Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pedagang Minta Transparan Pembagian Bidak Kios

M
Penulis: M. Yusuf Purwanto❯
SISA PENEMPATAN: Bangunan baru Pasar Ngawen belum difungsikan. Tampak gerbang kios masih tertutup kemarin (2/1) siang. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
SISA PENEMPATAN: Bangunan baru Pasar Ngawen belum difungsikan. Tampak gerbang kios masih tertutup kemarin (2/1) siang. (LUKMAN HAKIM/RDR.BLORA)
BLORA, Radar Bojonegoro - Rencana pembagian bidak dan kios bangunan baru Pasar Ngawen dikeluhkan pedagang. Diduga kurang transparan proses pendataan karena tidak melibatkan pedagang. Pihak pasar berencana mengajukan asistensi kepada Kejasaan Negeri Blora.

 

Adinata Subiyanto, seorang pedagang di pasar meminta agar merevisi penataan pedagang ditetapkan pengelola pasar. Berharap pengisian sesuai aturan dengan melibatkan pedagang agar adil. ‘’Menurut kami itu tidak adil, saya duga ada pelanggaran," ujarnya kemarin.

 

Menurutnya, beberapa pihak tidak dilibatkan pengisian bangunan pasar terutama Blok Y Pasar Ngawen. Bahkan pedagang yang terdampak langsung tidak dilibatkan. Ada salah satu pedagang mempunyai banyak tempat masih diberikan tempat pada bangunan baru.

 

‘’Inisialnya S. Kalau tidak ada transaksi apa mungkin bisa, saya kira oknumnya anggota pegawai sendiri,” ujar pedagang sayur dan buah tersebut.

 

Dia tidak mengambil jalur hukum. Namun, berharap pemerintah segera menuntaskan perkara tersebut. Sebab sudah mulai mendekati bulan puasa. Saat ini pedagang pasar menempati bangunan semipermanen di belakang pasar.

 

Kepala UPTD Pasar Wilayah III Blora Listiyo Utomo mengatakan, sudah transparan proses pendataan pedagang. Saat ini belum ada pengundian nomor menempati bangunan. Beberapa kriteria dapat mengisi bangunan kios serta bidak los Pasar Ngawen. Tentu pedagang sebelumnya sudah menempati lokasi dan rutin berjualan.

 

‘’Ada tim sudah mendata awal, nanti kami pun akan mengajukan asistensi ke Kejaksaan Negeri Blora," bebernya.

 

Menurut dia, ada 22 kios dan 130 los saat ini sudah selesai pembangunan pada Desember tahun lalu. Dia menginginkan semua pedagang bisa tertampung. (luk/rij)

Advertisement
Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BojonegoroIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

PSEL Bisa Jadi Harapan Baru, Kapasitas TPA Blora Makin Sempit

Dua tempat pemrosesan akhir (TPA) di Kabupaten Blora kian krisis kapasitas. Pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) kini digadang-gadang menjadi tumpuan harapan, untuk mengurai persoalan sampah yang makin menumpuk di Kabupaten Blora

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Petani Siap Suplai 3.500 Ton Per Hari, GMM Blora Kembali Beroperasi

Pabrik gula PT Gendhis Multi Manis (GMM) di Blora bakal kembali beroperasi. Namun, petani tebu sudah pasang badan. Sedikitnya 3.500 ton tebu siap digelontorkan setiap hari, jika pabrik milik BUMN tersebut kembali menggiling.

 Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pengurukan dan Pemadatan Dianggarkan Rp 11 Miliar, Waktu Pengerjaan 90 Hari

Pembangunan kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Blora dalam proses pengurukan dan pemadatan, yang saat ini sudah mencapai 60 persen. Pantauan lapangan, tampak beberapa alat berat, mulai eksavator dan truk yang menurunkan material urukan dan ba

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer