alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Panwaskab Tak Panggil Enam Kades, Serahkan Rekomendasi ke Bupati

BLORA – Enam kepala desa (kades) yang mangkir dalam pemeriksaan Sabtu (24/2) lalu, dipastikan tidak akan dipangil ulang. Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Blora memastikan telah menuntaskan rekomendasi keterlibatan para kades mendatangi salah satu calon gubernur (cagub).

Rekomendasi atas kasus tersebut telah dikirimkan kepada Bupati Blora agar memberikan pembinaan. Panwaskab menyudahi pemanggilan, karena waktunya sudah habis. “Waktunya (tahapan pemangilan) sudah habis,” kata anggota Panwaskab Blora Sugie Rusyono senin (5/3).

Enam kades yakni Kades Gadon Sumarno, Kades Ngloram Diro Beny Susanto, Kades Kapuan Hariyono, Kades Mernung Sarmo, Kades Cabean Samsul Hadi, dan Kades Mulyorejo Sularto Joko Purnomo. Ketua Panwaskab Lulus Mariyonan menambahkan, telah mengumpulkan bukti-bukti 18 kades yang hadir dalam pertemuan bersama Sudirman Said, Senin 19 Februari lalu.

Baca Juga :  Usut Keterlibatan Tersangka Lain

Panwaskab juga sudah mengirim rekomendasi ke bupati. “Nantinya bupati akan memberikan pembinaan,” ujarnya. Surat rekomendasi, menurut Lulus, tindak lanjuti hasil penanganan yang dilakukan panwaskab dan sentra penegakkan hukum terpadu (sentra gakkumdu).

Berdasar klarifi kasi terhadap 12 kades, banyak yang tidak tahu kalau pertemuan tersebut dihadiri Sudirman Said. Bahkan, mereka mengklaim, kehadiran para kades pada acara tersebut, awalnya dari pesan pendek dan telepon sesama kades kalau ada pertemuan kelompok tani di Desa Jipang Kecamatan Cepu.

“Secara keseluruhan mengaku tidak tahu kalau akan didatangi Sudirman Said,” jelasnya. Dia memastikan, panwaskab belum menemukan adanya unsur pelanggaran pemilu. Sehingga, panwaskab dan sentra gakkumdu sepakat menghentikan permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Bakal Bangun RS Tipe B di Kunduran

BLORA – Enam kepala desa (kades) yang mangkir dalam pemeriksaan Sabtu (24/2) lalu, dipastikan tidak akan dipangil ulang. Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Blora memastikan telah menuntaskan rekomendasi keterlibatan para kades mendatangi salah satu calon gubernur (cagub).

Rekomendasi atas kasus tersebut telah dikirimkan kepada Bupati Blora agar memberikan pembinaan. Panwaskab menyudahi pemanggilan, karena waktunya sudah habis. “Waktunya (tahapan pemangilan) sudah habis,” kata anggota Panwaskab Blora Sugie Rusyono senin (5/3).

Enam kades yakni Kades Gadon Sumarno, Kades Ngloram Diro Beny Susanto, Kades Kapuan Hariyono, Kades Mernung Sarmo, Kades Cabean Samsul Hadi, dan Kades Mulyorejo Sularto Joko Purnomo. Ketua Panwaskab Lulus Mariyonan menambahkan, telah mengumpulkan bukti-bukti 18 kades yang hadir dalam pertemuan bersama Sudirman Said, Senin 19 Februari lalu.

Baca Juga :  Minta Kades Sinergi dengan Pemkab

Panwaskab juga sudah mengirim rekomendasi ke bupati. “Nantinya bupati akan memberikan pembinaan,” ujarnya. Surat rekomendasi, menurut Lulus, tindak lanjuti hasil penanganan yang dilakukan panwaskab dan sentra penegakkan hukum terpadu (sentra gakkumdu).

Berdasar klarifi kasi terhadap 12 kades, banyak yang tidak tahu kalau pertemuan tersebut dihadiri Sudirman Said. Bahkan, mereka mengklaim, kehadiran para kades pada acara tersebut, awalnya dari pesan pendek dan telepon sesama kades kalau ada pertemuan kelompok tani di Desa Jipang Kecamatan Cepu.

“Secara keseluruhan mengaku tidak tahu kalau akan didatangi Sudirman Said,” jelasnya. Dia memastikan, panwaskab belum menemukan adanya unsur pelanggaran pemilu. Sehingga, panwaskab dan sentra gakkumdu sepakat menghentikan permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Kades Bingung Menyerap ADD

Artikel Terkait

Most Read

Siap Tampil Menarik dan Pakaian Adat

Melanggar, 42 Kendaraan Ditindak

Belum Berani Data SPBU Mini

Artikel Terbaru


/