alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Khas Bangunan Tua Didampingi Pohon Asam

- Advertisement -

RUMAH-rumah tua di Kecamatan Cepu, masih tegak berdiri. Masih awet, meski beberapa sudah tidak terawat. Namun, sejumlah bangunan masih menjadi tempat tinggal dan terawat. Tentu, menjadi sejarah yang abadi.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro, Kamis (2/6) menemui salah satu pemilik rumah lawas di Jalan Diponegoro, yakni Bobby. Dia menerangkan, sepanjang Jalan Diponegoro banyak bangunan beraristektur Eropa. Begitu pula rumah yang saat ini ditinggali. Pernah digunakan sebagai kantor dinas pekerjaan umum (PU).

“Bangunannya memang dahulu dimiliki orang-orang Belanda, namun saat ini beberapa bagian sudah diganti, dulunya bekas kantor dinas PU,” bebernya ketika ditemui di lokasi.

 

- Advertisement -

Ia menjelaskan, bangunan-bangunan Jalan Diponegoro dahulu banyak kantor-kantor pemerintahan. Hingga saat ini masih ada seperti Polsek Cepu, dan rumah milik Perhutani.

Baca Juga :  Jemaah Hadapi Cuaca Terik

 

Bobby masih ingat banyak pohon rindang di kanan kiri jalan. Seperti pohon asam, mauni, beringin, dan mangga. Digunakan bermain dan berteduh saat masa anak-anak. Namun, saat ini pohon asam di depan rumahnya sudah ditebang.

 

“Dahulu sama teman-teman pasti mainnya di bawah pohon asam,” jelasnya.

 

Temmy Setiawan, pengamat budaya dan sejarah mengatakan, sepanjang Jalan Diponegoro, Cepu, merupakan pusat pemerintahan. “Bisa diketahui setelah membaca surat kabar terbitan Belanda. Dahulu tugu perempatan digambarkan daerah paling padat,” tuturnya. (luk/rij)

RUMAH-rumah tua di Kecamatan Cepu, masih tegak berdiri. Masih awet, meski beberapa sudah tidak terawat. Namun, sejumlah bangunan masih menjadi tempat tinggal dan terawat. Tentu, menjadi sejarah yang abadi.

 

Jawa Pos Radar Bojonegoro, Kamis (2/6) menemui salah satu pemilik rumah lawas di Jalan Diponegoro, yakni Bobby. Dia menerangkan, sepanjang Jalan Diponegoro banyak bangunan beraristektur Eropa. Begitu pula rumah yang saat ini ditinggali. Pernah digunakan sebagai kantor dinas pekerjaan umum (PU).

“Bangunannya memang dahulu dimiliki orang-orang Belanda, namun saat ini beberapa bagian sudah diganti, dulunya bekas kantor dinas PU,” bebernya ketika ditemui di lokasi.

 

- Advertisement -

Ia menjelaskan, bangunan-bangunan Jalan Diponegoro dahulu banyak kantor-kantor pemerintahan. Hingga saat ini masih ada seperti Polsek Cepu, dan rumah milik Perhutani.

Baca Juga :  Musisi Harap Event Seni di Blora Tetap Diperbolehkan

 

Bobby masih ingat banyak pohon rindang di kanan kiri jalan. Seperti pohon asam, mauni, beringin, dan mangga. Digunakan bermain dan berteduh saat masa anak-anak. Namun, saat ini pohon asam di depan rumahnya sudah ditebang.

 

“Dahulu sama teman-teman pasti mainnya di bawah pohon asam,” jelasnya.

 

Temmy Setiawan, pengamat budaya dan sejarah mengatakan, sepanjang Jalan Diponegoro, Cepu, merupakan pusat pemerintahan. “Bisa diketahui setelah membaca surat kabar terbitan Belanda. Dahulu tugu perempatan digambarkan daerah paling padat,” tuturnya. (luk/rij)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/