alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Pengelolaan Sampah Menjadi Perhatian

BLORA – Memasuki penilaian Adipura Tahun 2018, Pemkab Blora mulai menyiapkan untuk pembersihan kota. Pengelolaan sampah menjadi perhatian. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Dewi Tedjowati mengatakan, Pengelolaan sampah menjadi perhatian besar dari pemerintah pusat.

Karena pemerintah menargetkan pada tahun 2025 nanti, sampah yang dibuang ke TPA hanya sebesar 30 persen. Sedangkan 70 persen harus dilakukan pengelolaan. “Pengelolaan sampah juga termasuk dalam parameter penilaian Adipura,” ujarnya.

Selain itu, untuk persiapan Adipura pada tahun ini ada sangkut pautnya dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sangat berpengaruh terhadap penilaian Adipura. Seperti, program peringatan Hari Peduli Sampah sejak Januari-April 2018, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program pertama adalah tiga bulan bersih sampah.

Baca Juga :  Bupati Blora Serius Usut Penyelewengan Dana Desa

Kegiatan peduli sampah ini akan terus dilanjutkan hingga April 2019. Penguatan Gerakan merupakan program berikutnya yang dilaksanakan hingga Desember 2019. “Dengan demikian, diharapkan aksi mengurangi sampah akan semakin meningkat dalam kurun 2020-2025,” ujarnya.

Selain itu, mulai tahun ini parameter penilaian Adipura tidak hanya faktor kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah saja. “Namun, juga pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup,” imbuhnya. Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, persiapan dalam menghadapi pemantauan dan penilaian Adipura 2018 nanti, dia meminta kepada seluruh elemen, baik itu pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat untuk dapat menata dengan baik lingkungan hidup di sekitarnya.

Tapi, menurut bupati, bahwa yang lebih terpenting bukan persiapan untuk adipura saja. Namun, bagaimana caranya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan membentuk perilaku positif pada diri masyarakat, supaya dapat mengelola sampah dengan baik itu lebih utama dari pada sekadar penghargaan Adipura.

Baca Juga :  Amankan Sembilan Tersangka Curanmor

“Apabila masyarakat sudah sadar bagaimana harusnya menyikapi sampah, maka Adipura akan datang dengan sendirinya,” ujarnya. Pada kesempatan ini, Kokok, sapaan akrabnya, juga meminta kepada OPD terkait untuk memenuhi semua kebutuhan peralatan di TPA. Sampah-sampah itu agar dikelola dengan baik, sehingga membawa keasrian bagi Blora.

BLORA – Memasuki penilaian Adipura Tahun 2018, Pemkab Blora mulai menyiapkan untuk pembersihan kota. Pengelolaan sampah menjadi perhatian. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora Dewi Tedjowati mengatakan, Pengelolaan sampah menjadi perhatian besar dari pemerintah pusat.

Karena pemerintah menargetkan pada tahun 2025 nanti, sampah yang dibuang ke TPA hanya sebesar 30 persen. Sedangkan 70 persen harus dilakukan pengelolaan. “Pengelolaan sampah juga termasuk dalam parameter penilaian Adipura,” ujarnya.

Selain itu, untuk persiapan Adipura pada tahun ini ada sangkut pautnya dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Kegiatan-kegiatan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sangat berpengaruh terhadap penilaian Adipura. Seperti, program peringatan Hari Peduli Sampah sejak Januari-April 2018, sesuai dengan Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Program pertama adalah tiga bulan bersih sampah.

Baca Juga :  Kebut Venue Panjat Tebing

Kegiatan peduli sampah ini akan terus dilanjutkan hingga April 2019. Penguatan Gerakan merupakan program berikutnya yang dilaksanakan hingga Desember 2019. “Dengan demikian, diharapkan aksi mengurangi sampah akan semakin meningkat dalam kurun 2020-2025,” ujarnya.

Selain itu, mulai tahun ini parameter penilaian Adipura tidak hanya faktor kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah saja. “Namun, juga pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup,” imbuhnya. Bupati Blora Djoko Nugroho mengatakan, persiapan dalam menghadapi pemantauan dan penilaian Adipura 2018 nanti, dia meminta kepada seluruh elemen, baik itu pemerintah daerah, swasta, maupun masyarakat untuk dapat menata dengan baik lingkungan hidup di sekitarnya.

Tapi, menurut bupati, bahwa yang lebih terpenting bukan persiapan untuk adipura saja. Namun, bagaimana caranya membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Dengan membentuk perilaku positif pada diri masyarakat, supaya dapat mengelola sampah dengan baik itu lebih utama dari pada sekadar penghargaan Adipura.

Baca Juga :  Mulai Siapkan Manasik Haji

“Apabila masyarakat sudah sadar bagaimana harusnya menyikapi sampah, maka Adipura akan datang dengan sendirinya,” ujarnya. Pada kesempatan ini, Kokok, sapaan akrabnya, juga meminta kepada OPD terkait untuk memenuhi semua kebutuhan peralatan di TPA. Sampah-sampah itu agar dikelola dengan baik, sehingga membawa keasrian bagi Blora.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/