alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Tujuh Desa di Cepu Kekeringan

CEPU – Tujuh desa di Kecamatan Cepu mengalami krisis air bersih. Yakni, Desa Mernung, Mulyorejo, Tambakromo, Cepu, Ngelo, Ngroto, dan Karangboyo. Ada salah satu dusun di desa tersebut sudah kekeringan sejak dua bulan lalu.

Ketua Satpol PP Cepu Dahlan Rosyidi mengatakan, kekeringan melanda tujuh desa masih belum terlalu parah. Hanya, Dusun Jambe, Kelurahan Tambakromo, yang cukup parah. Karena warga Jambe saat ini semakin kesulitan mencari air.

Warga Dusun Jambe ini sebenarnya sering mendapatkan bantuan air dari beberapa pihak. Tapi, tetap saja untuk kebutuhan air masih saja kekurangan. Pihaknya juga sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. 

Hingga saat ini masih belum ada pengiriman air karena harus mengantre dengan kecamatan lain yang juga mengalami kekeringan. ’’Mungkin saat ini sudah sampai di Kedungtuban, paling tidak minggu depan mulai di Kecamatan Cepu,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Warga Cepu Diduga Keracunan Kopi dari Makam Bertuah

Staf Badan Penangulangan Bencana Daerah Cepu Agung Tri mengatakan, kekeringan Dusun Jambe sangat parah. Sudah terjadi dua bulan. Untuk mendapatkan air bersih, warga setempat harus mengambil di Sendang Brungun. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Dusun Jambe. 

Meski BPBD belum melakukan pengiriman air, tetapi dari beberapa kelompok masyarakat telah membantu droping air di Dusun Jambe.

CEPU – Tujuh desa di Kecamatan Cepu mengalami krisis air bersih. Yakni, Desa Mernung, Mulyorejo, Tambakromo, Cepu, Ngelo, Ngroto, dan Karangboyo. Ada salah satu dusun di desa tersebut sudah kekeringan sejak dua bulan lalu.

Ketua Satpol PP Cepu Dahlan Rosyidi mengatakan, kekeringan melanda tujuh desa masih belum terlalu parah. Hanya, Dusun Jambe, Kelurahan Tambakromo, yang cukup parah. Karena warga Jambe saat ini semakin kesulitan mencari air.

Warga Dusun Jambe ini sebenarnya sering mendapatkan bantuan air dari beberapa pihak. Tapi, tetap saja untuk kebutuhan air masih saja kekurangan. Pihaknya juga sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora. 

Hingga saat ini masih belum ada pengiriman air karena harus mengantre dengan kecamatan lain yang juga mengalami kekeringan. ’’Mungkin saat ini sudah sampai di Kedungtuban, paling tidak minggu depan mulai di Kecamatan Cepu,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  DPRD Blora Gelar Paripurna R-APBD 2022

Staf Badan Penangulangan Bencana Daerah Cepu Agung Tri mengatakan, kekeringan Dusun Jambe sangat parah. Sudah terjadi dua bulan. Untuk mendapatkan air bersih, warga setempat harus mengambil di Sendang Brungun. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Dusun Jambe. 

Meski BPBD belum melakukan pengiriman air, tetapi dari beberapa kelompok masyarakat telah membantu droping air di Dusun Jambe.

Artikel Terkait

Most Read

Tunda ke Bali

Kabid Kebudayaan Sumardi Banjir Kritik

Pagu 25 SMPN Belum Terpenuhi

Artikel Terbaru


/