alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Baru 3,81 Persen dari Luas Wilayah Blora

Cakupan Ruang Terbuka Hijau di Blora Masih Sedikit

BLORA, Radar Bojonegoro – Cakupan ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan masih sedikit. Kewajiban 20 persen dari luas wilayah, baru terdapat 3,81 persen. Tahun ini belum ada penambahan. Namun, akan diusulkan dalam rencana pembangunan tahun depan.

 

Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Gartini memaparkan, pendataan RTH perkotaan yang pernah dilakukan dinas pekerjaan umum, perumahan rakyat (DPUPR) 2019 lalu terdapat 318,18 hektare atau 3,81 persen dari total luas wilayah.

 

“Masih sedikit dibandingkan luas wilayah saat ini,” jelasnya kemarin. (5/4)

 

Gartini menjelaskan, jumlah tersebut belum mencukupi RTH diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Di dalamnya berbunyi pemerintah daerah mempunyai kewajiban menyediakan minimal 20 persen RTH bersifat publik.

Baca Juga :  Dua Kloter Berangkat Sehari

“Iya memang kalau dilihat aturannya jumlah cakupan RTH masih belum mencukupi,” jelasnya.

 

Tahun ini, menurut dia, belum ada program penambahan RTH di daerah. Namun, pihaknya akan mengusulkan penambahan RTH tahun depan. Seperti penambahan hutan kota dan taman. Peraturan tersebut untuk menjamin keseimbangan ekosistem daerah, tentu akan berdampak kualitas udara dan menghias kota.

 

“Bisa berdampak juga pada indeks kualitas lahan,” jelasnya.

Meski tidak ada penambahan RTH tahun ini, pihaknya mengaku menargetkan indeks kualitas lahan (IKL) tahun ini sebesar 61,56 persen dari tahun lalu berjumlah 60,87 persen.

 

Terkait penambahan RTH oleh swasta dalam skema corporate social responsibility (CSR), ia menjelaskan sudah dilakukan secara mandiri. Pihaknya belum mempunyai data terkait hal tersebut. Dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tersebut juga mengatur penyediaan lahan bagi swasta yakni 10 persen dari lahan digunakan bisnis.

Baca Juga :  Rp 6,5 M untuk Pembangunan Tiga Pasar

 

 

“Untuk perusahaaan pengelolaan RTH dilakukan mandiri,” jelasnya. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Cakupan ruang terbuka hijau (RTH) perkotaan masih sedikit. Kewajiban 20 persen dari luas wilayah, baru terdapat 3,81 persen. Tahun ini belum ada penambahan. Namun, akan diusulkan dalam rencana pembangunan tahun depan.

 

Kepala Bidang (Kabid) Peningkatan Kapasitas dan Penanganan Pengaduan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Gartini memaparkan, pendataan RTH perkotaan yang pernah dilakukan dinas pekerjaan umum, perumahan rakyat (DPUPR) 2019 lalu terdapat 318,18 hektare atau 3,81 persen dari total luas wilayah.

 

“Masih sedikit dibandingkan luas wilayah saat ini,” jelasnya kemarin. (5/4)

 

Gartini menjelaskan, jumlah tersebut belum mencukupi RTH diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Di dalamnya berbunyi pemerintah daerah mempunyai kewajiban menyediakan minimal 20 persen RTH bersifat publik.

Baca Juga :  Sekolah Tidak Menemukan Trouble

“Iya memang kalau dilihat aturannya jumlah cakupan RTH masih belum mencukupi,” jelasnya.

 

Tahun ini, menurut dia, belum ada program penambahan RTH di daerah. Namun, pihaknya akan mengusulkan penambahan RTH tahun depan. Seperti penambahan hutan kota dan taman. Peraturan tersebut untuk menjamin keseimbangan ekosistem daerah, tentu akan berdampak kualitas udara dan menghias kota.

 

“Bisa berdampak juga pada indeks kualitas lahan,” jelasnya.

Meski tidak ada penambahan RTH tahun ini, pihaknya mengaku menargetkan indeks kualitas lahan (IKL) tahun ini sebesar 61,56 persen dari tahun lalu berjumlah 60,87 persen.

 

Terkait penambahan RTH oleh swasta dalam skema corporate social responsibility (CSR), ia menjelaskan sudah dilakukan secara mandiri. Pihaknya belum mempunyai data terkait hal tersebut. Dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tersebut juga mengatur penyediaan lahan bagi swasta yakni 10 persen dari lahan digunakan bisnis.

Baca Juga :  Lima Bulan Bekuk 26 Tersangka

 

 

“Untuk perusahaaan pengelolaan RTH dilakukan mandiri,” jelasnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/