alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Dikirim ke Semarang hingga Jakarta

Terbitkan Ratusan Surat Jalan Hewan di Blora

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Penjualan sapi keluar daerah menjelang hari raya kurban mulai ramai. Peternak harus mengantongi surat jalan dari pemerintah kabupaten pemkab. Tercatat sudah ratusan surat jalan diterbitkan agar sapi bisa dijual ke luar daerah.

 

Tekad salah satu peternak sapi Desa Palon, Kecamatan Jepon, mengungkapkan, penjualan hewan kurban terutama sapi sudah cukup lancar. Namun, penjualan tetap mengalami dampak karena penyakit mulut dan kuku (PMK) memicu permintaan menurun.

“Permintaan menurun dibanding Idul Adha tahun lalu yang tidak ada PMK,” jelasnya.

 

- Advertisement -

Tekad mengaku, sudah menjual sekitar 32 ekor sapi. Permintaan rerata dari luar daerah seperti Semarang dan Jakarta. Tentu ada wabah PMK untuk distribusi dirinya mengajukan surat jalan atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) kepada pemkab agar bisa kirim keluar daerah.

Baca Juga :  Tak Ada Lonjakan Penumpang

 

“Alhamdulillah lancar karena sapi kami lengkapi surat yang dikeluarkan oleh petugas kesehatan dinas,” tuturnya.

 

Tekad menjelaskan, untuk harga hewan kurban masih standar pasar dengan penjualan timbangan hidup sekitar 55 ribu per kilogram. Sedangkan, berat badan 800 ke atas penjualannya mencapai Rp 60 ribu per kilogram. “Harga per sapi sekitar Rp 25 juta dengan bobot kisaran 420 kilogram,” bebernya.

 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Tejo Yuwono mengaku, selama menjelang Idul Adha telah menerbitkan ratusan surat jalan atau SKKH. Ternak milik warga dikirim di luar daerah diperiksa dahulu. Jika lolos uji kesehatan atau tidak suspek PMK surat jalan akan diberikan.

Baca Juga :  Ada Warga di Blora Terima Ganti Rugi Rp 2,4 Miliar

 

“Sudah banyak yang mengajukan. Sekitar seratus lebih untuk dikirim ke luar daerah digunakan hewan kurban,” jelasnya.

Tejo menjelaskan, menjelang Idul Adha masih melakukan penjagaan di perbatasan bekerja sama dengan polres. Setiap angkutan hewan melintas masuk dan ke luar diperiksa izin. Jika ditemukan tidak ada izin akan diberhentikan dan dikembalikan.

“Kami masih aktifkan penjagaan di perbatasan,” jelasnya. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Penjualan sapi keluar daerah menjelang hari raya kurban mulai ramai. Peternak harus mengantongi surat jalan dari pemerintah kabupaten pemkab. Tercatat sudah ratusan surat jalan diterbitkan agar sapi bisa dijual ke luar daerah.

 

Tekad salah satu peternak sapi Desa Palon, Kecamatan Jepon, mengungkapkan, penjualan hewan kurban terutama sapi sudah cukup lancar. Namun, penjualan tetap mengalami dampak karena penyakit mulut dan kuku (PMK) memicu permintaan menurun.

“Permintaan menurun dibanding Idul Adha tahun lalu yang tidak ada PMK,” jelasnya.

 

- Advertisement -

Tekad mengaku, sudah menjual sekitar 32 ekor sapi. Permintaan rerata dari luar daerah seperti Semarang dan Jakarta. Tentu ada wabah PMK untuk distribusi dirinya mengajukan surat jalan atau surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) kepada pemkab agar bisa kirim keluar daerah.

Baca Juga :  Memori tentang Blora

 

“Alhamdulillah lancar karena sapi kami lengkapi surat yang dikeluarkan oleh petugas kesehatan dinas,” tuturnya.

 

Tekad menjelaskan, untuk harga hewan kurban masih standar pasar dengan penjualan timbangan hidup sekitar 55 ribu per kilogram. Sedangkan, berat badan 800 ke atas penjualannya mencapai Rp 60 ribu per kilogram. “Harga per sapi sekitar Rp 25 juta dengan bobot kisaran 420 kilogram,” bebernya.

 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (DP4) Blora Tejo Yuwono mengaku, selama menjelang Idul Adha telah menerbitkan ratusan surat jalan atau SKKH. Ternak milik warga dikirim di luar daerah diperiksa dahulu. Jika lolos uji kesehatan atau tidak suspek PMK surat jalan akan diberikan.

Baca Juga :  Semprot Disinfektan Kandang Sapi di Blora

 

“Sudah banyak yang mengajukan. Sekitar seratus lebih untuk dikirim ke luar daerah digunakan hewan kurban,” jelasnya.

Tejo menjelaskan, menjelang Idul Adha masih melakukan penjagaan di perbatasan bekerja sama dengan polres. Setiap angkutan hewan melintas masuk dan ke luar diperiksa izin. Jika ditemukan tidak ada izin akan diberhentikan dan dikembalikan.

“Kami masih aktifkan penjagaan di perbatasan,” jelasnya. (luk/rij)

Previous articleTertabrak Truk, Tewas
Next articleRPH Cepu Kumuh

Artikel Terkait

Most Read

Tunggu Rapat Dulu

KPM Meninggal, BPNT Masih Cair

Ajak Sungkem di Hari Ibu

Artikel Terbaru


/