alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Rumah Pram Bakal Jadi Perpustakaan dan Museum 

BLORA – Rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer mulai dilakukan renovasi kemarin (6/11). Terlihat rumah utama Pram sudah dirubuhkan. Pekerja masih sibuk menempatkan barang-barang yang ada di dalamnya. 

Sebagian pekerja lain sibuk membuat besi untuk fondasi. Untuk revitalisasi rumah masa kecil Pram ini, dibangun melalui anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan nilai anggaran mencapai Rp 878.951.000.

Soesilo Toer, adik Pram yang menempati rumah itu mengatakan, dalam proses pembangunan dirinya tinggal di sebelah rumah utama yang dulu digunakan sebagai perpustakaan Pataba. Di ruangan, dia harus menempati tumpukan baju dan buku. “Ya harus berdesakan bersama buku-buku,” ujarnya.

Mbah Soes, sapaan Soesilo Toer mengatakan, setelah nanti rumah utama jadi, dirinya bersama dengan anaknya akan menjadikan rumah tersebut perpustakaan dan museum Pram. “Nanti ruangan ini (perpustakaan Pataba) akan digunakan homestay, nanti juga ada gazebo juga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Akan Ditertibkan, Terkendala Data Pemilik Tempat Kos

Sedangkan, dalam proses membangun rumah, dirinya mengaku tidak keberatan. Tapi Mbah Soes tidak mau memegang uang sepeserpun dari proses renovasi ini. “Sejak awal sudah saya katakan boleh rumah ini direnovasi, tapi saya tidak mau memegang uang, uang itu membuat orang menjadi gila,” jelasnya.

Penanggung jawab proyek, Adi Siswanto mengatakan, proses pembangunan rumah sudah berjalan 15 hari lalu. Tahap awal akan dilakukan pembongkaran seluruh konstruksi bangunan sebelum diganti dengan konstruksi yang baru.

Dia menuturkan, seratus persen konstruksi bangunan akan diganti semua. Karena kondisinya sudah lapuk. “Nanti akan kita ganti dengan tembok. Namun bentuk bangunan akan kita pertahankan sesuai perintah Kemendikbud,” jelasnya.

Baca Juga :  Korban Dibuang ke Sungai?

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji mengatakan, tahun ini proses pembangunan hanya akan dilakukan pada rumah utama saja. “Untuk yang lain itu akan menjadi follow-up pemkab sendiri tahun depan,” ujarnya.

Tapi tidak menutup kemungkinan tahun depan akan kembali ajukan lagi ke Kemendikbud. Karena target Pemkab Blora akan menjadikan rumah masa kecil Pram ini sampai layak untuk digunakan tempat kunjungan seni sastra di Blora.

BLORA – Rumah masa kecil Pramoedya Ananta Toer mulai dilakukan renovasi kemarin (6/11). Terlihat rumah utama Pram sudah dirubuhkan. Pekerja masih sibuk menempatkan barang-barang yang ada di dalamnya. 

Sebagian pekerja lain sibuk membuat besi untuk fondasi. Untuk revitalisasi rumah masa kecil Pram ini, dibangun melalui anggaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan nilai anggaran mencapai Rp 878.951.000.

Soesilo Toer, adik Pram yang menempati rumah itu mengatakan, dalam proses pembangunan dirinya tinggal di sebelah rumah utama yang dulu digunakan sebagai perpustakaan Pataba. Di ruangan, dia harus menempati tumpukan baju dan buku. “Ya harus berdesakan bersama buku-buku,” ujarnya.

Mbah Soes, sapaan Soesilo Toer mengatakan, setelah nanti rumah utama jadi, dirinya bersama dengan anaknya akan menjadikan rumah tersebut perpustakaan dan museum Pram. “Nanti ruangan ini (perpustakaan Pataba) akan digunakan homestay, nanti juga ada gazebo juga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Gempar, Warga Desa Nginggil Blora Temukan Pesawat Jatuh

Sedangkan, dalam proses membangun rumah, dirinya mengaku tidak keberatan. Tapi Mbah Soes tidak mau memegang uang sepeserpun dari proses renovasi ini. “Sejak awal sudah saya katakan boleh rumah ini direnovasi, tapi saya tidak mau memegang uang, uang itu membuat orang menjadi gila,” jelasnya.

Penanggung jawab proyek, Adi Siswanto mengatakan, proses pembangunan rumah sudah berjalan 15 hari lalu. Tahap awal akan dilakukan pembongkaran seluruh konstruksi bangunan sebelum diganti dengan konstruksi yang baru.

Dia menuturkan, seratus persen konstruksi bangunan akan diganti semua. Karena kondisinya sudah lapuk. “Nanti akan kita ganti dengan tembok. Namun bentuk bangunan akan kita pertahankan sesuai perintah Kemendikbud,” jelasnya.

Baca Juga :  Sebelum Jatuh, Warga Lihat Pesawat Meledak

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Kunto Aji mengatakan, tahun ini proses pembangunan hanya akan dilakukan pada rumah utama saja. “Untuk yang lain itu akan menjadi follow-up pemkab sendiri tahun depan,” ujarnya.

Tapi tidak menutup kemungkinan tahun depan akan kembali ajukan lagi ke Kemendikbud. Karena target Pemkab Blora akan menjadikan rumah masa kecil Pram ini sampai layak untuk digunakan tempat kunjungan seni sastra di Blora.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/