alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Ajukan Bantuan Bangun Jalan ke Bojonegoro Rp 90 Miliar

BLORA, Radar Bojonegoro – Beban perbaikan jalan sangat banyak dan tidak memadai anggaran, membuat Bupati Blora Arief Rohman mencari cara lain, salah satunya diplomasi. Bupati Arief Rohman berkunjung ke Pemkab Bojonegoro dan  menemui Bupati Anna Mu’awanah.
Kunjungan kerja ini sekaligus mengajukan bantuan pembangunan jalan ke Pemkab Bojonegoro. Jalan yang akan dibangun adalah ruas dari Desa Medalem, Kecamatan Kradenan atau terusan dari Jembatan Tembusan Bojonegoro-Blora (TBB). Nilainya cukup fantastis, Pemkab Blora mengajukan Rp 90 miliar untuk pembangunan jalan tersebut.
Arief Rohman bertemu langsung dengan Bupati Anna Mu’awanah, sekaligus penandatanganan naskah perjanjian hibah barang (NPHB) berupa lahan dari Pemkab Blora kepada Pemkab Bojonegoro. Itu sebagai tindak lanjut pembangunan Jembatan TBB yang diresmikan awal tahun lalu.
‘’Kami juga menyerahkan surat permohonan sekaligus proposal bantuan pembangunan ruas jalan dari TBB menuju Bandara Ngloram,’’ ujarnya.
Karena jalan ini nanti akan menjadi jalan alternatif bagi warga Bojonegoro bagian barat menuju Bandara Ngloram tanpa melalui pusat keramaian Kecamatan Cepu.
Menurut bupati, hal ini perlu dilakukan karena kondisi jalan saat ini sedang rusak. Jika akan dibangun dengan APBD Blora tidak memungkinkan, karena kondisi keuangan APBD tidak memungkinkan untuk memperbaiki secara keseluruhan dalam satu tahun anggaran.
‘’Beban kami banyak, sehingga ruas mana saja yang memungkinkan bisa dibantu kami ajukan agar bisa mendapatkan bantuan pembangunan,’’ harapnya.
Untuk itu pihaknya berharap Bupati Anna Mu’awanah dan jajaran pemkab bisa menyetujuinya. ‘’Terimakasih Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan jajarannya telah mewujudkan impian puluhan tahun masyarakat kedua wilayah memiliki jembatan,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Blora Samgautama Karnajaya menambahkan, surat permohonan bantuan pembangunan jalan ditujukan membangun kerusakan jalan dari Medalem menuju Bandara Ngloram. Ada beberapa alternatif ruas  diajukan dalam surat dan proposalnya. ‘’Nilainya total sekitar Rp 90 miliar,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Blora Gelar Festival Kelor

Bu Anna Kaji Surat dan Regulasinya
Blora dan Bojonegoro bukan dalam satu provinsi. Namun, dua kabupaten bertetangga ini hanya dipisahkan Sungai Bengawan Solo. Ada kultur kesamaan dua wilayah yang tersambung ini.
Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, terkait pengajuan bantuan tersebut menurutnya sepanjang regulasinya memperbolehkan, pihaknya siap untuk membantu.
‘’Kami ini kan hanya kepala daerah yang diamanahi untuk membantu Presiden menyejahterakan rakyat Indonesia. Ketika ada saudara yang membutuhkan dan itu bisa mendukung kelancaran akses pembangunan ekonomi kawasan, apa salahnya. Ini suratnya kami terima untuk dipelajari terlebih dahulu,’’ ujarnya.
Apalagi, lanjut Bu Anna, untuk akses menuju Bandara Ngloram, Menteri Sekretaris Negara Pratikno beberapa waktu lalu juga sudah atensi agar Pemkab Bojonegoro bisa membantu daerah lain. Seperti Blora ini meskipun masuk ring 1 Blok Cepu ternyata tidak mendapatkan DBH migas karena teritorialnya tidak satu wilayah provinsi dengan Bojonegoro.
 ‘’Maka lewat jalur bantuan inilah semoga kami bisa membantu untuk bersama-sama membangun kawasan,’’ bebernya.

