alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Vakum Dua Tahun

518 Karateka Bertanding di Cepu

- Advertisement -

CEPU, Radar Bojonegoro – Setelah vakum selama dua tahun, 518 Karateka dari 23 Kabupaten/Kota kembali berlaga di Cepu. Mempertandingkan 779 kelas dengan dua kategori. Yakni, festival dan pertandingan.

 

Sempat vakum dua tahun karena pandemi Covid-19, Kejurprov Karate Lemkari (Lembaga Karate-DO Indonesia) Jawa Tengah terakhir diadakan di Banjarnegara 2019 lalu. Waktu itu, tuan rumah menyabet juara umum. Kejurprov kembali dilaksanakan, dan di tahun ini Blorai menjadi tuan rumah.

 

Sub Koordinator Olahraga Dinas Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Widarto membenarkan ada pertandingan karate tingkat provinsi yang sebelumnya vakum dua tahun karena pandemi. Namun, pihaknya tidak mengetahui jumlah atlet karate daerah yang ikut bertanding.

Baca Juga :  Dua Pohon Tua Ditebang
- Advertisement -

“Karena kami hanya sebagai undangan, pelaksanaannya oleh Lemkari (Lembaga Karate-DO Indonesia),” jelasnya.

 

Menurutnya, daerah menjadi tuan rumah tahun ini, dari beberapa olahraga yang ada ditekuni daerah, olahraga yang mengandalkan fisik yang menjadi keunggal daerah, salah aatunya karate, gulat, dan angkat besi.

 

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati menyampaikan,  olahraga bela diri (karate)  terdapat banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Selain menyehatkan fisik dan mental, juga melatih olah pikir dan olah nafsu.

“Karena dalam olahraga Karate harus ada keseimbangan antara emosi dan mental, serta kekuatan fisik,” paparnya.

 

Disamping itu, terdapat filosofi dalam karate, yaitu “Do”. Dimana berperan membangun karakter bangsa, karena ” Do” merupakan sifat atau jiwa kesatria, dalam bersikap, berlatih, bertarung dan dalam melakukan apapun. (luk/msu)

Baca Juga :  Musnahkan 1.360 Pil dan Sabu 

CEPU, Radar Bojonegoro – Setelah vakum selama dua tahun, 518 Karateka dari 23 Kabupaten/Kota kembali berlaga di Cepu. Mempertandingkan 779 kelas dengan dua kategori. Yakni, festival dan pertandingan.

 

Sempat vakum dua tahun karena pandemi Covid-19, Kejurprov Karate Lemkari (Lembaga Karate-DO Indonesia) Jawa Tengah terakhir diadakan di Banjarnegara 2019 lalu. Waktu itu, tuan rumah menyabet juara umum. Kejurprov kembali dilaksanakan, dan di tahun ini Blorai menjadi tuan rumah.

 

Sub Koordinator Olahraga Dinas Olahraga Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Widarto membenarkan ada pertandingan karate tingkat provinsi yang sebelumnya vakum dua tahun karena pandemi. Namun, pihaknya tidak mengetahui jumlah atlet karate daerah yang ikut bertanding.

Baca Juga :  Bangun Kawasan dengan Penguatan Infrastruktur
- Advertisement -

“Karena kami hanya sebagai undangan, pelaksanaannya oleh Lemkari (Lembaga Karate-DO Indonesia),” jelasnya.

 

Menurutnya, daerah menjadi tuan rumah tahun ini, dari beberapa olahraga yang ada ditekuni daerah, olahraga yang mengandalkan fisik yang menjadi keunggal daerah, salah aatunya karate, gulat, dan angkat besi.

 

Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati menyampaikan,  olahraga bela diri (karate)  terdapat banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Selain menyehatkan fisik dan mental, juga melatih olah pikir dan olah nafsu.

“Karena dalam olahraga Karate harus ada keseimbangan antara emosi dan mental, serta kekuatan fisik,” paparnya.

 

Disamping itu, terdapat filosofi dalam karate, yaitu “Do”. Dimana berperan membangun karakter bangsa, karena ” Do” merupakan sifat atau jiwa kesatria, dalam bersikap, berlatih, bertarung dan dalam melakukan apapun. (luk/msu)

Baca Juga :  Angka ODHA Naik Drastis di Blora

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Suka Tantangan

Rancang Dua Opsi


/