Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobil Operasional, Camat Dilarang Bawa Pulang

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
PELAT MERAH: Mobil Baru All New Azanza Tipe E parkir di depan pendapa Kecamatan Cepu. Mobil ini untuk operasional kecamatan. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
PELAT MERAH: Mobil Baru All New Azanza Tipe E parkir di depan pendapa Kecamatan Cepu. Mobil ini untuk operasional kecamatan. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
https://www.youtube.com/shorts/oUjhxli-NwM

BLORA, Radar Bojonegoro - Anggaran Rp 3,67 miliar untuk pembeliam mobil dinas (mobdin) di 16 kecamatan. Pemkab beralasan untuk menunjang operasional, bukan mobil dinas camat. Sebab, mobil operasional sebelumnya hibah pinjamkan ke setiap koramil.

 

Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Blora Sujianto mengatakan, 16 kecamatan sudah terima mobil operasional sejak minggu lalu. Mobil pelat merah itu menunjang operasional kegiatan kecamatan. ‘’Jadi mobil itu bukan untuk camat," jelasnya kemarin (10/4).

 

Menurut Sujianto, Pemkab Blora menganggarkan Rp 3,67 miliar pembelian mobil All New Avanza Tipe E. Mengganti mobil Suzuki APV disewa hibahkan ke koramil se Blora pada 8 Maret 2021. ‘’Mobil yang dulu ditarik pemkab digunakan operasionalnya danramil. Sehingga operasional kecamatan keteteran. Akhirnya penyusunan anggaran tahun lalu disepakati pengadaan mobil operasional," ungkapnya.

 

Alasan memilih All New Avanza Tipe E, menurut Sujianto, karena menyesuaikan anggaran. Setiap unit harganya Rp 227,5 juta. ‘’Mobil operasional itu digunakan menunjang kegiatan ibu-ibu PKK, dharmawanita, dan mobil kesehatan layanan di desa," bebernya.

 

Beberapa masyarakat mengira mobil itu sebagai mobil dinas camat. Seperti dikemukakan Sekretaris Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora Fuad Mustofa memprotes kebijakan pemkab membelikan mobil dinas baru kepada semua camat.

 

Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, setiap unsur di kecamatan bisa menggunakan mobil tersebut. Mobil dinas tidak boleh dikuasai atau dibawa pulang camat atau perangkat kecamatan. ‘’Wajib diparkir di kantor kecamatan ketika tidak dipergunakan. Jika sewaktu-waktu ada ingin memakai segera ke garasi kantor kecamatan," jelasnya.

 

Mobil dinas camat saat ini berupa Terios silver. Bupati memaparkan, jika camat ada kegiatan, perangkat lainnya bingung ketika dapat undangan kegiatan luar karena tidak ada kendaraan operasional ke desa-desa.

 

Wakil Ketua DPRD Siswanto belum bisa dikonfirmasi saat dihubungi kemarin (10/4) sore terkait pembahasan penetapan anggaran pengadaan mobil operasional kecamatan tersebut. (luk/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Mudlofir, Ingin Hidup Bermanfaat

Mudlofir, Ingin Hidup Bermanfaat

CAMAT Kedewan, Mudlofir. Aktif dalam organisasi Muhammadiyah sejak remaja. Hari-harinya tak melulu diisi dengan bekerja. Ia selalu ada cara untuk merawat nalar dan berkiprah bagi sekitar.

Siapa Samin Surosentiko? Tokoh yang Membawa Pengaruh Besar bagi Masyarakat Bojonegoro dan Blora

Siapa Samin Surosentiko? Tokoh yang Membawa Pengaruh Besar bagi Masyarakat Bojonegoro dan Blora

Pengaruhnya meluas hingga Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Di kedua wilayah tersebut, ajaran Samin berkembang menjadi identitas sosial dan budaya yang dikenal melalui komunitas Sedulur Sikep atau Wong Sami

LPG Melon di KDKMP Rp 16 Ribu, Pangkalan Rp 18 Ribu, Pertamina: Pangkalan Tak Perlu Khawatir

LPG Melon di KDKMP Rp 16 Ribu, Pangkalan Rp 18 Ribu, Pertamina: Pangkalan Tak Perlu Khawatir

Pjs Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Risky Diba Avrita menjelaskan, HET merupakan batas maksimal harga jual yang ditetapkan pemerintah daerah. Bukan patokan harga yang wajib dit

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer