alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Habiskan Anggaran Rp 880 Miliar

BLORA, Radar Bojonegoro – Belum ada sebulan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Blora. Kemarin (5/12) Jokowi mengunjungi Bendungan Randugunting. Diproyeksikan mampu menampung air hingga 14,4 juta meter kubik dan bisa mengaliri area persawahan tiga kabupaten yakni Blora, Rembang, dan Pati. 

Jokowi tiba menggunakan heli super puma TNI AU di helipad Bendungan Randugunting bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam, dan Kapolda. Disambut Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati.

Jokowi mengatakan, bendungan memiliki kapasitas tampung air sekitar 14,4 juta meter kubik ini bisa mengairi sekitar 650 hektare sawah. Areal pertanian di Kabupaten Blora, Pati, dan Rembang. “Alhamdulillah bendungan ini bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya kemarin (5/1).

Jokowi berharap selesainya Bendungan Randugunting, ketahanan dan kemandirian pangan semakin baik. Kunci dari ketahanan menurutnya pangan, yakni ketersediaan air. “Air itu akan ada kalau memiliki waduk sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi.

Desain pengerjaan, menurut dia, bendungan bisa berfungsi menjadi destinasi wisata. Saat peresmian, Presiden berkesempatan dialog bersama perwakilan petani mendapatkan manfaat dari keberadaan Bendungan Randugunting. 

Baca Juga :  Enam Proyek Jalan Mulai Dilelang

Tidak hanya Bendungan Randugunting, di lokasi sama Presiden menandatangani prasasti peresmian Embung Kedungsambi yang berada di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menjelaskan, Blora dan sekitarnya termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan bisa  memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektare. Bendungan dengan luas genangan 187,19 hektare akan berfungsi mereduksi banjir sebesar 75 persen atau sebesar 81 meter kubik per detik. 

“Dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare,” tuturnya.

Basoeki menambahkan Bendungan Randuguting juga memiliki potensi sumber pembangkit listrik tenaga surya dengan sistem solar panel. “Kita akan coba memasang floating solar panel di bendungan.  Saat ini kita punya 231 bendungan. Jika ditambah 61 bendungan akan selesai 2024, akan punya 292 bendungan. Jika semua dipasang floating solar panel, energi terbarukan akan bisa berkembang (dari bendungan),” ungkap dia.

Baca Juga :  Jaksa Kejari Blora Dalami Rp 1,6 Miliar Belum Dikembalikan

Pembangunan Bendungan Randugunting berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya- PT Andesmont Sakti (KSO). Biaya APBN 2018-2022 dengan nilai kontrak Rp 880 miliar. 

Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, bendungan ini juga bermanfaat untuk Kabupaten Pati dan Rembang, hal itu seiring semangat membangun. “Ini merupakan bukti bahwa pembangunan dilaksanakan atas azas kebermanfaatan melebihi batas wilayah. Semangat pembangunan kawasan,” terangnya.

Selain Bendungan Randugunting, Pemkab Blora juga mengawal proses satu bendungan di wilayah selatan Blora, yang selalu kesulitan air ketika kemarau. “Yakni Bendung Gerak Karangnongko akan membendung Sungai Bengawan Solo. Kami berharap nanti Bapak Presiden dan Menteri PUPR bisa membantu. Keberadaan Bendung Gerak Karangnongko nanti memberikan manfaat beberapa kabupaten, yakni Bojonegoro, Ngawi, bahkan Tuban,” sambung Arief sapaannya. (luk)

BLORA, Radar Bojonegoro – Belum ada sebulan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengunjungi Blora. Kemarin (5/12) Jokowi mengunjungi Bendungan Randugunting. Diproyeksikan mampu menampung air hingga 14,4 juta meter kubik dan bisa mengaliri area persawahan tiga kabupaten yakni Blora, Rembang, dan Pati. 

Jokowi tiba menggunakan heli super puma TNI AU di helipad Bendungan Randugunting bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pangdam, dan Kapolda. Disambut Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati.

Jokowi mengatakan, bendungan memiliki kapasitas tampung air sekitar 14,4 juta meter kubik ini bisa mengairi sekitar 650 hektare sawah. Areal pertanian di Kabupaten Blora, Pati, dan Rembang. “Alhamdulillah bendungan ini bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya kemarin (5/1).

Jokowi berharap selesainya Bendungan Randugunting, ketahanan dan kemandirian pangan semakin baik. Kunci dari ketahanan menurutnya pangan, yakni ketersediaan air. “Air itu akan ada kalau memiliki waduk sebanyak-banyaknya,” kata Jokowi.

Desain pengerjaan, menurut dia, bendungan bisa berfungsi menjadi destinasi wisata. Saat peresmian, Presiden berkesempatan dialog bersama perwakilan petani mendapatkan manfaat dari keberadaan Bendungan Randugunting. 

Baca Juga :  Penampungan Belum Siap, Pemindahan Pedagang Molor

Tidak hanya Bendungan Randugunting, di lokasi sama Presiden menandatangani prasasti peresmian Embung Kedungsambi yang berada di Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo.

Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menjelaskan, Blora dan sekitarnya termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan bisa  memberikan suplai air baku 200 liter per detik dan irigasi 670 hektare. Bendungan dengan luas genangan 187,19 hektare akan berfungsi mereduksi banjir sebesar 75 persen atau sebesar 81 meter kubik per detik. 

“Dengan pengurangan luas areal terdampak banjir dari 4.604 hektare menjadi 2.285 hektare,” tuturnya.

Basoeki menambahkan Bendungan Randuguting juga memiliki potensi sumber pembangkit listrik tenaga surya dengan sistem solar panel. “Kita akan coba memasang floating solar panel di bendungan.  Saat ini kita punya 231 bendungan. Jika ditambah 61 bendungan akan selesai 2024, akan punya 292 bendungan. Jika semua dipasang floating solar panel, energi terbarukan akan bisa berkembang (dari bendungan),” ungkap dia.

Baca Juga :  Periksa Kelaikan Bus Angkut CJH

Pembangunan Bendungan Randugunting berada di bawah tanggung jawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air, Kementerian PUPR dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya- PT Andesmont Sakti (KSO). Biaya APBN 2018-2022 dengan nilai kontrak Rp 880 miliar. 

Bupati Blora Arief Rohman menjelaskan, bendungan ini juga bermanfaat untuk Kabupaten Pati dan Rembang, hal itu seiring semangat membangun. “Ini merupakan bukti bahwa pembangunan dilaksanakan atas azas kebermanfaatan melebihi batas wilayah. Semangat pembangunan kawasan,” terangnya.

Selain Bendungan Randugunting, Pemkab Blora juga mengawal proses satu bendungan di wilayah selatan Blora, yang selalu kesulitan air ketika kemarau. “Yakni Bendung Gerak Karangnongko akan membendung Sungai Bengawan Solo. Kami berharap nanti Bapak Presiden dan Menteri PUPR bisa membantu. Keberadaan Bendung Gerak Karangnongko nanti memberikan manfaat beberapa kabupaten, yakni Bojonegoro, Ngawi, bahkan Tuban,” sambung Arief sapaannya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Kerjasama dengan BPPT

Artikel Terbaru


/