alexametrics
29.9 C
Bojonegoro
Tuesday, May 17, 2022

Tegur Anak Jalanan, Sopir Truk Dikeroyok hingga Babak Belur

BLORA – Sebelas anak jalanan (anjal) terpaksa harus berurusan dengan kepolisian. Hingga senin (7/5) mereka menjalani pemeriksaan setelah mengeroyok seorang sopir truk di Jalan Raya Randublatung-Doplang, turut Kelurahan Randublatung. Sutejo, sopir truk warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Randublatung, itu hingga babak belur. Masalahnya sepele. Korban menegur segerombolan anak jalanan ketika meminta tumpangan. Sebab, terdapat anak jalanan menggedor-gedor bak truk. Padahal, sopir, mempersilakan sekitar 20 anak jalanan menumpang. 

Kapolsek Randublatung AKP Supriyo mengatakan, kejadian bermula saat Sutejo mengendarai truknya di Jalan Raya Randublatung-Doplang. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), segerombolan anak jalanan menghadang laju truk. 

Salah satu anak jalanan menghampiri korban dan meminta agar diberi tumpangan. Namun, anak jalanan lain tiba-tiba menggedor-gedor bak truk dengan kondisi mabuk. 

Baca Juga :  Tiga Sekolah Khawatir Banjir ketika UNBK

“Melihat hal itu, Sutejo menegur anak punk itu. Dan mengatakan, kalau ikut ya ayo naik, nggak usah gedor-gedor, mbok ya yang sopan sedikit,” ujar Kapolsek menirukan perkataan Sutejo. Dari teguran Sutejo itu, lanjut Supriyo, salah satu anak jalanan tidak terima. Karena pengaruh miras, salah seorang anak jalanan seketika membuka pintu truk dan memukuli Sutejo. 

Merasa tidak mampu melawan gerombolan anak jalanan itu, Sutejo meminta tolong. Warga yang mengetahui menolong Sutejo. Warga juga memanggil kepolisian dan menangkap para anak jalanan.  

Namun, segerombolan anak jalanan sekitar 20 itu sebagian bisa melarikan diri. Polsek Randublatung bersama warga hanya bisa mengamankan 11 anak jalanan. Hasil penyelidikan, ada tiga anak menjalani pemeriksaan lebih intens karena diduga pelaku pengeroyokan. Yakni, Saroni Irama Wijaya, 27, warga Desa/Kecamatan Palang, Tuban.  Serta Zul, 18, dan Hik, 15, warga Kabupaten Brebes.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Bojonegoro Tetapkan Dua Tersangka Jebakan Tikus Maut

“Tiga anak ini diselidiki sebagai pelaku pemukulan dan yang lain masih diamankan proses pemeriksaan,” ucap kapolsek.

BLORA – Sebelas anak jalanan (anjal) terpaksa harus berurusan dengan kepolisian. Hingga senin (7/5) mereka menjalani pemeriksaan setelah mengeroyok seorang sopir truk di Jalan Raya Randublatung-Doplang, turut Kelurahan Randublatung. Sutejo, sopir truk warga Desa Sumberrejo, Kecamatan Randublatung, itu hingga babak belur. Masalahnya sepele. Korban menegur segerombolan anak jalanan ketika meminta tumpangan. Sebab, terdapat anak jalanan menggedor-gedor bak truk. Padahal, sopir, mempersilakan sekitar 20 anak jalanan menumpang. 

Kapolsek Randublatung AKP Supriyo mengatakan, kejadian bermula saat Sutejo mengendarai truknya di Jalan Raya Randublatung-Doplang. Sampai di tempat kejadian perkara (TKP), segerombolan anak jalanan menghadang laju truk. 

Salah satu anak jalanan menghampiri korban dan meminta agar diberi tumpangan. Namun, anak jalanan lain tiba-tiba menggedor-gedor bak truk dengan kondisi mabuk. 

Baca Juga :  Dipecat dari Gerindra, Setiyadji Anggap Tak Adil

“Melihat hal itu, Sutejo menegur anak punk itu. Dan mengatakan, kalau ikut ya ayo naik, nggak usah gedor-gedor, mbok ya yang sopan sedikit,” ujar Kapolsek menirukan perkataan Sutejo. Dari teguran Sutejo itu, lanjut Supriyo, salah satu anak jalanan tidak terima. Karena pengaruh miras, salah seorang anak jalanan seketika membuka pintu truk dan memukuli Sutejo. 

Merasa tidak mampu melawan gerombolan anak jalanan itu, Sutejo meminta tolong. Warga yang mengetahui menolong Sutejo. Warga juga memanggil kepolisian dan menangkap para anak jalanan.  

Namun, segerombolan anak jalanan sekitar 20 itu sebagian bisa melarikan diri. Polsek Randublatung bersama warga hanya bisa mengamankan 11 anak jalanan. Hasil penyelidikan, ada tiga anak menjalani pemeriksaan lebih intens karena diduga pelaku pengeroyokan. Yakni, Saroni Irama Wijaya, 27, warga Desa/Kecamatan Palang, Tuban.  Serta Zul, 18, dan Hik, 15, warga Kabupaten Brebes.

Baca Juga :  Bupati Tuban Halindra: Bantuan untuk PKL dan UMK Harapan Bertahan

“Tiga anak ini diselidiki sebagai pelaku pemukulan dan yang lain masih diamankan proses pemeriksaan,” ucap kapolsek.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/