alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Klasik, Masih Banyak Pakai Pompa Manual

BLORA – Belum semua masyarakat Desa Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, menggunakan pompa air mesin. Sebaliknya, masih terdapat 25 masyarakat desa setempat mengandalkan kebutuhan air dengan mesin pompa manual. 

Sarmin, 58, salah satu warga sangat setia menggunakan pompa sumur manual. Dia menggunakan pompa manual ini sejak 17 tahun lalu. Dan, itu sejak anaknya masih belum lahir hingga saat ini sudah sekolah. ”Saya ini termasuk pengguna yang baru, karena sudah ada yang menggunakan lebih lama,” ujarnya ditemui di rumahnya.

Dia mengakui masih banyak warga Desa Tempelmahbang menggunakan pompa air manual. Dan, bisa terlihat di sepanjang Jalan Blora-Cepu bagian depan rumah akan terlihat alat pompa ini. Dia memastikan, sampai saat ini masih ada sekitar 25 warga masih menggunakan pompa manual.

Baca Juga :  Anggaran Jalan Cor Naik Berlipat

Hanya, jumlah ini termasuk berkurang. Sebab, menurut Sarmin, sudah ada beberapa warga beralih menggunakan sumur mesin. ”Seperti rumah sebelah (tetangga) ini sudah ganti pompa mesin,” ujarnya.

Dia tidak memungkiri jika untuk pompa mesin lebih mudah mendapat dan menyalurkan air. Berbeda dengan pompa sumur manual harus membutuhkan tenaga. ”Meski butuh waktu agak lama, saya masih suka memakai pompa air ini,” ucapnya.

Rudiyanto warga lain mengatakan, sebelumnya setiap hari mengandalkan air dari pompa manual. Namun, saat ini beralih pompa air mesin karena lebih mudah. Tidak perlu mengeluarkan tenaga. ”Kalau mesin itu tinggal pencet air sudah keluar,” ujarnya.

Meski begitu, dia tetap membiarkan mesin pompa manual berdiri di depan rumahnya. 

Baca Juga :  35 Pendaftar Berebut Delapan Kursi Kepala OPD

BLORA – Belum semua masyarakat Desa Tempelmahbang, Kecamatan Jepon, menggunakan pompa air mesin. Sebaliknya, masih terdapat 25 masyarakat desa setempat mengandalkan kebutuhan air dengan mesin pompa manual. 

Sarmin, 58, salah satu warga sangat setia menggunakan pompa sumur manual. Dia menggunakan pompa manual ini sejak 17 tahun lalu. Dan, itu sejak anaknya masih belum lahir hingga saat ini sudah sekolah. ”Saya ini termasuk pengguna yang baru, karena sudah ada yang menggunakan lebih lama,” ujarnya ditemui di rumahnya.

Dia mengakui masih banyak warga Desa Tempelmahbang menggunakan pompa air manual. Dan, bisa terlihat di sepanjang Jalan Blora-Cepu bagian depan rumah akan terlihat alat pompa ini. Dia memastikan, sampai saat ini masih ada sekitar 25 warga masih menggunakan pompa manual.

Baca Juga :  Satgas PMK Dibantu 30 Mahasiswa Keswan

Hanya, jumlah ini termasuk berkurang. Sebab, menurut Sarmin, sudah ada beberapa warga beralih menggunakan sumur mesin. ”Seperti rumah sebelah (tetangga) ini sudah ganti pompa mesin,” ujarnya.

Dia tidak memungkiri jika untuk pompa mesin lebih mudah mendapat dan menyalurkan air. Berbeda dengan pompa sumur manual harus membutuhkan tenaga. ”Meski butuh waktu agak lama, saya masih suka memakai pompa air ini,” ucapnya.

Rudiyanto warga lain mengatakan, sebelumnya setiap hari mengandalkan air dari pompa manual. Namun, saat ini beralih pompa air mesin karena lebih mudah. Tidak perlu mengeluarkan tenaga. ”Kalau mesin itu tinggal pencet air sudah keluar,” ujarnya.

Meski begitu, dia tetap membiarkan mesin pompa manual berdiri di depan rumahnya. 

Baca Juga :  Anggaran Jalan Cor Naik Berlipat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/