan praktik lapangan.
Dengan semakin banyak kegiatan migas di Cepu ini, ekonomi akan ikut terdongkrak.  ‘’Keberadaan bandara pun akan dirasakan manfaatnya bagi daerah, tidak hanya bagi Cepu, Blora namun Cepu Raya, Cepu dan sekitarnya. Di samping belajar migas, juga banyak diaspora migas yang ingin nostalgia di sini. Seperti yang disampaikan Pak Mensesneg beberapa waktu lalu, konsep pembangunan kawasan Cepu Raya,’’ lanjut Bupati.
Selain Bandara Ngloram, ada proyek strategis nasional (PSN) lain di Blora, yakni Bendungan Randugunting yang dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Desa Kalinanas, Kecamatan Japah.
Nanti manfaat untuk masyarakat, tidak hanya untuk Blora saja, namun juga Rembang dan Pati. Bupati Arief berharap setelah pengisian ini berjalan lancar, di akhir Desember 2021 atau awal Januari 2022 nanti bisa diresmikan Presiden Jokowi.
‘’Karena ini proyek strategis nasional yang ada di Kabupaten Blora, bersamaan dengan Bandara Ngloram. Maka kami berharap di akhir Desember atau awal Januari nanti bisa diresmikan langsung oleh Bapak Presiden,’’ harapnya.
Untuk masyarakat Kalinanas, Gaplokan dan sekitarnya, mari diminta menjaga kelestarian hutan di sekitar bendungan ini agar usianya bisa awet, kita cegah sedimentasi dengan menjaga kelestarian hutan di sekitar bendungan. Akan kita sinergikan dengan Perhutani,” tambah Bupati.
Pembangunan dibiayai langsung dari APBN Pusat dengan luas lahan yang dibebaskan sebanyak 192,111 Ha (lahan Perhutani KPH Mantingan), 1,198 Ha (lahan perusahaan milik BUMN), dan 32,402 Ha (lahan masyarakat). Pembangunan mulai dilakukan pada tahun 2018 lalu dengan nilai kontrak Rp 858,7 miliar, didanai dari APBN Tahun Jamak 2018-2022.
Sektok kesehatan akan dibangun dua rumah sakit baru di Blora selatan dan wilayah barat.  Satu rumah sakit di wilayah selatan, Randublatung, diupayakan agar bisa dibangun dengan APBD.
Sedangkan untuk wilayah barat, Kunduran, kita akan kerjasama dengan Mabes Polri untuk mendirikan rumah sakit Bhayangkara.

Baca Juga :  Rencana Tempatkan Damkar di Dua Kecamatan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/