alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Musnahkan 1.360 Pil dan Sabu 

BLORA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora melakukan pemusnahan puluhan barang bukti (BB) kejahatan, kemarin (6/11). Barang yang dimusnahkan tersebut adalah barang bukti selama setahun terakhir. 

Pemusnahkan barang bukti ini berasal dari perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam proses pemusnahan kemarin (6/11) pada pukul 10.00 bertempat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Blora. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kejari Blora bersama dengan Kapolres Blora, Adm Perhutani KPH Blora, Kepala Rutan Blora, Kasat Narkoba Polres Blora, serta anggota kejaksaan dan anggota Polres Blora yang lain, bersama lakukan pemusnahan. Barang bukti dari obat-obatan terlarang atau tanpa izin dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air dicampur dengan deterjen.Sementara, untuk barang bukti lain dimusnahkan dengan cara dibakar. 

Baca Juga :  Jalan Rusak Jadi Ladang Rezeki

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Blora Berlian Vitaria mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berupa BB dari perkara narkoba, perkara kesehatan, perkara perjudian, serta barang bukti tindak pidana umum lainnya. “Seperti perkara perlindungan anak, uang palsu, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan ini, lanjutnya, adalah barang bukti yang selama ini kasusnya sudah diputuskan. Jadi, sudah diputuskan dan telah memiliki status hukum tetap oleh kejaksaan negeri sejak satu tahun terakhir. “Barang bukti itu sesuai dengan keputusan sejak Januari sampai November 2018,” ujarnya.

Adapun total barang bukti yang dimusnahkan ini menurutnya, terdiri atas narkotika dari 16 perkara dengan 26 paket narkotika jenis sabu. Tindak pidana kesehatan dengan 2 perkara dengan 1.360 pil. Sementara, untuk judi dengan 33 perkara dan tidak pidana lainnya sebanyak 27 perkara.

Baca Juga :  Belum Ada Kepastian Besaran BPIH

Kegiatan ini sendiri menurutnya, dilakukan setiap tahunnya. Ketika perkara telah memiliki kekuatan hukum tetap, maka BB akan dimusnahkan. Sebab, pemusnahan barang bukti adalah proses akhir penanganan suatu tindak pidana.

BLORA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora melakukan pemusnahan puluhan barang bukti (BB) kejahatan, kemarin (6/11). Barang yang dimusnahkan tersebut adalah barang bukti selama setahun terakhir. 

Pemusnahkan barang bukti ini berasal dari perkara tindak pidana yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht). Dalam proses pemusnahan kemarin (6/11) pada pukul 10.00 bertempat di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Blora. Dalam kesempatan tersebut Kepala Kejari Blora bersama dengan Kapolres Blora, Adm Perhutani KPH Blora, Kepala Rutan Blora, Kasat Narkoba Polres Blora, serta anggota kejaksaan dan anggota Polres Blora yang lain, bersama lakukan pemusnahan. Barang bukti dari obat-obatan terlarang atau tanpa izin dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air dicampur dengan deterjen.Sementara, untuk barang bukti lain dimusnahkan dengan cara dibakar. 

Baca Juga :  Penumpang Arus Balik Masih Bergulir

Kasi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Blora Berlian Vitaria mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan berupa BB dari perkara narkoba, perkara kesehatan, perkara perjudian, serta barang bukti tindak pidana umum lainnya. “Seperti perkara perlindungan anak, uang palsu, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Barang bukti yang dimusnahkan ini, lanjutnya, adalah barang bukti yang selama ini kasusnya sudah diputuskan. Jadi, sudah diputuskan dan telah memiliki status hukum tetap oleh kejaksaan negeri sejak satu tahun terakhir. “Barang bukti itu sesuai dengan keputusan sejak Januari sampai November 2018,” ujarnya.

Adapun total barang bukti yang dimusnahkan ini menurutnya, terdiri atas narkotika dari 16 perkara dengan 26 paket narkotika jenis sabu. Tindak pidana kesehatan dengan 2 perkara dengan 1.360 pil. Sementara, untuk judi dengan 33 perkara dan tidak pidana lainnya sebanyak 27 perkara.

Baca Juga :  Dewan Pendidikan Blora Merasa Prihatin

Kegiatan ini sendiri menurutnya, dilakukan setiap tahunnya. Ketika perkara telah memiliki kekuatan hukum tetap, maka BB akan dimusnahkan. Sebab, pemusnahan barang bukti adalah proses akhir penanganan suatu tindak pidana.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/