Baca Juga :  Kevin Budiono Pebisnis Muda Kembangkan UMKM Khas Blora

BLORA, Radar Bojonegoro – Beban perbaikan jalan sangat banyak dan tidak memadai anggaran, membuat Bupati Blora Arief Rohman mencari cara lain, salah satunya diplomasi. Bupati Arief Rohman berkunjung ke Pemkab Bojonegoro dan  menemui Bupati Anna Mu’awanah.
Kunjungan kerja ini sekaligus mengajukan bantuan pembangunan jalan ke Pemkab Bojonegoro. Jalan yang akan dibangun adalah ruas dari Desa Medalem, Kecamatan Kradenan atau terusan dari Jembatan Tembusan Bojonegoro-Blora (TBB). Nilainya cukup fantastis, Pemkab Blora mengajukan Rp 90 miliar untuk pembangunan jalan tersebut.
Arief Rohman bertemu langsung dengan Bupati Anna Mu’awanah, sekaligus penandatanganan naskah perjanjian hibah barang (NPHB) berupa lahan dari Pemkab Blora kepada Pemkab Bojonegoro. Itu sebagai tindak lanjut pembangunan Jembatan TBB yang diresmikan awal tahun lalu.
‘’Kami juga menyerahkan surat permohonan sekaligus proposal bantuan pembangunan ruas jalan dari TBB menuju Bandara Ngloram,’’ ujarnya.
Karena jalan ini nanti akan menjadi jalan alternatif bagi warga Bojonegoro bagian barat menuju Bandara Ngloram tanpa melalui pusat keramaian Kecamatan Cepu.
Menurut bupati, hal ini perlu dilakukan karena kondisi jalan saat ini sedang rusak. Jika akan dibangun dengan APBD Blora tidak memungkinkan, karena kondisi keuangan APBD tidak memungkinkan untuk memperbaiki secara keseluruhan dalam satu tahun anggaran.
‘’Beban kami banyak, sehingga ruas mana saja yang memungkinkan bisa dibantu kami ajukan agar bisa mendapatkan bantuan pembangunan,’’ harapnya.
Untuk itu pihaknya berharap Bupati Anna Mu’awanah dan jajaran pemkab bisa menyetujuinya. ‘’Terimakasih Bupati Bojonegoro Anna Muawanah dan jajarannya telah mewujudkan impian puluhan tahun masyarakat kedua wilayah memiliki jembatan,’’ jelasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Blora Samgautama Karnajaya menambahkan, surat permohonan bantuan pembangunan jalan ditujukan membangun kerusakan jalan dari Medalem menuju Bandara Ngloram. Ada beberapa alternatif ruas  diajukan dalam surat dan proposalnya. ‘’Nilainya total sekitar Rp 90 miliar,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Pembagian Kios Terancam Tak Merata

Bu Anna Kaji Surat dan Regulasinya
Blora dan Bojonegoro bukan dalam satu provinsi. Namun, dua kabupaten bertetangga ini hanya dipisahkan Sungai Bengawan Solo. Ada kultur kesamaan dua wilayah yang tersambung ini.
Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengatakan, terkait pengajuan bantuan tersebut menurutnya sepanjang regulasinya memperbolehkan, pihaknya siap untuk membantu.
‘’Kami ini kan hanya kepala daerah yang diamanahi untuk membantu Presiden menyejahterakan rakyat Indonesia. Ketika ada saudara yang membutuhkan dan itu bisa mendukung kelancaran akses pembangunan ekonomi kawasan, apa salahnya. Ini suratnya kami terima untuk dipelajari terlebih dahulu,’’ ujarnya.
Apalagi, lanjut Bu Anna, untuk akses menuju Bandara Ngloram, Menteri Sekretaris Negara Pratikno beberapa waktu lalu juga sudah atensi agar Pemkab Bojonegoro bisa membantu daerah lain. Seperti Blora ini meskipun masuk ring 1 Blok Cepu ternyata tidak mendapatkan DBH migas karena teritorialnya tidak satu wilayah provinsi dengan Bojonegoro.
 ‘’Maka lewat jalur bantuan inilah semoga kami bisa membantu untuk bersama-sama membangun kawasan,’’ bebernya.

Baca Juga :  Cepu Sasaran Penjudi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/