alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Dua Pemuda di Blora Tewas di Sungai

BLORA, Radar Bojonegoro – Pertunjukan hiburan dangdut di Desa Dologan, Kecamatan Japah berakhir tragis, dua pemuda bernama Bagas, 17, dan Eko, 18, ditemukan tewas di sungai sekitar lokasi kejadian kemarin (7/12).  
Dua korban tewas diduga diamuk massa saat tawuran hiburan dangdut berlangsung Senin (6/12) sore. Polisi masih tutup mulut tentang kejadian hiburan di tengah pandemi itu.
Menurut Lasmito, warga Desa Dologan, Kecamatan Japah, sebelum ditemukan tewas di sungai, kedua korban terlibat tawuran antarpemuda Desa Pengkol dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah, di Desa Dologan, kecamatan setempat.
‘’Keduanya akhirnya lari karena merasa terpojok dan kalah jumlah,’’ ujarnya.
Menurut dia, dua korban asal Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah ditemukan meninggal di sungai turut Desa Dologan, kecamatan setempat.
Sehari sebelum ditemukan tewas. dua korban melihat pertunjukan dangdut di Desa Dologan. Setelah itu ada tawuran dan diduga kedua korban lari, setelah keributan itu, kedua korban dicari dan tidak ditemukan. Saat ditemukan keduanya dengan kondisi tidak bernyawa.
Usai acara, keduanya kemudian menghilang. Saat dicari ke rumah korban tidak ditemukan. Korban tidak pulang sampai magrib, akhirnya dilakukan pencarian jalur darat dan lain-lain.
Kemudian sampai kemarin baru ditemukan. ‘’Pencarian keduanya hingga ditemukan pada hari ini (kemarin, Red) pukul 14.15 di sungai,’’ imbuhnya.
Saat ditemukan kedua korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Dalam pencariannya, dilakukan oleh tim gabungan dari beberapa desa sekitar.
Suparwi, perangkat Desa Dologan, Kecamatan Japah membeberkan, semua pihak ikut melakukan pencarian korban. Bahkan dari desa Dologan dan Pengkol ikut mencari.
Akhirnya ditemukan di sungai, dievakuasi dibawa ke Balai Desa Dologan, keduanya langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk diotopsi.
‘’Informasinya ada keluarga korban yang tidak terima. Tadi kedua korban langsung dibawa puskesmas, diotopsi di puskemas, baru di rujuk di Blora,’’ jelasnya.
Kapolsek Japah Iptu Isnaini belum bisa memberikan keterangan, saat dihubungi sambungan telepon beberapa kali terdengar nada sambung tapi tak diangkat. Kemudian saat dihubungi lewat pesan WhatsApps juga tidak menanggapi hingga pukul 19.00.

Baca Juga :  Dikejar Polisi Mobil Elf Terguling di Blora

Tragedi Dangdut Desa Dologan
-Pertunjukan dangdut Senin (6/12) sore
-Terjadi tawuran antarpemuda
-Diduga antarpemuda Desa Pengkol dan Gaplokan
-Dua korban lari
-Hingga magrib tak pulang di rumah
-Selasa (7/12) dua pemuda ditemukan tewas di sungai Dologan
-diduga lari dari amukan massa
-Belum dibeberkan hasil otopsi
-Polisi masih tutup mulut

BLORA, Radar Bojonegoro – Pertunjukan hiburan dangdut di Desa Dologan, Kecamatan Japah berakhir tragis, dua pemuda bernama Bagas, 17, dan Eko, 18, ditemukan tewas di sungai sekitar lokasi kejadian kemarin (7/12).  
Dua korban tewas diduga diamuk massa saat tawuran hiburan dangdut berlangsung Senin (6/12) sore. Polisi masih tutup mulut tentang kejadian hiburan di tengah pandemi itu.
Menurut Lasmito, warga Desa Dologan, Kecamatan Japah, sebelum ditemukan tewas di sungai, kedua korban terlibat tawuran antarpemuda Desa Pengkol dan Desa Gaplokan, Kecamatan Japah, di Desa Dologan, kecamatan setempat.
‘’Keduanya akhirnya lari karena merasa terpojok dan kalah jumlah,’’ ujarnya.
Menurut dia, dua korban asal Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah ditemukan meninggal di sungai turut Desa Dologan, kecamatan setempat.
Sehari sebelum ditemukan tewas. dua korban melihat pertunjukan dangdut di Desa Dologan. Setelah itu ada tawuran dan diduga kedua korban lari, setelah keributan itu, kedua korban dicari dan tidak ditemukan. Saat ditemukan keduanya dengan kondisi tidak bernyawa.
Usai acara, keduanya kemudian menghilang. Saat dicari ke rumah korban tidak ditemukan. Korban tidak pulang sampai magrib, akhirnya dilakukan pencarian jalur darat dan lain-lain.
Kemudian sampai kemarin baru ditemukan. ‘’Pencarian keduanya hingga ditemukan pada hari ini (kemarin, Red) pukul 14.15 di sungai,’’ imbuhnya.
Saat ditemukan kedua korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Dalam pencariannya, dilakukan oleh tim gabungan dari beberapa desa sekitar.
Suparwi, perangkat Desa Dologan, Kecamatan Japah membeberkan, semua pihak ikut melakukan pencarian korban. Bahkan dari desa Dologan dan Pengkol ikut mencari.
Akhirnya ditemukan di sungai, dievakuasi dibawa ke Balai Desa Dologan, keduanya langsung dibawa ke puskesmas setempat untuk diotopsi.
‘’Informasinya ada keluarga korban yang tidak terima. Tadi kedua korban langsung dibawa puskesmas, diotopsi di puskemas, baru di rujuk di Blora,’’ jelasnya.
Kapolsek Japah Iptu Isnaini belum bisa memberikan keterangan, saat dihubungi sambungan telepon beberapa kali terdengar nada sambung tapi tak diangkat. Kemudian saat dihubungi lewat pesan WhatsApps juga tidak menanggapi hingga pukul 19.00.

Baca Juga :  31 Angkutan Umum di Blora Ditilang

Tragedi Dangdut Desa Dologan
-Pertunjukan dangdut Senin (6/12) sore
-Terjadi tawuran antarpemuda
-Diduga antarpemuda Desa Pengkol dan Gaplokan
-Dua korban lari
-Hingga magrib tak pulang di rumah
-Selasa (7/12) dua pemuda ditemukan tewas di sungai Dologan
-diduga lari dari amukan massa
-Belum dibeberkan hasil otopsi
-Polisi masih tutup mulut

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/