alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Satu CJH Gagal Berangkat, Empat Tertunda

BLORA – Satu calon jamaah haji (CJH) gagal diterbangkan ke Makkah setelah sampai di Embarkasi Donohudan, Solo, kondisi kesehatannya menurun. CJH tersebut kelompok terbang (kloter) 38 yang berangkat 7 Agustus lalu. Serta, ada empat CJH yang keberangkatannya tertunda.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora Dwiyanto mengatakan, gagalnya satu CJH berangkat setelah sampai di Donohudan terkendala kesehatan. Kondisinya tidak memungkinkan untuk diterbangkan ke Makkah. Sehingga, terpaksa dipulangkan. 

Sedangkan, empat CJH tertunda keberangkatannya itu karena ada dua orang yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dari dua CJH yang sakit itu pun didampingi pasangannya. Namun, dari empat CJH yang tertunda keberangkatannya, dua di antaranya sudah kembali diberangkatkan. 

Baca Juga :  Awalnya Tak Tahu Kalau Ada Sudirman Said

”Dua CJH ini kemarin diikutkan kloter 40 dari Rembang,’’ tuturnya.

Sedangkan, dua CJH lainnya belum berangkat ini menunggu kondisi kesehatannya membaik. Setidaknya, kesembuhan ini agar bisa memenuhi persyaratan bisa melakukan penerbangan. Sehingga, adanya lima CJH yang tidak berangkat bersamaan dengan kloter 38 lalu untuk kekosongan kursi diisi oleh Wonosobo dan Wonogiri. 

”Nanti dua jamaah yang masih di rumah sakit ini juga akan dikutkan kloter lain,’’ tuturnya.

Sehingga, untuk CJH yang berangkat pada kloter 38 lalu hanya 346 CJH dari jumlah awal 351 jiwa. Sebab, sebelumnya juga ada tiga CJH gagal berangkat. Saat ini CJH yang sudah berangkat sudah berada di Madinah dan menjalankan ibadah Arbain.

Baca Juga :  Tembak Residivis Curanmor

Belum semua CJH berangkat. Dua kloter lainnya akan diberangkatkan pada 22 Agustus. Yakni, kloter 87 sebanyak 44 CJH dan kloter 88 dengan 266 CJH. Nantinya CJH yang dari kloter 87 itu berangkat bersama kabupaten Kudus. Dan, kloter 88 itu berangkat bareng Kabupaten Pati. 

”Untuk CJH kloter 87 dan 88 ini juga sudah siap berangkat, karena sudah disuntik meningitis di puskesmas,’’ tuturnya.

BLORA – Satu calon jamaah haji (CJH) gagal diterbangkan ke Makkah setelah sampai di Embarkasi Donohudan, Solo, kondisi kesehatannya menurun. CJH tersebut kelompok terbang (kloter) 38 yang berangkat 7 Agustus lalu. Serta, ada empat CJH yang keberangkatannya tertunda.

Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Blora Dwiyanto mengatakan, gagalnya satu CJH berangkat setelah sampai di Donohudan terkendala kesehatan. Kondisinya tidak memungkinkan untuk diterbangkan ke Makkah. Sehingga, terpaksa dipulangkan. 

Sedangkan, empat CJH tertunda keberangkatannya itu karena ada dua orang yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dari dua CJH yang sakit itu pun didampingi pasangannya. Namun, dari empat CJH yang tertunda keberangkatannya, dua di antaranya sudah kembali diberangkatkan. 

Baca Juga :  Ini Nasib Korban Penggusuran Nornalisasi Sungai Balun

”Dua CJH ini kemarin diikutkan kloter 40 dari Rembang,’’ tuturnya.

Sedangkan, dua CJH lainnya belum berangkat ini menunggu kondisi kesehatannya membaik. Setidaknya, kesembuhan ini agar bisa memenuhi persyaratan bisa melakukan penerbangan. Sehingga, adanya lima CJH yang tidak berangkat bersamaan dengan kloter 38 lalu untuk kekosongan kursi diisi oleh Wonosobo dan Wonogiri. 

”Nanti dua jamaah yang masih di rumah sakit ini juga akan dikutkan kloter lain,’’ tuturnya.

Sehingga, untuk CJH yang berangkat pada kloter 38 lalu hanya 346 CJH dari jumlah awal 351 jiwa. Sebab, sebelumnya juga ada tiga CJH gagal berangkat. Saat ini CJH yang sudah berangkat sudah berada di Madinah dan menjalankan ibadah Arbain.

Baca Juga :  Tembak Residivis Curanmor

Belum semua CJH berangkat. Dua kloter lainnya akan diberangkatkan pada 22 Agustus. Yakni, kloter 87 sebanyak 44 CJH dan kloter 88 dengan 266 CJH. Nantinya CJH yang dari kloter 87 itu berangkat bersama kabupaten Kudus. Dan, kloter 88 itu berangkat bareng Kabupaten Pati. 

”Untuk CJH kloter 87 dan 88 ini juga sudah siap berangkat, karena sudah disuntik meningitis di puskesmas,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/