alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Ajukan Koordinasi ke DLH Jateng

BLORA, Radar Bojonegoro – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora mengeluhkan dugaan air Sungai Bengawan Solo yang tercemar. Sebab, air bengawan yang menjadi pasokan PDAM itu warnanya hitam atau kecokelatan. 

Diduga karena tercemar limbah tekstil berupa pewarna batik. Hanya belum dipastikan dari mana asal limbah tersebut. PDAM banyak mendapat keluhan warga atas kondisi air. Tentu, bisa membahayakan kesehatan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sugeng Sumarno mengatakan, limbah di Bengawan Solo ini setiap musim kemarau pasti selalu tampak. Sebenarnya bisa saja kalau musim hujan limbah tekstil itu juga dibuang ke bengawan. ’’Kalau kemarau itu terlihat karena airnya jernih,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sakit, Kerjakan UNBK di Dalam Ambulans 

Hanya, kata dia, selama ini pihaknya sudah beberapa kali mendapatkan laporan. Juli lalu sudah dua kali, pihaknya ke lokasi dan mengambil sampel air. Tapi, airnya terlihat baik. Oksigennya bagus. Indikator tingkat asam atau PH juga bagus. ’’Karena biasanya air itu bertahan dua hari setelah itu jernih lagi,’’ imbuhnya.

Menurut dia, biasanya limbah itu dibuang ketika malam. Dan, sampai Sungai Bengawan Solo bagian Blora pada paginya. Hanya pihaknya tidak bisa menuduh salah satu kabupaten yang menyebabkan pencemaran ini. 

Dia mengatakan, kejadian ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Hanya tidak kunjung ada penanganan. Setiap musim kemarau pasti pencemaran air bengawan sangat terlihat. 

Baca Juga :  Didesain Rumah Hobbits hingga Masjid Timur Tengah

Karena itu DLH mengajukan ke DLH Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan rapat koordinasi dari kabupaten yang dialiri Bengawan Solo dari hulu. ’’Kita akan membahas ini,’’ tegasnya.

Saat ini, menurut Sugeng, jika air bengawan berubah hitam PDAM akan mematikan aliran airnya selama dua hari. Agar air untuk konsumsi tersebut tidak menyebabkan sesuatu yang bahaya.

Sugeng juga menyampaikan, sebenarnya Rabu (31/7) DLH Blora sudah mengambil sampel air bengawan yang bewarna kecokelatan. Hanya sampai saat ini hasilnya belum keluar.

BLORA, Radar Bojonegoro – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Blora mengeluhkan dugaan air Sungai Bengawan Solo yang tercemar. Sebab, air bengawan yang menjadi pasokan PDAM itu warnanya hitam atau kecokelatan. 

Diduga karena tercemar limbah tekstil berupa pewarna batik. Hanya belum dipastikan dari mana asal limbah tersebut. PDAM banyak mendapat keluhan warga atas kondisi air. Tentu, bisa membahayakan kesehatan.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sugeng Sumarno mengatakan, limbah di Bengawan Solo ini setiap musim kemarau pasti selalu tampak. Sebenarnya bisa saja kalau musim hujan limbah tekstil itu juga dibuang ke bengawan. ’’Kalau kemarau itu terlihat karena airnya jernih,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sebanyak 1.420 Warga Bakal Teraliri Air Bersih

Hanya, kata dia, selama ini pihaknya sudah beberapa kali mendapatkan laporan. Juli lalu sudah dua kali, pihaknya ke lokasi dan mengambil sampel air. Tapi, airnya terlihat baik. Oksigennya bagus. Indikator tingkat asam atau PH juga bagus. ’’Karena biasanya air itu bertahan dua hari setelah itu jernih lagi,’’ imbuhnya.

Menurut dia, biasanya limbah itu dibuang ketika malam. Dan, sampai Sungai Bengawan Solo bagian Blora pada paginya. Hanya pihaknya tidak bisa menuduh salah satu kabupaten yang menyebabkan pencemaran ini. 

Dia mengatakan, kejadian ini sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Hanya tidak kunjung ada penanganan. Setiap musim kemarau pasti pencemaran air bengawan sangat terlihat. 

Baca Juga :  DB Belum Mengarah Ditetapkan KLB

Karena itu DLH mengajukan ke DLH Jawa Tengah (Jateng) untuk melakukan rapat koordinasi dari kabupaten yang dialiri Bengawan Solo dari hulu. ’’Kita akan membahas ini,’’ tegasnya.

Saat ini, menurut Sugeng, jika air bengawan berubah hitam PDAM akan mematikan aliran airnya selama dua hari. Agar air untuk konsumsi tersebut tidak menyebabkan sesuatu yang bahaya.

Sugeng juga menyampaikan, sebenarnya Rabu (31/7) DLH Blora sudah mengambil sampel air bengawan yang bewarna kecokelatan. Hanya sampai saat ini hasilnya belum keluar.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/