alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Penempatan Blok D Pasar Sido Makmur Menunggu Kejari

Kelebihan Pedagang, Potensi Lapak Diperkecil

- Advertisement -

BLORA, Radar Bojonegoro – Banguanan baru Blok D Pasar Sido Makmur Blora belum difungsikan. Masih menunggu hasil pengesahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Negeri Blora.  Pendataan validasi pedagang dilakukan dua kali. Hasilnya pedagang lebih banyak dari lapak tersedia.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo menjelaskan, penempatan pasar menunggu kejari karena telah menggandeng dalam penempatan pedagang baru di blok D.

 

“Menindaklajuti data pedagang sudah kami kirim, menunggu kebijakan dari Pak Kajari,” ungkapnya.

- Advertisement -

 

Kiswoyo memastikan, berhati-hati pendataan pedagang yang menempati blok D. Sudah dua kali mengirimkan data. Data pertama saat pengujian, ternyata masih ada yang belum masuk. Dilanjutkan pendataan lagi untuk kepastian semua pedagang sebelumnya menempati bangunan lama dapat ditampung.

Baca Juga :  Dua Anak Berhadapan Hukum di Blora

 

Tentu, pihaknya membongkar data awal yang dikirim, kemudian diuji lagi dengan fakta di lapangan. Penyerahan data kedua dilaksanakan akhir Juli lalu.

 

Kiswoyo mengungkapkan, jumlah terdata sekitar 122 orang menempati lapak. Padahal, hanya ada 107 lapak pedasar. Konsep awal ada 107 bisa masuk dengan ukuran 2×2 meter. Ternyata setelah pendataan, jumlah pedagang lebih dari lapak. Akhirnya membuat kebijakan dari luas 2×2 per lapak, akhirnya dirombak menjadi ukuran 1,5×1,5 meter.

 

Pembagian itu menurutnya dapat menampung lebih banyak pedagang, bahkan bisa lebih. Sehingga pedagang sebelumnya tidak menempati pasar direlokasi bisa mendapat tempat berjualan. “Menurut kami itu lebih baik, jumlahnya bisa memasukkan pedagang sebelumnya tidak menempati pasar,” jelasnya.

Baca Juga :  Kasatpol Blora Gelisah Nasib 146 Honorer

 

Kebijakan pembagian luasan per lapak itu belum disosialisasikan kepada pedagang. Sejak proyek selesai, sudah setengah tahun tidak ditempati. Saat pembangunan Blok D Pasar Sido Makmur tersebut akhir tahun lalu terdapat 26 kios, 48 meja, dan 107 lapak pedasaran. (luk/rij)

BLORA, Radar Bojonegoro – Banguanan baru Blok D Pasar Sido Makmur Blora belum difungsikan. Masih menunggu hasil pengesahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Negeri Blora.  Pendataan validasi pedagang dilakukan dua kali. Hasilnya pedagang lebih banyak dari lapak tersedia.

 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Kiswoyo menjelaskan, penempatan pasar menunggu kejari karena telah menggandeng dalam penempatan pedagang baru di blok D.

 

“Menindaklajuti data pedagang sudah kami kirim, menunggu kebijakan dari Pak Kajari,” ungkapnya.

- Advertisement -

 

Kiswoyo memastikan, berhati-hati pendataan pedagang yang menempati blok D. Sudah dua kali mengirimkan data. Data pertama saat pengujian, ternyata masih ada yang belum masuk. Dilanjutkan pendataan lagi untuk kepastian semua pedagang sebelumnya menempati bangunan lama dapat ditampung.

Baca Juga :  Cepu Semakin Ramai 

 

Tentu, pihaknya membongkar data awal yang dikirim, kemudian diuji lagi dengan fakta di lapangan. Penyerahan data kedua dilaksanakan akhir Juli lalu.

 

Kiswoyo mengungkapkan, jumlah terdata sekitar 122 orang menempati lapak. Padahal, hanya ada 107 lapak pedasar. Konsep awal ada 107 bisa masuk dengan ukuran 2×2 meter. Ternyata setelah pendataan, jumlah pedagang lebih dari lapak. Akhirnya membuat kebijakan dari luas 2×2 per lapak, akhirnya dirombak menjadi ukuran 1,5×1,5 meter.

 

Pembagian itu menurutnya dapat menampung lebih banyak pedagang, bahkan bisa lebih. Sehingga pedagang sebelumnya tidak menempati pasar direlokasi bisa mendapat tempat berjualan. “Menurut kami itu lebih baik, jumlahnya bisa memasukkan pedagang sebelumnya tidak menempati pasar,” jelasnya.

Baca Juga :  Cakupan BPJS Pekerja Nonformal Masih Minim

 

Kebijakan pembagian luasan per lapak itu belum disosialisasikan kepada pedagang. Sejak proyek selesai, sudah setengah tahun tidak ditempati. Saat pembangunan Blok D Pasar Sido Makmur tersebut akhir tahun lalu terdapat 26 kios, 48 meja, dan 107 lapak pedasaran. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Hujan, Ngebut, Seruduk Truk

Pajak Reklame dan PBB Belum Tercapai

Klaim Rp 5 M untuk Operasional Liga 2

DPRD Gelar Rapat Parpipurna Istimewa

Artikel Terbaru


/