alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Geledah Dua Rumah Berisi Kayu Bodong 

BLORA – Rumah yang digunakan menyimpan kayu jati digeledah kepolisian. Hasilnya, ditemukan puluhan kayu jati ilegal berbagai ukuran. Rumah milik IR dan SD berada di Dusun Gempol, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken. Diduga keduanya berbisnis jual beli kayu ilegal.

Kapolsek Jiken AKP Sularno mengatakan, penggeledahan di rumah tersangka pencurian kayu Senin (31/7) sore. Proses penggeledahan bersama Perhutani. Di rumah itu diduga sebagai tempat penyimpanan kayu jati tidak dilengkapi administrasi. 

’’Sudah kami geledah. Dan barang bukti kami temukan,’’ katanya, kemarin (1/8). 

Dia menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat. Mereka mempertanyakan legalitas atau keabsahan kepemilikan kayu. ’’Menindaklanjuti laporan itu, tim Polsek Jiken bersama Perhutani melakukan lidik lalu memeriksa seisi rumah tersangka,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Pemuat Kayu Ilegal Tertangkap, Ternyata Pelakunya Orang Bojonegoro

Saat pengeledahan ditemukan tiga meter kubik kayu jati tanpa dokumen dengan berbagai ukuran dan tebal. ’’Dan ternyata benar, di lokasi kami menemukan kayu jati tanpa dokumen alias kayu bodong,’’ ujar dia. 

Setelah mengamankan kayu, Polsek Jiken bersama Polhut KPH Cepu segera mengamankan barang bukti beserta pemiliknya. Puluhan kayu sudah diamankan di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Cabak. Sedangkan, pemiliknya masih menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Keduanya dijerat pasal 88 ayat 1 huruf (b) dan (c). Serta, pasal 14 huruf (b) dan (c) UU Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman pidana lima tahun. ’’Barang bukti kami sita karena kayu bodong,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Temukan Guci Dinasti Tang dan Dinasti Ming

BLORA – Rumah yang digunakan menyimpan kayu jati digeledah kepolisian. Hasilnya, ditemukan puluhan kayu jati ilegal berbagai ukuran. Rumah milik IR dan SD berada di Dusun Gempol, Desa Ketringan, Kecamatan Jiken. Diduga keduanya berbisnis jual beli kayu ilegal.

Kapolsek Jiken AKP Sularno mengatakan, penggeledahan di rumah tersangka pencurian kayu Senin (31/7) sore. Proses penggeledahan bersama Perhutani. Di rumah itu diduga sebagai tempat penyimpanan kayu jati tidak dilengkapi administrasi. 

’’Sudah kami geledah. Dan barang bukti kami temukan,’’ katanya, kemarin (1/8). 

Dia menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat. Mereka mempertanyakan legalitas atau keabsahan kepemilikan kayu. ’’Menindaklanjuti laporan itu, tim Polsek Jiken bersama Perhutani melakukan lidik lalu memeriksa seisi rumah tersangka,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Rumah Masa Kecil Pram Segera Direvitalisasi 

Saat pengeledahan ditemukan tiga meter kubik kayu jati tanpa dokumen dengan berbagai ukuran dan tebal. ’’Dan ternyata benar, di lokasi kami menemukan kayu jati tanpa dokumen alias kayu bodong,’’ ujar dia. 

Setelah mengamankan kayu, Polsek Jiken bersama Polhut KPH Cepu segera mengamankan barang bukti beserta pemiliknya. Puluhan kayu sudah diamankan di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Cabak. Sedangkan, pemiliknya masih menjalani pemeriksaan di kepolisian.

Keduanya dijerat pasal 88 ayat 1 huruf (b) dan (c). Serta, pasal 14 huruf (b) dan (c) UU Nomor 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan dengan ancaman pidana lima tahun. ’’Barang bukti kami sita karena kayu bodong,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Gua Baru Ditemukan di Mulyoagung

Artikel Terkait

Most Read

Longsor di Pinggir Jalan Desa

Kebut Pengerjaan Jalan Poros Kecamatan

Artikel Terbaru


/