alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pedagang Minta Perbaikan Pasar Usai Lebaran

CEPU – Pasar Induk Cepu tahun ini akan dibangun. Anggarannya Rp 6 miliar. Pembangunannya hampir separo dari pasar. Nantinya dibangun melalui bagian belakang pasar. Yang terkena dampak di antaranya kios selep ayam 74 unit, daging 8 kios, dan unggas 12 kios. Dengan jumlah pemilik 88 orang. 

”Pedagang meminta dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora Maskur di Kelurahan Cepu Selasa (10/4). 

Anggaran ini, menurut dia, berasal dari anggaran tugas pembantu (TP) Kementerian Perdagangan. Namun, untuk Rp 6 miliar ini bukan sepenuhnya digunakan pembangunan pasar. Pembangunan fisik senilai Rp 5,8 miliar dan sisanya untuk perencanaan dan pengawasan.

Baca Juga :  Kades Blora Buka Pintu Darurat

Pembangunan nanti, Maskur mewanti-wanti kepada pedagang jangan sampai terprovokasi pihak lain. Seperti pedagang lama akan tersingkirkan dengan pedagang baru. “Percayalah pada petugas. Terpenting sudah punya buku registrasi pasti dapat kios,” ucapnya. 

Pedagang yang kiosnya terkena dampak pembangunan, hingga 5 bulan agar mencari tempat di sekitar pasar. Jika belum dapat, petugas pasar siap membantu mencarikan tempat.

Nantinya, pasar induk ini, menurut Maskur, akan dibangun zona basah dan kering. Sehingga, seperti pedagang pakaian, sayuran, daging, dan unggas dibuat tersendiri. Pihaknya mengingatkan kepada pedagang bahwa pasar tidak boleh digunakan untuk gudang. Ataupun tempat tinggal. 

”Semua untuk berjualan,” tegasnya. Camat Cepu Joko Sulistyo mengatakan, nanti setelah jadi, kios Pasar Induk Cepu memprioritas pedagang lama. ”Dan pedagang yang di jalan bisa masuk,” ujarnya. 

Baca Juga :  Perbaiki Jalan Cepu-Randublatung

CEPU – Pasar Induk Cepu tahun ini akan dibangun. Anggarannya Rp 6 miliar. Pembangunannya hampir separo dari pasar. Nantinya dibangun melalui bagian belakang pasar. Yang terkena dampak di antaranya kios selep ayam 74 unit, daging 8 kios, dan unggas 12 kios. Dengan jumlah pemilik 88 orang. 

”Pedagang meminta dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri tahun ini,” kata Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Blora Maskur di Kelurahan Cepu Selasa (10/4). 

Anggaran ini, menurut dia, berasal dari anggaran tugas pembantu (TP) Kementerian Perdagangan. Namun, untuk Rp 6 miliar ini bukan sepenuhnya digunakan pembangunan pasar. Pembangunan fisik senilai Rp 5,8 miliar dan sisanya untuk perencanaan dan pengawasan.

Baca Juga :  KPUK Blora Kurang Surat Suara DPD

Pembangunan nanti, Maskur mewanti-wanti kepada pedagang jangan sampai terprovokasi pihak lain. Seperti pedagang lama akan tersingkirkan dengan pedagang baru. “Percayalah pada petugas. Terpenting sudah punya buku registrasi pasti dapat kios,” ucapnya. 

Pedagang yang kiosnya terkena dampak pembangunan, hingga 5 bulan agar mencari tempat di sekitar pasar. Jika belum dapat, petugas pasar siap membantu mencarikan tempat.

Nantinya, pasar induk ini, menurut Maskur, akan dibangun zona basah dan kering. Sehingga, seperti pedagang pakaian, sayuran, daging, dan unggas dibuat tersendiri. Pihaknya mengingatkan kepada pedagang bahwa pasar tidak boleh digunakan untuk gudang. Ataupun tempat tinggal. 

”Semua untuk berjualan,” tegasnya. Camat Cepu Joko Sulistyo mengatakan, nanti setelah jadi, kios Pasar Induk Cepu memprioritas pedagang lama. ”Dan pedagang yang di jalan bisa masuk,” ujarnya. 

Baca Juga :  Warga Mengeluh, Empat Kali Minyak Mentah MGS Menggung Tumpah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/