alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Kekurangan Komputer, Sekolah Pinjam Lapotp Siswa

BLORA – Tahun kedua pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih terdapat banyak sekolah kekurangan komputer. Sehingga, pelaksanaan UNBK dimulai Senin (9/4), terpaksa harus meminjam laptop milik siswanya.

Kepala SMAN 1 Cepu Diana Johan Nusanto mengatakan, meski di sekolahnya kekurangan unit komputer, namun pelaksanaan UNBK berjalan. Pihak sekolah mengambil langkah meminjam laptop para siswanya. 

Untuk laptop yang dipinjam ini sebanyak 30 unit. Sebagian untuk cadangan, juga digunakan untuk ujian. ”Untuk sekolah sendiri sudah memiliki 64 unit komputer. Itu dari bantuan pemerintah 23 unit dan 41 unit dari orang tua siswa,” ujarnya.

Jika tidak meminjam, menurut dia, tentu jumlah komputer dan siswa tidak akan cukup. Karena, untuk tahun ini jumlah siswa yang mengikuti UNBK ada 266 siswa. Pelaksanaannya tiga sesi dibagi dalam tiga ruang ujian. 

Baca Juga :  ASN dan Siswa Wajib Seragam Batik Lokal

Satu ruang diisi 35 unit komputer. Dan, dua ruang lainnya diisi dengan 27 unit komputer. ”Cadangan komputer 15 unit laptop dari pinjaman siswa,” ujarnya. 

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Blora Sudarmanto mengatakan, bukan hanya SMAN 1 Cepu yang kekurangan komputer. Hampir semua SMA banyak kekurangan komputer. 

Dia mencontohkan, SMAN 1 Randublatung tidak lain sekolahnya sendiri, juga kekurangan komputer. Karena setiap sesi ada 96 siswa peserta UNBK. Tapi, sekolah baru memiliki 67. ”Kekurangannya pinjam laptop ke orang tua siswa,” ujarnya.

Meski begitu, pada 2017 lalu sudah ada 8 SMAN yang mendapatkan bantuan komputer dari pemerintah provinsi (pemprov). Sebanyak 22 unit komputer, 1 server, dan 1 printer. 

Baca Juga :  Ketua dan Wakil DPRD Blora Dilantik Menjadi Pengurus ADKASI

Sementara itu, hari pertama UNBK jenjang SMA/MA kemarin terdapat satu siswa absen karena sakit. ”Yang izin tidak ikut dari siswa SMAN 1 Blora karena sakit. Disertai surat keterangan dokter,” bebernya. Jumlah siswa mengikuti UNBK secara keselurhan 2.848 dari 22 SMA.

Ketua MKKS Madrasah Aliyah (MA) Amiruddin Aziz mengatakan, terdapat 14 MA dengan jumlah 959 siswa mengikuti UNBK. ”Sampai saat ini berjalan lancar tidak ada hambatan,” ujarnya.

BLORA – Tahun kedua pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih terdapat banyak sekolah kekurangan komputer. Sehingga, pelaksanaan UNBK dimulai Senin (9/4), terpaksa harus meminjam laptop milik siswanya.

Kepala SMAN 1 Cepu Diana Johan Nusanto mengatakan, meski di sekolahnya kekurangan unit komputer, namun pelaksanaan UNBK berjalan. Pihak sekolah mengambil langkah meminjam laptop para siswanya. 

Untuk laptop yang dipinjam ini sebanyak 30 unit. Sebagian untuk cadangan, juga digunakan untuk ujian. ”Untuk sekolah sendiri sudah memiliki 64 unit komputer. Itu dari bantuan pemerintah 23 unit dan 41 unit dari orang tua siswa,” ujarnya.

Jika tidak meminjam, menurut dia, tentu jumlah komputer dan siswa tidak akan cukup. Karena, untuk tahun ini jumlah siswa yang mengikuti UNBK ada 266 siswa. Pelaksanaannya tiga sesi dibagi dalam tiga ruang ujian. 

Baca Juga :  Harap Ada Evaluasi Mutasi Kepala Sekolah di Blora

Satu ruang diisi 35 unit komputer. Dan, dua ruang lainnya diisi dengan 27 unit komputer. ”Cadangan komputer 15 unit laptop dari pinjaman siswa,” ujarnya. 

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Blora Sudarmanto mengatakan, bukan hanya SMAN 1 Cepu yang kekurangan komputer. Hampir semua SMA banyak kekurangan komputer. 

Dia mencontohkan, SMAN 1 Randublatung tidak lain sekolahnya sendiri, juga kekurangan komputer. Karena setiap sesi ada 96 siswa peserta UNBK. Tapi, sekolah baru memiliki 67. ”Kekurangannya pinjam laptop ke orang tua siswa,” ujarnya.

Meski begitu, pada 2017 lalu sudah ada 8 SMAN yang mendapatkan bantuan komputer dari pemerintah provinsi (pemprov). Sebanyak 22 unit komputer, 1 server, dan 1 printer. 

Baca Juga :  Tangkap Tiga Pelaku Sindikat Pencurian Amankan 12 Motor

Sementara itu, hari pertama UNBK jenjang SMA/MA kemarin terdapat satu siswa absen karena sakit. ”Yang izin tidak ikut dari siswa SMAN 1 Blora karena sakit. Disertai surat keterangan dokter,” bebernya. Jumlah siswa mengikuti UNBK secara keselurhan 2.848 dari 22 SMA.

Ketua MKKS Madrasah Aliyah (MA) Amiruddin Aziz mengatakan, terdapat 14 MA dengan jumlah 959 siswa mengikuti UNBK. ”Sampai saat ini berjalan lancar tidak ada hambatan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Dataran Tinggi pun Terendam Banjir

Jalur Alternatif Rusak Parah

Artikel Terbaru


/