alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Bupati: Tindak Pelaku Penipuan 

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan apresiasi terhadap pengungkapan kasus penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Blora dengan terlapor berinisial RH, staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora.  ”Tindak pelakunya,” kata dia yang mengaku mendengar kasus tersebut sejak lama. 

Bupati mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji oknum aparatnya yang bisa mengangkat PNS. Dia mensinyalir korban penipuan tersebut cukup banyak karena lama pelaku beroperasi. Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono mengakui RH adalah stafnya. Dia berstatus pegawai kontrak.

Setelah kasus tersebut terungkap, lanjut dia, honor RH tidak diberikan sejak April.   Apakah RH akan dipecat? Sugi, sapaan akrabnya mengisyaratkan bakal memutus kontrak dengan RH. ‘’Memang ada arah menuju sana (dipecat red), tapi harus melalui proses dulu,’’ bebernya.

Baca Juga :  Banjir Bengawan Jero Makin Lama

Dikatakan Sugi, institusinya sudah melayangkan pangilan pertama dan kedua kepada RH. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut. 

Perlu diketahui, RH adalah salah satu pelaku penipuan. Jumlah korban sementara 20 orang. Modus penipuan tersebut menjanjikan korbannya diterima sebagai PNS dengan membayar pelicin Rp 40 juta. Dana inilah yang kemudian disetorkan kepada S, pegawai Dinrumkimhub Blora yang dijatuhi sanksi nonaktif.

BLORA – Bupati Blora Djoko Nugroho memberikan apresiasi terhadap pengungkapan kasus penipuan perekrutan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Blora dengan terlapor berinisial RH, staf Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Blora.  ”Tindak pelakunya,” kata dia yang mengaku mendengar kasus tersebut sejak lama. 

Bupati mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji oknum aparatnya yang bisa mengangkat PNS. Dia mensinyalir korban penipuan tersebut cukup banyak karena lama pelaku beroperasi. Kepala Dinkominfo Blora Sugiyono mengakui RH adalah stafnya. Dia berstatus pegawai kontrak.

Setelah kasus tersebut terungkap, lanjut dia, honor RH tidak diberikan sejak April.   Apakah RH akan dipecat? Sugi, sapaan akrabnya mengisyaratkan bakal memutus kontrak dengan RH. ‘’Memang ada arah menuju sana (dipecat red), tapi harus melalui proses dulu,’’ bebernya.

Baca Juga :  Suplemen Tulang Mengandung DNA Babi, Hoax atau Fakta?

Dikatakan Sugi, institusinya sudah melayangkan pangilan pertama dan kedua kepada RH. Namun, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan tersebut. 

Perlu diketahui, RH adalah salah satu pelaku penipuan. Jumlah korban sementara 20 orang. Modus penipuan tersebut menjanjikan korbannya diterima sebagai PNS dengan membayar pelicin Rp 40 juta. Dana inilah yang kemudian disetorkan kepada S, pegawai Dinrumkimhub Blora yang dijatuhi sanksi nonaktif.

Artikel Terkait

Most Read

Incar Kejurprov Jatim

Pagu SMAN Pinggiran Belum Terpenuhi

BWFC dalam Kondisi On Fire

Artikel Terbaru


/