alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Banyak Kesalahan, Perbaikan Data Kartu Tani Molor

BLORA – Data kartu tani masih banyak kesalahan. Dinas terkait harus memperbaikinya sebelum dimulai pelaksanaan pada tahun ini. Kebanyakan kesalahan data terkait alamat pemilik kartu tani dan jumlah kuota tidak valid.

Wakil Ketua DPRD Blora Abdullah Aminudin mengatakan, sebelum kartu tani benar-benar direalisasikan, dinas terkait, terutama dinas pertanian dan ketahanan pangan sebagai pelaksana harus melakukan perbaikan data. 

Termasuk, meminta BRI sebagai bank penyalur harus memberikan fasilitas komplet sebelum dimulainya realisasi penggunaan kartu tani.

Seperti outlet-outlet untuk petani menyetorkan uang bisa lebih mudah.  

‘’Kalau masalah petani kesulitan atau tidak itu, masalah kebiasaan. Kalau sudah biasa nanti akan mudah,’’ katanya kemarin (3/1).

Baca Juga :  Jalan Wisata Rusak, Pemkab Janji perbaiki Segera

Palapi petani di Desa/Kecamatan Sambong mengatakan, pelaksanaan kartu tani bisa digunakan di setiap pengecer.

Sehingga, bukan hanya bisa dicairkan di satu pengecer saja. Serta, sistem pencairan bisa online yang nontunai.

“Petani biar bisa mengambil di mana saja, agar pembagiannya merata,’’ katanya.

Sriyono salah satu petani dari Kecamatan Tunjungan mengatakan, selama ini kartu tani sudah banyak didistribusikan, tapi masih banyak belum mendapatkannya.

Padahal, mereka belum mendapatkan kartu tani juga memiliki sawah garapan. 

Setidaknya, kata dia, adanya kartu tani bisa mencukupi kebutuhan pupuk para petani.

Selama ini petani masih kesulitan memenuhi kebutuhan pupuknya.

“Karena selama ini kan pupuk masih ada pupuk paketan. Setelah ada kartu tani, tentu paketan ini juga dihilangkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Butuh Perbaikan Jalan Menuju Bandara

BLORA – Data kartu tani masih banyak kesalahan. Dinas terkait harus memperbaikinya sebelum dimulai pelaksanaan pada tahun ini. Kebanyakan kesalahan data terkait alamat pemilik kartu tani dan jumlah kuota tidak valid.

Wakil Ketua DPRD Blora Abdullah Aminudin mengatakan, sebelum kartu tani benar-benar direalisasikan, dinas terkait, terutama dinas pertanian dan ketahanan pangan sebagai pelaksana harus melakukan perbaikan data. 

Termasuk, meminta BRI sebagai bank penyalur harus memberikan fasilitas komplet sebelum dimulainya realisasi penggunaan kartu tani.

Seperti outlet-outlet untuk petani menyetorkan uang bisa lebih mudah.  

‘’Kalau masalah petani kesulitan atau tidak itu, masalah kebiasaan. Kalau sudah biasa nanti akan mudah,’’ katanya kemarin (3/1).

Baca Juga :  Kaget Mendadak Tak Lolos

Palapi petani di Desa/Kecamatan Sambong mengatakan, pelaksanaan kartu tani bisa digunakan di setiap pengecer.

Sehingga, bukan hanya bisa dicairkan di satu pengecer saja. Serta, sistem pencairan bisa online yang nontunai.

“Petani biar bisa mengambil di mana saja, agar pembagiannya merata,’’ katanya.

Sriyono salah satu petani dari Kecamatan Tunjungan mengatakan, selama ini kartu tani sudah banyak didistribusikan, tapi masih banyak belum mendapatkannya.

Padahal, mereka belum mendapatkan kartu tani juga memiliki sawah garapan. 

Setidaknya, kata dia, adanya kartu tani bisa mencukupi kebutuhan pupuk para petani.

Selama ini petani masih kesulitan memenuhi kebutuhan pupuknya.

“Karena selama ini kan pupuk masih ada pupuk paketan. Setelah ada kartu tani, tentu paketan ini juga dihilangkan,” ucapnya.

Baca Juga :  Membahayakan atau Tidak, Warga Inisiatif Uji Lab AirĀ 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/