alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Kuota Calon Jamaah Haji Blora Belum Jelas

BLORA, Radar Bojonegoro – Angin segar bagi calon jamaah haji (CJH) setelah Arab Saudi membuka perjalanan ke negaranya. Tahun ini dipastikan ada pemberangkatan haji. Namun, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Blora masih menunggu surat kepastian kuota dari Kemenag Pusat.

“Katanya informasi terbaru tahun ini ada pemberangkatan, namun kuotanya belum tahu lebih lanjut, karena surat dari pusat belum turun,” ungkap Kepala Kemenag Blora M. Kafit kemarin (8/3).

 

Kafit mengatakan, jika Kemenag sedang melakukan persiapan untuk pemberangkatan, dan berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi. CJH yang tahun ini berangkat adalah CJH masa tunggu 2020 yang tertunda keberangkatannya karena pandemi. “Sedangkan 2021 dan 2022 terpaksa harus mundur,” tegasnya.

Baca Juga :  Setelah Diberlakukan di Kantor OPD

 

Kafit menerangkan, terdapat 609 orang CJH yang seharusnya berangkat, jumlah tersebut bisa berubah karena menyesuaikan regulasi yang turun nanti. Menurutnya, terdapat peraturan baru bagi perjalanan yang sebelumnya setelah pulang dari luar negeri harus karantina tiga hari. “Sekarang hanya satu hari langsung boleh bisa pulang,” terangnya.

 

Pihaknya mengaku telah membekali CJH dengan Vaksin booster dosis dua. Sehingga, jika tahun ini diberlakukan vaksinasi dosis ke tiga, akan mempersiapkan. “Yang jamaah tahun ini diprioritaskan vaksin booster, minimal yang tiga harus sudah divaksinkan,” katanya.

 

Sementara itu, pelaksana penyusun dokumen pemberangkatan haji Kankemenag Blora, Nur Sholihin mengungkapkan, sebanyak 609 CJH masih menunggu regulasi dari pusat, peluang besar akan ada keberangkatan tahun ini. “Saat ini dari pusat sedang berkoordinasi dengan Arab Saudi, mekanisme di daerah nanti menunggu dari pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  Bappeda Blora: Fokus Penanganan Stunting di 48 Desa

 

Nur mengungkapkan, walaupun masa tunggu haji saat ini 29 tahun, pendaftar masih berdatangan di Kankemenag. Setidaknya ada sekitar 5 sampai 10 orang tiap minggunya. “Ya agak berkurang dibandingkan sebelum ada pandemi,” ungkapnya. (luk/msu)

BLORA, Radar Bojonegoro – Angin segar bagi calon jamaah haji (CJH) setelah Arab Saudi membuka perjalanan ke negaranya. Tahun ini dipastikan ada pemberangkatan haji. Namun, Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Blora masih menunggu surat kepastian kuota dari Kemenag Pusat.

“Katanya informasi terbaru tahun ini ada pemberangkatan, namun kuotanya belum tahu lebih lanjut, karena surat dari pusat belum turun,” ungkap Kepala Kemenag Blora M. Kafit kemarin (8/3).

 

Kafit mengatakan, jika Kemenag sedang melakukan persiapan untuk pemberangkatan, dan berkoordinasi dengan pihak Arab Saudi. CJH yang tahun ini berangkat adalah CJH masa tunggu 2020 yang tertunda keberangkatannya karena pandemi. “Sedangkan 2021 dan 2022 terpaksa harus mundur,” tegasnya.

Baca Juga :  Bertambah 8.000 Ekor Per Tahun

 

Kafit menerangkan, terdapat 609 orang CJH yang seharusnya berangkat, jumlah tersebut bisa berubah karena menyesuaikan regulasi yang turun nanti. Menurutnya, terdapat peraturan baru bagi perjalanan yang sebelumnya setelah pulang dari luar negeri harus karantina tiga hari. “Sekarang hanya satu hari langsung boleh bisa pulang,” terangnya.

 

Pihaknya mengaku telah membekali CJH dengan Vaksin booster dosis dua. Sehingga, jika tahun ini diberlakukan vaksinasi dosis ke tiga, akan mempersiapkan. “Yang jamaah tahun ini diprioritaskan vaksin booster, minimal yang tiga harus sudah divaksinkan,” katanya.

 

Sementara itu, pelaksana penyusun dokumen pemberangkatan haji Kankemenag Blora, Nur Sholihin mengungkapkan, sebanyak 609 CJH masih menunggu regulasi dari pusat, peluang besar akan ada keberangkatan tahun ini. “Saat ini dari pusat sedang berkoordinasi dengan Arab Saudi, mekanisme di daerah nanti menunggu dari pusat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kagum Melihat Sumur Angguk┬á

 

Nur mengungkapkan, walaupun masa tunggu haji saat ini 29 tahun, pendaftar masih berdatangan di Kankemenag. Setidaknya ada sekitar 5 sampai 10 orang tiap minggunya. “Ya agak berkurang dibandingkan sebelum ada pandemi,” ungkapnya. (luk/msu)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/