alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Gagal Medali, Rekor si Kembar Justru Melesat

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Si kembar Adit Rico Pradana dan Adit Rici Pradana usai menuntaskan laga terakhirnya di SEA Games 2019 Filipina, Senin malam (9/12). Namun, mereka belum dapat menyumbang medali. Meski begitu, capaian Rico dan Rici terlampau apik jika disejajarkan dengan atlet seusianya. 

Seperti diketahu, Rico turun dalam nomor 100 meter putra, nomor estafet 4×100 meter putra, dan estafet 4×100 meter campuran. Sedangkan, Rici dalam nomor estafet 4×100 meter putra, dan estafet 4×100 meter campuran.

Dilansir melalui 2019seagames.com, pada nomor lari 100 meter putra, Rico finis di peringkat delapan dengan catatan waktu 10,75 detik dari sembilan atlet yang bertanding. Terpaut 0,400 detik dari peringkat pertama (peraih emas) Hanafi Muhammad Haiqal, kontingen Malaysia dengan catatan waktu 10,35 detik.

Baca Juga :  Bakal Ada Tambahan 4.000 Blangko E-KTP

Kemudian nomor estafet 4×100 meter putra, kontingen Indonesia beranggotakan Rico, Rici, Adi Joko Kuncoro, dan Rimbawan Eko finis di urutan empat (terakhir). Yakni dengan catatan waktu 40,12 detik. Terpaut 0,850 detik dari peraih emas kontingen Thailand dengan 39,72 detik.

Terakhir di nomor estafet 4×100 meter campuran, kontingen Indonesia beranggotakan Rici, Rimbawan Eko, Agreta Jeany Nuraini Amelia, dan Nuryanti Erna, finis di peringkat empat dari lima kontingen yang berlaga. Dengan catatan waktu 42,65 detik. Terpaut 0,980 detik dari peringkat pertama kontingen Filipina dengan 41,67 detik.

’’Pertandingan mereka berdua sudah selesai dan belum dapat medali. Lari 100 meter peringkat delapan, sedangkan estafet di peringkat empat semua,” kata Atletico, pelatih atletik Rico dan Rici.

Meski begitu, menurut pria asal Kecamatan Cepu, Blora, itu capaian dua sprinter kelahiran Kecamatan Padangan itu sudah sangat bagus. Sebab, usia mereka masih cukup muda (18 tahun) untuk berlaga di event senior skala internasional. Sehingga, keiukutsertaan Rico dan Rici di SEA games tergolong cepat.

Baca Juga :  Tetapkan Tiga Tersangka

’’Karena pada event tersebut lawan Rico dan Rici sudah termasuk senior dan kaya pengalaman. Namun, jika disandingkan sesama junior, keduanya sudah di atas rata-rata atau lebih bagus,” tuturnya.

Memang hal tersebut merupakan kebijakan dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Yakni menurunkan sejumlah atlet muda. Tujuannya tentu menambah pengalaman sebagai proyeksi regenerasi di masa depan.

’’Kebijakan PB PASI seperti itu. Untuk menambah jam terbang dan pengalaman. Jadi tidak ada target untuk yang sprinter,” ujar dia. (dny/rij)

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Si kembar Adit Rico Pradana dan Adit Rici Pradana usai menuntaskan laga terakhirnya di SEA Games 2019 Filipina, Senin malam (9/12). Namun, mereka belum dapat menyumbang medali. Meski begitu, capaian Rico dan Rici terlampau apik jika disejajarkan dengan atlet seusianya. 

Seperti diketahu, Rico turun dalam nomor 100 meter putra, nomor estafet 4×100 meter putra, dan estafet 4×100 meter campuran. Sedangkan, Rici dalam nomor estafet 4×100 meter putra, dan estafet 4×100 meter campuran.

Dilansir melalui 2019seagames.com, pada nomor lari 100 meter putra, Rico finis di peringkat delapan dengan catatan waktu 10,75 detik dari sembilan atlet yang bertanding. Terpaut 0,400 detik dari peringkat pertama (peraih emas) Hanafi Muhammad Haiqal, kontingen Malaysia dengan catatan waktu 10,35 detik.

Baca Juga :  Terbentur Minimnya Fasilitas Penderita

Kemudian nomor estafet 4×100 meter putra, kontingen Indonesia beranggotakan Rico, Rici, Adi Joko Kuncoro, dan Rimbawan Eko finis di urutan empat (terakhir). Yakni dengan catatan waktu 40,12 detik. Terpaut 0,850 detik dari peraih emas kontingen Thailand dengan 39,72 detik.

Terakhir di nomor estafet 4×100 meter campuran, kontingen Indonesia beranggotakan Rici, Rimbawan Eko, Agreta Jeany Nuraini Amelia, dan Nuryanti Erna, finis di peringkat empat dari lima kontingen yang berlaga. Dengan catatan waktu 42,65 detik. Terpaut 0,980 detik dari peringkat pertama kontingen Filipina dengan 41,67 detik.

’’Pertandingan mereka berdua sudah selesai dan belum dapat medali. Lari 100 meter peringkat delapan, sedangkan estafet di peringkat empat semua,” kata Atletico, pelatih atletik Rico dan Rici.

Meski begitu, menurut pria asal Kecamatan Cepu, Blora, itu capaian dua sprinter kelahiran Kecamatan Padangan itu sudah sangat bagus. Sebab, usia mereka masih cukup muda (18 tahun) untuk berlaga di event senior skala internasional. Sehingga, keiukutsertaan Rico dan Rici di SEA games tergolong cepat.

Baca Juga :  18 Kades Dimintai Keterangan Panwaskab

’’Karena pada event tersebut lawan Rico dan Rici sudah termasuk senior dan kaya pengalaman. Namun, jika disandingkan sesama junior, keduanya sudah di atas rata-rata atau lebih bagus,” tuturnya.

Memang hal tersebut merupakan kebijakan dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI). Yakni menurunkan sejumlah atlet muda. Tujuannya tentu menambah pengalaman sebagai proyeksi regenerasi di masa depan.

’’Kebijakan PB PASI seperti itu. Untuk menambah jam terbang dan pengalaman. Jadi tidak ada target untuk yang sprinter,” ujar dia. (dny/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/