alexametrics
23.2 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Diduga Perangkat Desa Ikut Kampanye 

- Advertisement -

BLORA – Kunjungan Sandiaga Uno di Desa Soko, Kecamatan Jepon, menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pasalnya dalam kunjungannya ini ada kejanggalan yang perlu dikaji. Sebab, ada dugaan perangkat desa terlibat dalam kampanye tersebut.

Komisioner Bawaslu Blora Sugie Rusyono mengatakan, setiap kampanye Bawaslu selalu memastikan apakah dalam kampanye itu melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) atau tidak. Serta unsur lain seperti kepala desa dan perangkat desa. 

“Serta materi yang disampaikan tidak menghina dan menghasut calon peserta pemilih,” jelasnya.

Sedangkan dalam kunjungan kemarin, ada indikasi perangkat desa yang ikut. 

“Tapi hal ini akan dicek dulu kebenarannya, apakah perangkat desa atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kenal Via FB, Setubuhi Siswi SMA
- Advertisement -

Kalau dugaan Bawaslu benar ada perangkat desa, maka akan ditangani dengan benar. Karena dia melanggar Undang-Undang Pemilu pasal 280 ayat (2) huruf i. Maka jika terbukti akan sanksi pidana pada pasal 521.

Selain itu, Bawaslu melihat banyak anak-anak diajak dalam kegiatan kunjungan Sandiaga Uno. Padahal menurut Sugie, anak-anak tidak diperbolehkan ikut dalam kampanye. Pasalnya sesuai dalam undang-undang pemilu bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki hak pilih tidak boleh ikut dalam acara kampanye. 

“Dan warga negara yang tidak punya hak pilih itu kan berarti anak-anak,” ujarnya.

BLORA – Kunjungan Sandiaga Uno di Desa Soko, Kecamatan Jepon, menjadi sorotan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Pasalnya dalam kunjungannya ini ada kejanggalan yang perlu dikaji. Sebab, ada dugaan perangkat desa terlibat dalam kampanye tersebut.

Komisioner Bawaslu Blora Sugie Rusyono mengatakan, setiap kampanye Bawaslu selalu memastikan apakah dalam kampanye itu melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) atau tidak. Serta unsur lain seperti kepala desa dan perangkat desa. 

“Serta materi yang disampaikan tidak menghina dan menghasut calon peserta pemilih,” jelasnya.

Sedangkan dalam kunjungan kemarin, ada indikasi perangkat desa yang ikut. 

“Tapi hal ini akan dicek dulu kebenarannya, apakah perangkat desa atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :  Kenal Via FB, Setubuhi Siswi SMA
- Advertisement -

Kalau dugaan Bawaslu benar ada perangkat desa, maka akan ditangani dengan benar. Karena dia melanggar Undang-Undang Pemilu pasal 280 ayat (2) huruf i. Maka jika terbukti akan sanksi pidana pada pasal 521.

Selain itu, Bawaslu melihat banyak anak-anak diajak dalam kegiatan kunjungan Sandiaga Uno. Padahal menurut Sugie, anak-anak tidak diperbolehkan ikut dalam kampanye. Pasalnya sesuai dalam undang-undang pemilu bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki hak pilih tidak boleh ikut dalam acara kampanye. 

“Dan warga negara yang tidak punya hak pilih itu kan berarti anak-anak,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/