alexametrics
25.1 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Dinkominfo Blora Luncurkan Single Data System

BLORA – Sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik, Pemkab Blora mengeluarkan aplikasi satu data. Program tersebut bertujuan memudahkan masyarakat mengakses informasi tentang pertumbuhan pembangunan di Kota Sate.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Blora Sugiyono mengatakan, aplikasi ini memudahkan publik mencari data dalam satu sumber. Meski masih belum maksimal, namun aplikasi ini sudah bisa di-download melalui handphone. ”Ini diharapkan bisa memudahkan warga masyarakat mencari data,” ujarnya.

Sekda Blora Bondan Sukarno menjelaskan, selama ini data tentang perencanaan pembangunan belum terintegrasi dalam sebuah sistem informasi data pembangunan yang mudah diakses. Khususnya, data statistik sektoral yang tersebar di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Blora Sudah Saatnya Kuncara, Dari Blora untuk Indonesia

Padahal, lanjut dia, masyarakat sangat membutuhkan data dan informasi yang berkaitan dengan hasil pembangunan untuk kepentingan penelitian, partisipasi dalam pembangunan maupun lainnya.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, kata Bondan, Pemkab Blora harus mengembangkan single data system atau sistem satu data yang menyajikan data dan informasi yang lebih terjamin validitasnya. Juga terakomodasi secara sentralistik, serta bermanfaat merekam hasil-hasil pembangunan.

Nantinya, setiap OPD dapat memberikan kontribusi data sesuai kewenangannya di aplikasi satu data Blora. Selain itu, menunjuk personel khusus sebagai pengelola data yang berkewajiban memberikan kontribusi data.

”Secara rutin melakukan update data sektoral yang menjadi kewenangannya dan mengintegrasikan aplikasi pengelolaan data yang sudah ada ke dalam sistem satu data,” ujarnya.

Baca Juga :  Memperingati Hari Jadi PPSDM MIGAS Gowes Bareng Masyarakat

Tak hanya itu, pemkab akan melakukan ekspose indeks kemahalan konstruksi (IKK) yang digunakan untuk menghitung dana alokasi umum (DAU). IKK adalah indeks kewilayahan yang digunakan untuk membandingkan tingkat kemahalan konstruksi dari suatu wilayah lainnya.

”Dengan indeks ini dapat diketahui perbandingan biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu bangunan antar daerah,” jelasnya.

Bondan meminta kepada setiap OPD menggunakan IKK sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan pembangunan daerah, terutama pembangunan fisik di Blora.

BLORA – Sebagai bentuk peningkatan pelayanan publik, Pemkab Blora mengeluarkan aplikasi satu data. Program tersebut bertujuan memudahkan masyarakat mengakses informasi tentang pertumbuhan pembangunan di Kota Sate.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Blora Sugiyono mengatakan, aplikasi ini memudahkan publik mencari data dalam satu sumber. Meski masih belum maksimal, namun aplikasi ini sudah bisa di-download melalui handphone. ”Ini diharapkan bisa memudahkan warga masyarakat mencari data,” ujarnya.

Sekda Blora Bondan Sukarno menjelaskan, selama ini data tentang perencanaan pembangunan belum terintegrasi dalam sebuah sistem informasi data pembangunan yang mudah diakses. Khususnya, data statistik sektoral yang tersebar di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).

Baca Juga :  Lapter Ngloram Picu Ekonomi Jateng

Padahal, lanjut dia, masyarakat sangat membutuhkan data dan informasi yang berkaitan dengan hasil pembangunan untuk kepentingan penelitian, partisipasi dalam pembangunan maupun lainnya.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan informasi, kata Bondan, Pemkab Blora harus mengembangkan single data system atau sistem satu data yang menyajikan data dan informasi yang lebih terjamin validitasnya. Juga terakomodasi secara sentralistik, serta bermanfaat merekam hasil-hasil pembangunan.

Nantinya, setiap OPD dapat memberikan kontribusi data sesuai kewenangannya di aplikasi satu data Blora. Selain itu, menunjuk personel khusus sebagai pengelola data yang berkewajiban memberikan kontribusi data.

”Secara rutin melakukan update data sektoral yang menjadi kewenangannya dan mengintegrasikan aplikasi pengelolaan data yang sudah ada ke dalam sistem satu data,” ujarnya.

Baca Juga :  Hormat Leluhur, Ziarah ke Makam Bupati Terdahulu¬†

Tak hanya itu, pemkab akan melakukan ekspose indeks kemahalan konstruksi (IKK) yang digunakan untuk menghitung dana alokasi umum (DAU). IKK adalah indeks kewilayahan yang digunakan untuk membandingkan tingkat kemahalan konstruksi dari suatu wilayah lainnya.

”Dengan indeks ini dapat diketahui perbandingan biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu bangunan antar daerah,” jelasnya.

Bondan meminta kepada setiap OPD menggunakan IKK sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan kebijakan pembangunan daerah, terutama pembangunan fisik di Blora.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/