alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Wabup Minta Kepolisian Temukan Motif Perusakan

BLORA – Wakil Bupati (Wabup) Blora Arief Rohman berharap, kepolisian segera mengusut dan menemukan motif perusakan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) yang dilakukan Mufid Mubarok. Hal ini agar tak terjadi kejadian serupa di Blora dan bisa dicegah.

“Kami prihatin dan minta agar aparat mengusut tuntas motifnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blora-Cepu rabu (7/3). Wabup mengatakan, perusakan seperti Minggu (4/3) lalu, setidak nya bisa menyebabkan kondusifi tas Blora terganggu.

Namun, setelah kejadian ini terjadi, dia meminta kondisi di Blora segera pulih dan kondusif seperti semula. Karena, selama ini, menurut Arief, sapaan akrabnya, hubungan Pemkab Blora dengan tokoh masyarakat cukup baik dan harmonis.

Baca Juga :  Harus Jadi Benteng Pengaruh Radikalisme

Selasa (6/3) lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) sudah melakukan koordinasi bersama tokoh masyarakat bersama Kapolres Blora. Kejadian itu, kata Wabup, tidak lagi terulang dan menjadi pertama dan terakhir. “Dan kita bisa menjaga persaudaraan,” ujarnya.

Ketua FKUB Blora Ishad Shofawi mengatakan, masyarakat harus bisa mencegah sikap intoleransi. Penyebaran pengaruh intoleran bisa melalui media sosial. Apalagi, kondisi Mufid Mubarok yang pendiam. Menurut dia, itulah yang memudahkan adanya pengaruh bisa memasukinya. “Tertutup, itu yang diikuti satu alur saja.

Beda kalau anaknya gaul atau mudah bergaul, itu pasti banyak pertimbangan,” ujarnya. Dia pun tidak bisa memastikan perusakan yang dilakukan Mufi d Mubarok ini karena adanya praktik pencucian otak. “Saya tidak tahu kalau itu,” ucapnya. 

Baca Juga :  Nasionalisme Sebagian dari Iman

BLORA – Wakil Bupati (Wabup) Blora Arief Rohman berharap, kepolisian segera mengusut dan menemukan motif perusakan kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) yang dilakukan Mufid Mubarok. Hal ini agar tak terjadi kejadian serupa di Blora dan bisa dicegah.

“Kami prihatin dan minta agar aparat mengusut tuntas motifnya,” katanya kepada Jawa Pos Radar Blora-Cepu rabu (7/3). Wabup mengatakan, perusakan seperti Minggu (4/3) lalu, setidak nya bisa menyebabkan kondusifi tas Blora terganggu.

Namun, setelah kejadian ini terjadi, dia meminta kondisi di Blora segera pulih dan kondusif seperti semula. Karena, selama ini, menurut Arief, sapaan akrabnya, hubungan Pemkab Blora dengan tokoh masyarakat cukup baik dan harmonis.

Baca Juga :  Kejar Pelaku Perusakan Warung Mbok Semok

Selasa (6/3) lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) sudah melakukan koordinasi bersama tokoh masyarakat bersama Kapolres Blora. Kejadian itu, kata Wabup, tidak lagi terulang dan menjadi pertama dan terakhir. “Dan kita bisa menjaga persaudaraan,” ujarnya.

Ketua FKUB Blora Ishad Shofawi mengatakan, masyarakat harus bisa mencegah sikap intoleransi. Penyebaran pengaruh intoleran bisa melalui media sosial. Apalagi, kondisi Mufid Mubarok yang pendiam. Menurut dia, itulah yang memudahkan adanya pengaruh bisa memasukinya. “Tertutup, itu yang diikuti satu alur saja.

Beda kalau anaknya gaul atau mudah bergaul, itu pasti banyak pertimbangan,” ujarnya. Dia pun tidak bisa memastikan perusakan yang dilakukan Mufi d Mubarok ini karena adanya praktik pencucian otak. “Saya tidak tahu kalau itu,” ucapnya. 

Baca Juga :  Nasionalisme Sebagian dari Iman

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/